impoten

Sudah tidak diragukan lagi bahwa merokok memang sebagai faktor risiko mayor penyebab dari gangguan impoten atau yang sering disebut juga sebagai impotensi. Pengalaman kami menyatakan, ketika kami para tim dokter menyarankan kepada pasien perokok dengan impotensi untuk berhenti, yang ada malah mereka sulit untuk menghentikan kebiasaan ini, bahkan diantara mereka cenderung untuk menambah jumlah batang rokok yang dihisap per harinya.

Baru-baru ini dirilis sebuah penelitian yang dipresentasikan oleh seorang dokter ahli epidemiologi dari fakultas Ilmu Kesehatan Masyarakat di Universitas Tulane di New Orleans, Amerika Serikat,  yang bernama Jiang He, MD, PhD, yang menyajikan jumlah faktor risiko impoten pada perokok pada ras Tionghoa. Dari hasil penelitiannya ternyata jumlah batang rokok yang dihisap berhubungan langsung dengan besaran risiko impotensi.

Penelitian ini berlangsung pada 4.764 pria ras Tionghoa, dengan hasil yang mengejutkan bahwa pria yang merokok lebih dari 20 batang sehari memiliki risiko untuk mengidap impoten 60% lebih tinggi dibandingkan perokok yang menghisap kurang dari 20 batang dari seharinya yaitu dengan risiko lebih tinggi 30% daripada pria yang tidak merokok.

Merokok dengan jumlah berapa batang sedikit atau banyak ternyata memberikan faktor risiko untuk mengidap impoten lebih tinggi dibandingkan yang tidak merokok sama sekali. Untuk itu, bila saat ini Anda merokok lebih dari 20 batang sehari (2 bungkus) ada baiknya untuk segera mengurangi, dan segera konsultasikan masalah impotensi yang Anda alami kepada tim dokter kami di Klinik Lelaki.