ejakulasi sperma

Setiap pria yang mengalami rangsangan erotis berkepanjangan akan mengalami ereksi dimana setelahnya akan mengalami suatu fase ejakulasi, yaitu keluarnya cairan semen (mani) yang disertai juga dengan orgasme. Pada fase ini dipengaruhi oleh sistem saraf otonom yaitu simpatis. Selain sensasi “geli” atau orgasme, biasanya pria akan mengejakulasikan sperma umumnya akan menyembur, lalu apakah yang mempengaruhi ejakulasi sperma bisa muncrat?

Ejakulasi sperma dipengaruhi oleh dari frekuensi seks dan juga volum cairan semen dan juga usia. Semakin muda maka seperti yang telah dijelaskan di artikel sebelumnya, jumlah cairan mani yang keluar akan semakin banyak dan tentu akan semakin jauh semburannya. Semburan sperma ini selain disebabkan oleh kontraksi uretra (saluran kemih) juga dibantu oleh kontraksi otot-otot di dasar penis yang dikenal juga sebagai muskulus (otot) bulbospongiosus.

Semakin tua usia seorang pria, maka semburan ejakulasi sperma akan semakin melemah, semakin sering berhubungan seks, maka semburan juga akan semakin melemah. Untuk itu biasanya pada ejakulasi yang kedua setelah yang pertama, maka semburannya akan semakin melemah bahkan bisa hanya menetes.

Klinik Lelaki