impotenTampaknya hari ini harus menjadi hari yang cukup menyedihkan buat salah satu pasien kami pak Andi (nama disamarkan), beliau berusia 58 tahun dengan keluhan sudah tidak bisa ereksi sama sekali setahun ke belakang. Namun, sebenarnya bukan masalah impoten yang dideritanya yang akan kami singgung, tetapi sesuatu yang jauh lebih mengerikan dari sekedar itu! Simak terus!

Kurang lebih 5 minggu yang lalu beliau datang ke kami bersama dengan istrinya yang mengeluhkan sudah tidak pernah berhubungan seks sama sekali dikarenakan faktor tidak bisa ereksi atau menderita impoten setahun ke belakang. Stres cukup mendera kedua pasangan ini dan sudah ditemukan masalah rumah tangga dan hampir saja bercerai. Tim dokter kami telah meyakinkan bahwa akan cukup sulit sekali bila sudah “mati total” karena kemungkinan penyumbatan yang bisa saja sudah berat. Selain itu beliau memiliki masalah merokok yang bisa dibilang sangat berat, 10 tahun ke belakang dengan rutin menghabiskan 4 bungkus rokok seharinya. Berita baiknya ada sedikit perbaikan pada status ereksi walaupun tidak bisa kembali fase sempurna, namun seperti yang sudah kami beritahukan sebelumnya bahwa beliau memiliki faktor risiko penyakit jantung dan bila tidak segera mengubah kebiasaan, penyakit serangan jantung bisa tidak terelakkan.

Seperti apa yang kami ramalkan, hari ini tepat tanggal 29 Desember 2014 pukul 8 pagi, kami mendapatkan telepon dari istrinya bahwa jam 5 pagi tadi pak Andi mendapatkan serangan jantung dan meninggal seketika setelah melakukan ibadah subuh. Kami cukup terpukul mendengarkan hal ini, karena pak Andi adalah pasien kami yang ketiga yang telah tiada karena faktor yang bisa dihindari. Sungguh kami tim dokter bukan hanya saja memperhatikan masalah impoten atau gangguan seksual semata, tetapi kami memiliki tanggung jawab terhadap pasien untuk mendeteksi adanya masalah lain yang mungkin jauh lebih fatal dari sekedar masalah gangguan seks.

Klinik lelaki