obat kuat pria

Dari kesekian pasien yang datang ke kami, beberapa dari mereka (20-30%) telah mengonsumsi obat-obatan yang dinyatakan sebagai obat kuat pria, yaitu obat yang mengandung senyawa Sildenafil atau yang lebih dikenal juga sebagai obat pil Biru atau Viagra. Kebanyakan dari mereka mengatakan obat ini diperuntukkan bagi pria yang menderita “lemah syahwat” atau yang biasa dikenal juga sebagai disfungsi ereksi. Walupun obat ini memang obat yang terindikasikan untuk kasus demikian, ternyata obat ini tidaklah boleh dikonsumsi sembarangan karena efek samping yang bisa jadi fatal. Lalu bagaimana persisnya kerja obat ini? Simak terus!

Obat kuat pria ini mengandung suatu senyawa cGMP-specific phosphodiesterase type 5 (PDE5), yang merupakan suatu protein enzim yang fungsinya adalah mengatur sirkulasi pembuluh darah. Obat ini tidak hanya bekerja di penis, tetapi di seluruh tubuh dengan jalan melemahkan otot-otot polos di penis, sehingga pembuluh darah di penis menjadi lebih baik, dan dihasilkan ereksi yang lebih keras dibandingkan sebelumnya, sehingga obat ini cocok untuk penderita disfungsi ereksi.

Tetapi, obat kuat pria ini ternyata memiliki kontraindikasi dan bahkan berpotensi fatal bagi penderita penyakit jantung dan hipertensi yang mengonsumsi beberapa jenis obat-obatan kardiovaskuler, sehingga penggunaannya harus diawasi ketat oleh dokter yang merawatnya. Sudah beberapa kasus pasien dengan gangguan jantung dan pembuluh darah yang bisa meninggal mendadak akibat interaksi obat jantung dengan obat ini. Sebaiknya tetap bila ada masalah dengan disfungsi ereksi, sebaiknya Anda berkonsultasi kepada dokter yang berpengalaman di bidangnya. Waspada!

Klinik Lelaki