ejakulasi dini

Ya betul, testosteron atau hormon pada pria ini bisa disebut juga sebagai hormon yang membuat pria menjadi mesin seks, sehingga tidak heran bila kebutuhan seks pada pria cenderung lebih tinggi dibandingkan pada wanita. Alaminya, pria mampu mengeksplorasi organ seks salah satunya yaitu dengan onani, atau lebih disebut juga secara umum sebagai masturbasi. Kejadian ejakulasi dini sering dikaitkan dengan kebiasaan onani yang terlalu sering di masa muda, benarkah itu?

Sejauh ini memang beberapa ahli masih menyimpulkan bahwa kebiasaan onani menyebabkan ejakulasi dini karena hal dibawah ini:

  1. Ketika masih remaja onani harus dilakukan terburu-buru agar tidak ketahuan orang tua, sehingga menjadikan “cepat keluar” sebagai kebiasaan hingga ke kehidupan masa pernikahan
  2. Kebiasaan onani menggunakan tangan menjadikan kulit penis menjadi sangat tipis, sehingga menjadi lebih sensitif.

Namun teori tersebut sejauh ini hanya sebatas hipotesis, alias teori yang belum dipatenkan secara pasti. Sejauh ini masih dianut teori genetika bahwa ejakulasi dini cenderung diturunkan dari orang tuanya. Hal ini menyangkut adanya kelainan dari organ di dalam otak yang dikenal sebagai Nukleus Paragigantoselulare yang bertanggungjawab dalam produksi senyawa kimia otak yang dikenal juga sebagai Serotonin. Kelainan disini menyebabkan produksi Serotonin berkurang sehingga akibatnya penis menjadi lebih sensitif ketika berhubungan seksual dengan pasangan, pria dengan ejakulasi mengeluhkan bahwa “mudah terasa geli” dan cepat ejakulasi.

Pengobatan untuk menambah asupan Serotonin di otak, selama ini para ahli kedokteran Andrologi masih berkesimpulan adalah pengobatan yang paling efektif. Untuk itu bila Anda merasa sudah ejakulasi kurang dari 5 menit, ada baiknya segera ke dokter untuk berkonsultasi serta berobat.