masturbasi pria

Isu yang beredar di masyarakat bahwa masturbasi bisa menyebabkan banyak permasalahan, salah satunya adalah ejakulasi. Bahkan di beberapa jurnal kedokteran, hipotesis atau kesimpulan sementara menyatakan bahwa penyebab ejakulasi dini ini adalah frekuensi masturbasi yang tinggi di masa muda. Benarkah demikian? Apakah masturbasi pria diperbolehkan?

Di Klinik Lelaki bukan hanya pasien yang bermasalah dengan seksualnya, beberapa kalipun kami mendapatkan pria yang tidak bermasalah datang berkonsultasi kepada kami untuk mengoptimalkan kehidupan seksualnya dalam rumah tangga. Kami menemukan data bahwa, hampir semua yang bermasalah ataupun tidak pernah melakukan masturbasi pria di usia mudanya hingga sekarang meskipun sudah menikah, bahkan statistik kesehatan menyatakan bahwa hampir 92% pria di dunia melakukan masturbasi selama hidupnya.

Walaupun dinyatakan oleh beberapa jurnal bahwa kebiasaan masturbasi di masa muda yang menginginkan “cepat keluar” adalah penyebab ejakulasi dini, namun pernyataan ini masih dianggap sebagai hipotesis atau kesimpulan sementara atau bahasa awamnya bisa disebut juga sebagai teori yang belum dipatenkan, karena kenyataan di lapangan sesuai dengan apa yang ditemukan oleh kami seperti yang telah tersebut diatas.

Dikarenakan testosteron adalah hormon seks pria, maka hal inilah yang menjadikan kebutuhan pria akan seks jauh lebih tinggi dibandingkan wanita, sehingga cara apapun untuk memenuhi kebutuhan seksual akan dilakukan oleh pria termasuk perihal masturbasi pria. Kesimpulan kami, selama masturbasi dilakukan dengan cara yang aman dan sesuai dengan kebutuhan, hal ini sampai saat ini masih bisa dilakukan oleh pria tanpa perlu kawatir hal-hal yang belum tentu benar.

Klinik Lelaki