merokok dalam pengobatan

Tanya:

Halo dok saya pria berusia 45 tahun, saya telah bekerja selama 15 tahun sebagai marketing dalam sebuah perusahaan farmasi
. Saat ini saya sedang menjalani pengobatan bulan ketiga untuk masalah disfungsi ereksi yang sudah saya alami setahun ke belakang ini. Berita baiknya saat ini ereksi saya bisa dikatakan sudah sebaik ketika saya muda persis mulai hari ketiga saya berobat hingga sekarang.Akibat dari tuntutan perusahaan kepada saya yang begitu tinggi, pekerjaan ini nampaknya memang menghasilkan banyak uang, namun saya merasakan tekanan yang begitu tinggi dan saya mulai menjadi perokok berat semenjak 10 tahun yang lalu ketika saya naik menjadi posisi sales manajer di perusahaan ini. Kurang lebih saya mengonsumsi 2 bungkus rokok setiap harinya.Menurut dokter bagaimana kalau saya tidak memulai untuk mengurangi dan terus menjalankan kebiasaan merokok dalam pengobatan saya?

Tri Handoko – Surabaya

Jawab:

Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih banyak atas kepercayaan bapak kepada kami telah menggunakan dan merasakan manfaat pengobatan di Klinik Lelaki, dan sekali lagi terima kasih sudah memberikan pertanyaan yang bagus, jujur pertanyaan ini juga sering dilontarkan oleh beberapa orang yang berobat ke kami.Telah diketahui rokok adalah salah satu penyebab terjadinya disfungsi ereksi atau impotensi. Prosesnya bahan-bahan yang terkandung di dalam rokok itu menyebabkan kerusakan dinding pembuluh darah sehingga bagian yang luka pada dinding ini akan tertutupi oleh lapisan plak lemak membentuk yang kita kenal dalam medis sebagai atherosklerosis. Bilamana penyumbatan ini terjadi di pembuluh darah koroner jantung maka sering kita kenal juga sebagai Penyakit Jantung Koroner (PJK), dan bila terjadi di penis akan berisiko ke arah disfungsi ereksi atau impotensi.

Merokok dalam pengobatan bagi kami adalah ibarat melakukan penambalan ban dan menambah lubang di bagian lain. Mungkin di satu sisi bapak akan merasakan perbaikan, tetapi sebenarnya bisa jadi ini adalah suatu perbaikan yang semu karena mungkin bahaya rokok akan memperparah penyumbatan.

Memang tidak mudah untuk berhenti merokok seketika itu juga, apalagi dengan kondisi yang berat hingga 2 bungkus sehari. Saran saya adalah bapak mulai mengurangi jumlah batang rokok yang dihisap. Pikirkan kembali kebahagiaan dan kesehatan bapak yang jauh lebih penting dari sekedar rokok: kehidupan seksual dalam rumah tangga yang harmonis, istri dan anak yang bahagia, serta karunia kesehatan yang bisa menunjang profesi bapak hingga beberapa tahun ke depan.

dr. Mohammad Caesario – Klinik Lelaki Bandung