Semangka Bisa Mengatasi Impoten

semangka kliniklelaki.com

Ternyata semangka mengandung banyak air dan memiliki rasa yang manis ini mempunyai banyak manfaat, salah satunya bisa menjadi obat impoten dan juga mampu meningkatkan gairah seksual pria.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahanakan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, cemas, tertekan, ketakutan.

Ternyata buah semangka memiliki kandungan senyawa citrulline yang nantinya akan dikonversikan kedalam tubuh untuk menjadi i-arginin yaitu zat asam amino yang bisa merangsang produksi nitric osida. Yang fungsinya untuk memperlancar dan meningkatkan aliran darah keseluruh tubuh termasuk pada bagian penis. Dan citrulline juga memiliki efek yang sama dengan Viagra tapi memiliki kelebihan karena tidak ada efek samping sama sekali.

Semangka selain bisa menjadi obat impoten, ternyata mampu juga mengobati beberapa penyakit seperti :

  • Membersihkan ginjal

Kaena semangka banyak sekali mengandung kalium yang bisa membantu dalam membersihkan racun-racun yang ada pada ginjal. Selain itu dapat juga membantu mengurangi konsentrasi jumlah asam urat dalam darah, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya gangguan ginjal dan pembentuk batu ginjal.

  • Mengobati diabetes tipe 2

Melakukan diet gula seharusnya dilakukan oleh penderita diabetes. Maka semangka bisa menjadi salah satu alternative pengganti gula karena memliki kadar gula yang rendah. Selain itu semangka juga mengandung beberapa vitamin dan mineral yang berfungsi sebagai  senyawa insulin dalam tubuh sehingga mampu menurunkan kadar gula darah.

Kandungan arginine yang tinggi pada semangka mampu mengobati diabetes, karena peneliti menemukan bahwa arginine dapat meningkatkan metabolisme glukosa dan sensitifitas insulin yang keduannya mampu menurunkan kadar glukosa yang berhubungan dengan diabetes yang nantinya berdampak pada impoten.

  • Menurunkan kadar kolesterol dan hipertensi

Semangka sangat bagus untuk penderita hipertensi, karena mengandung banyak air, magnesium dan kalium yang bisa menetralisasi dan menurunkan tekanan darah yang nantinya bisa berdampak pada impoten

Selain itu terdapatnya kandungan karotenoid dalam semangka dapat juga mencegah pengerasan pada dinding arteri maupun pembuluh vena, sehingga dapat membantu mengurangi tekanan darah dalam tubuh.

Itulah beberapa manfaat yang ada pada semangka salah satunya bisa mengobati impoten. Memang tidak ada yang instan dan semuanya butuh waktu untuk bisa merasakan efeknya.

Tapi bila anda sudah mencobanya dan tidak berhasil, anda bisa berkonsultasi dengan dokter professional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon hotline yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

https://kliniklelaki.com/buah-untuk-impotensi/

Pemeriksaan Impoten

impoten

Dalam menangani setiap masalah impoten, dokter biasanya akan melakukan beberapa langkah untuk menyelidiki atau menentukan apakah pasien tersebut mengalami disfungsi ereksi atau tidak dan seberapa parah tingkatannya.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten dapat disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, tertekan, cemas, ketakutan.

Biasanya dokter dalam menangani setiap masalah impoten akan melakukan beberapa langkah untuk menyelidiki dan menentukan apakah pria tersebut mengalami disfungsi ereksi atau tidak dan seberapa parahkah disfungsi ereksi yang dialaminya.

Berikut langkah-langkah pemeriksaan impoten yang biasa dilakukan dokter :

  1. Investigasi disfungsi ereksi

Ada tiga penyebab umum dari disfungsi ereksi. Pertama psikis yang biasa terjadi pada pria yang masih berusia muda yaitu dibawah 40 tahun. Penyebabnya biasanya karena stress, masalah pekerjaan, hubungan dengan pasangan yang selalu cekcok dan lain sebagainya.

Kedua fisik, biasanya terjadi pada pria yang sudah berusia diatas 40 tahun. Karena pria yang sudah berusia diatas 40 tahun akan mengalami gangguan penyakit seperti lever, diabetes, kolesterol tinggi yang bisa memicu pria mengalami disfungsi ereksi. Yang ketiga yaitu kombinasi dari masalah psikis dan fisik, yang biasa terjadi pada semua pria dari berbagai usia.

2. Interview disfungsi ereksi

Interview lengkap melalui sejarah dan kondisi pasien. Maka jika disfungsi ereksi terjadi secara bertahap, cenderung akan menyerang keadaan fisiknya. Bila terjadinya secara mendadak cenderung akan mengganggu keadaan psikisnya.

3. Laboratorium disfungsi ereksi

Biasanya dokter akan melakukan general check up seperti fisik, genetal, pembuluh darah, fungsi saraf, dan ada atau tidaknya penyakit kronis pada tubuh.

4. Diagnosa disfungsi ereksi

Jika hasil akhir dari pemeriksaan laboratorium, ternyata benar mengalami penurunan fungsi ereksi. Janganlah merasa malu dan panik, sebaiknya tanyakan saja kepada dokter apa saja yang harus dilakukan agar bisa diobati.

5. Tindakan disfungsi ereksi

Untuk mengobati disfungsi ereksi, dilihat dari terlebih dahulu apa penyebab yang mendasarinya. Kalau penyebabnya fisik, maka perbaiki terlebih dahulu fisiknya. Demikian juga dengan psikis, berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui cara yang tepat dalam mengobatinya.

Itulah langkah-langkah yang biasa dilakukan dokter untuk memeriksa impoten pada pria. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli untuk mengatasi impoten di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

Mengukur Tingkat Impoten Dengan Indeks IIEF

Mengobati Impoten Tanpa Obat

obat hipertensi dapat menyebabkan ejakulasi dini

Banyak obat yang dijual sembarang dipasaran untuk bisa mengobati impoten. Namun itu bukanlah solusinya, karena masih ada cara alami yang mungkin bisa dicoba sebab lebih minim resikonya.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten dapat disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, tertekan, ketakutan, cemas.

Impoten membuat pria menjadi merasa tidak mampu, malu, takut akan berhubungan seksual dengan pasangannya. Tentu banyak faktor yang bisa menyebabkannya selain faktor yang sudah dijelaskan di atas, selain itu banyak juga obat yang dijual sembarangan dipasaran untuk mengobatinya.

Namun ada juga cara lainnya yang bisa dicoba dengan tanpa obat atau alami, sebab akan minim resikonya. Impoten dapat disebabkan oleh faktor-faktor tertentu, bahkan seringkali tidak menunjukan masalah kesehatan tubuh sama sekali.

Berikut cara alami atau tanpa obat yang bisa anda coba untuk bisa mengatasi disfungsi ereksi :

  • Cara pertama

Makan-makanan dan olah raga secara teratur. Menjaga berat badan agar tetap ideal dapat membantu mengatasi disfungsi ereksi, karena orang yang kelebihan berat badan akan cenderung mengalami disfungsi ereksi yang disebabkan menurunnya produksi hormon testosteron. Maka dengan mengurangi berat badan akan meningkatkan hormon testosteron, meningkatkan libido, sekaligus bisa menyembuhkan disfungsi ereksi.

  • Cara kedua

Berhenti merokok, minum alkohol, mengkonsumsi narkoba bisa mengatasi disfungsi ereksi. Ternyata ketiga kebiasaan tersebut dapat mengurangi produksi hormon testosteron dan menyebabkan disfungsi ereksi dalam jangka panjang. Maka dengan menghintakan salah satu kebiasaan buruk tersebut dapat mengembalikan kemampuan ereksi anda untuk bisa mencapai ereksi, terlebih lagi bila anda menghentikan ketiga kebiasaan buruk tersebut sekaligus.

  • Cara ketiga

Melakukan terapi seksual. Terapi ini dapat membantu menghilangkan masalah-masalah emosional yang mengacu pada disfungsi ereksi, seperti stress, depresi, kecemasan. Penyelesaiannya akan dilakukan hingga menuju akar permasalahannya, dan anda pun akan diajarkan teknik-teknik untuk menghilangkan stress, seperti latihan pernapasan. Karena yang sudah diketahui, bahwa stress pada pikirna dapat berdampak buruk pada tubuh, yakni bisa menyebabkan disfungsi ereksi.

Namun yang perlu diketahui, sebelum melakukan pengobatan disfungsi ereksi apapun caranya sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter profesional.

Anda bisa berkonsultasi dengan dokter profesional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

https://kliniklelaki.com/gejala-impoten-2/

Gangguan Prostat Bisa Menyebabkan Impoten

Hasil gambar untuk gangguan prostat dan impoten klinik lelaki

Kelenjar prostat pada pria akan cenderung membesar seiring bertambahnya usia, biasanya terjadi pada usia 50 tahun. Karena dengan membesarnya prostat bisa juga menyebabkan impoten.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologi contohnya seperti stress, tertekan, cemas, ketakutan.

Pembesaran yang terjadi pada prostat ditandai dengan munculnya gejala seperti sulit menahan kencing, sering kencing dan sering dilakukan pada malam hari. Selain itu juga pembesaran pada prostat bisa diketahui dengan pancaran kencing yang berintensitas lemah, kencing yang terputus-putus, harus menunggu sebelum kencing. Pravelensi pada kondisi ini terjadi pada 57 persen pria yang sudah berusia diatas 60 tahun.

Prostat mampu berfungsi untuk memberi nutrisi bagi sel-sel sperma yang tujuannya agar sel-sel sperma memiliki kualitas yang baik seperti mampu bergerak maju dan berbentuk normal.

Pembesaran pada prostat bisa diatasi dengan bermacam obat-obatan ataupun dengan metode pembedahan. Namun beberpa metode lainnya yang tidak terlalu invasive seperti terapi gelombang mikro yang berfungsi untuk menghancurkan bagian dalam yang mengalami pembesaran.

Anda harus berhati-hati mengenai makanan yang banyak mengandung kolesterol, karena makanan yang banyak mengandung kolesterol dapat memicu gangguan prostati dan bahkan impoten. Tapi tidak hanya kolesterol yang dapat menyebabkan gangguan prostat namun banyak hal lain yang bsa memicunya seperti merokok yang selainjuga mampu menghabiskan uang bisa juga menyebabkan prostat dan bahkan impoten, sering begadang atau sering tidur pada tengah malam, dan juga disebabakan karena terlalu sering mengkonsumsi alkohol dan softdrink.

Setelah anda mengetahui apa hubungannya antara gangguan prostat dengan impoten. Lebih baik anda untuk merubah gaya hidup dan mencoba pola hidup yang lebih sehat, karena lebih baik mencegah daripada mengobati.

Namun bila sudah terkena impoten dan ingin mengatasinya, anda bisa berkonsultasi dengan dokter professional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon hotline yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

Penyakit Dibalik Impoten

Ternyata Red Wine Bisa Mengatasi Impoten

Impotensi & Ejakulasi Dini, Klinik Lelaki

Red wine yang kaya akan kandungan flavonoid yang ternyata dapat mengatasi impoten dengan memberikan ereksi yang lebih keras dan juga bisa membangkitkan mood untuk berhubungan seks.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten dapat disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, tertekan, ketakutan, cemas.

Sudah banyak penelitian yang mengatakan bahwa red wine mempunyai banyak manfaat untuk kesehatan tubuh, seperti diabetes dan penyakit kardiovaskular. Bahkan menurut studi yang terbaru ada satu manfaat lagi yang bisa didapat dari red wine yaitu dapat mengurangi resiko impoten.

Karena kandungan flavonoid atau senyawa nabati yang mengandung antioksidan yang selalu dikait-kaitkan dengan penurunan kasus impoten. Satu jenis flavonoid yang terkandung dan bisa menurunkan resiko terkena masalah tersebut yaitu antosianin. Dan antosianin inilah yang membuat warna merah pada anggur.

Antosianin adalah pigmen warna yang terdapat pada kulit anggur. Senyawa ini akan meresap masuk secara otomatis ke dalam wine selama proses fermentasi terjadi. Ternyata bukan cuman anggur yang memiliki kandungan antosianin didalamnya seperti blueberry, ceri, blackberry, blackcurrant juga memiliki kandungan antosianin namun jumlahnya tidak lebih banyak daripada wine dan jus anggur.

Studi yang dilakukan ini telah melibatkan 25.000 responden pria. Mereka yang terpilih adalah yang ruting mengkonsumsi makanan yang mengandung flavonoid dari berbagai sumber. Jumlah flavonoid yang mereka konsumsi diambil dari perhitungan kursioner yang mereka isi.

Lalu penelitian menyimpulkan bahwa, pria yang berusia dibawah 70 tahun yang melakukan diet flavonoid ternyata lebih tahan terhadap impoten. Dengan kata lain, pria yang rutin mengkonsumsi kandungan flavonoid pada makanan atau minumannya dapat menurunkan resiko terkena disfungsi ereksi. Atau secara tidak langsung efek dari red wine sama dengan viagra.

Jenis wine yang mengandung antosianin tinggi, yaitu yang berasal dari anggur jenis :

  • Varietas petite sirah
  • Tannat
  • Aglianico
  • Carbenet sauvignon

Itulah efek yang bisa didapat dari wine, karena wine mengandung senyawa flavonoid yang bisa menurunkan resiko disfungsi ereksi.

Bila anda ingin mengatasi impoten, anda bisa berkonsultasi dengan dokter profesional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

Minuman Yang Menyebabkan Impoten

Faktor Fisik Penyebab Impoten

Gambar terkait

Faktor fisik menyebabkan pria mengalami impoten terbagi menjadi dua, yaitu faktor fisik yang berhubungan dengan penyakit dalam tubuh dan faktor fisik yang tidak berhubungan dengan penyakit.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Untuk mendapatkan kepuasan seksual, pria sudah harus bisa mempertahankan ereksinya saat berhubungan seks. Sebab ketika mendapat gairah seks, saraf pada otak akan menanggapinya, lalu mengalirkan rangsangan melalui tulang belakang menuju penis. Dan pada proses tersebut, otot-otot rileks dan pembuluh darah akan melebar sehingga membuat aliran darah menuju penis menjadi lancar. Hasilnya ereksi yang didapat dengan keadaan optimal dan siap untuk berhubungan seks yang saling memuaskan.

Namun sayangnya, tidak semua berjalan dengan baik karena banyak faktor fisik yang bisa menyebabkan impoten. Beberapa penyakit kronis dan penggunaan obat-obat untuk penyakit tertentu juga menjadi penyebabnya. Faktor fisik penyebab lainnya adalah luka pada penis, cidera dan berbagai kondisi fisik lainnya.

Maka faktor fisik penyebab impoten terbagi menjadi dua, yaitu karena faktor fisik yang berhubungan dengan penyakit dan yang tidak berhubungan dengan penyakit.

  1. Faktor fisik penyebab impoten yang berhubungan dengan penyakit
  • Penyakit diabetes

Penyakit kronis ini dapat merusak saraf dan pembuluh darah yang biasanya membantu dalam proses ereksi. Maka bila diabetes tidak terkontrol dengan baik akan meningkatkan resiko disfungsi ereksi pada pria.

  • Penyakit pembuluh darah

Penyakit tersebut dapat menghambat aliran darah menuju penis sehingga sulit untuk mendapatkan ereksi. Aterosklerosis, hipertensi, kolesterol tinggi adalah penyakit pembuluh darah yang menyebabkan disfungsi ereksi.

  • Kanker prostat

Sebenarnya kanker prostat tidak menyebab disfungsi ereksi, melainkan perawatan kanker prostatnya yang bisa menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi.

2. Faktor fisik penyebab impoten yang tidak berhubungan        dengan penyakit

  • Bedah atau operasi

Biasanya untuk operasi kanker prostat dan kanker kandung kemih dapat merusak saraf dan jaringan yang ada pada penis. Saraf dan jaringan tersebut dapat sangat diperlukan untuk proses ereksi, sehingga bila terjadi kerusakan pada bagian tersebut dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Biasanya disfungsi ereksi akibat bedah atau operasi dapat sembuh dengan sendirinya setalah sembuh atau 6-18 bulan setelah operasi. Tapi terkadang tidak juga bisa diatasi dan bahkan menjadi permanen.

  • Cedera

Cedera yang terjadi pada area panggul, kandung kemih, sumsum tulang belakang, penis yang memerlukan operasi dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

  • Pembesaran prostat

Pembesaran prostat yang terjadi secara alami karena bagian dari penuaan, mungkin akan menyebabkan disfungsi ereksi.

Itulah beberapa faktor fisik yang bisa menyebabkan pria mengalami impoten baik faktor fisik yang berhubungan dengan penyakit atau yang tidak.

Bila anda mengalami impoten dan ingin mengatasinya, anda bisa berkonsultasi dengan dokter profesional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

Penyakit Dibalik Impoten

Diagnosa Impoten

impoten

Langkah awal bila anda sudah mengenali gejala impoten adalah dengan diagnosa. Segeralah pergi ke dokter untuk mendiagnosa masalah tersebut, karena pada umumnya dokter akan mendiagnosa impoten dengan beberapa tahap.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten dapat disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, tertekan, ketakutan, cemas.

Pria yang memiliki resiko tinggi terkena impoten adalah pria yang sudah berusia lanjut. Namun sekarang banyak pria yang masih berusia 40 tahun sudah mengalami disfungsi ereksi dengan berbagai gejala, seperti diantaranya :

  • Ereksi lambat dan tidak optimal pada saat berhubungan seks, meskipun sudah menerima rangsangan.
  • Ereksi tidak bisa bertahan selama berhubungan seks, namun ereksi terjadi sampai saat dimulainya penetrasi.
  • Ereksi terjadi sangat singkat sehingga ejakulasi terjadi begitu cepat saat berhubungan seks.
  • Ereksi terjadi selama berhubungan seks hingga ejakulasi, namun ereksi akan menurun setelahnya.

Bila anda sudah mengalami gejala-gejala disfungsi ereksi seperti diatas, maka langkah awalnya adalah mendiagnosa. Anda bisa berkunjung ke dokter untuk mendiagnosa masalah tersebut, karena dokter pada umumnya akan mendiagnosa impoten dengan berbagai tahapan, seperti :

  1. Riwayat penyakit

Biasanya dokter harus mengetahui tentang riwayat penyakit dan kehidupan seks yang pernah anda alami, serta apa saja pengobatan yang anda lakukan.

2. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mendiagnosa impoten dengan memeriksa fisik secara menyeluruh. Dimulai dari bentuk badan, kulit, prostat dan genitalnya.

3. Pemeriksaan laboratorium

Pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah, urine, gula darah, dan pemeriksaan terhadap hormon testosteron serta serotonin dalam tubuh.

4. Pemeriksaan tekanan darah pada penis

Dengan memeriksa tekanan darah pada penis, maka dokter bisa memulai langkah berikutnya adalah penobatan. Namun pemerikasaan ini bisa dilakukan setalah beberapa tahapan diatas.

5. Arteriografi pupendal

Untuk mengertahui pria mengalami vaskuler insufisiensi, dokter biasanya melakukan metode ini. Karena dengan metode diagnosa ini bisa mengetahui apakah ada kelainan pembuluh pada penis.

6. Pemeriksaan NPT

Nocturnal Penile Tunescense (NPT) bertujuan untuk mengetahui impoten dengan jenis organik atau pshyogenic.

Diagnosa ini bertujuan untuk mengambil tindakan yang tepat terhadap pengobatan masalah seksual ini dan ketahuilah berbagai gejalanya.

Bila sudah mengalami gejalanya, anda bisa berkonsultasi dengan dokter profesional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

https://kliniklelaki.com/gejala-impoten-2/

Faktor Resiko Pria Mengalami Impoten

impoten

Yang bisa menyebabkan pria mengalami impoten pada umumnya hanya karena penyakit fisik dan psikologi. Namun ada faktor resiko yang bisa semakin menambah pria bisa mengalami impoten.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten dapat disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, tertekan, ketakutan, cemas.

Bangkitnya gairah seksual pria merupakan suatu proses yang kompleks yang melibatkan otak, hormon, emosi, saraf, otot, dan saluran darah. Maka impoten bisa terjadi akibat dari masalah dari salah satu komples tersebut.

Perubahan fungsi ereksi umum dan normal seiring dengan berjalannya usia. Karena biasanya ereksi akan lebih lama untuk mengeras, atau harus lebih banyak menerima stimulasi langsung, dan orgasme akan kurang optimal. Namun disfungsi ereksi bukan merupakan konsekuensi yang tidak bisa dipungkiri dari penuaan.

Namun, terdapat juga faktor resiko yang bisa pria mengalami disfungsi ereksi :

  • Umur

Disfungsi ereksi paling umum terjadi pada pria yang sudah berusia 65 tahun keatas. Sekitar 5% pria yang berusia 40 tahun yang mengalaminya dan 15-25% dari pria yang berusia 65 tahun keatas mengalami disfungsi ereksi dengan berbagai tingkatan.

  • Merokok dan alkohol

Merokok dan meminum alkohol, kedua kebiasaan tersebut bisa menyebabkan berbagai penyakit dan bisa meningkatkan resiko pria mengalami disfungsi ereksi.

Pria yang menjalani gaya hidup yang tidak sehat seperti ini bisa meningkatkan resiko pria mengalami disfungsi ereksi. Dan dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung flavonoid seperti blueberry.

  • Konsumsi obat

Konsumsi obat-obatan tertentu seperti obat antidepresan, antihistamin, dan obat untuk tekanan darah bisa meningkatkan resiko pria mengalami disfungsi ereksi.

Karena beberapa obat-obatan tersebut dapat mempengaruhi hormon, saraf, dan sirkulasi darah yang bisa meningkatkan resiko disfungsi ereksi. Maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter mengenai efek sampingnya.

Itulah beberapa resiko yang bisa meningkatkan pria mengalami impoten. Namun anda bisa mengatasi impoten dengan berkonsultasi dengan dokter profesional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

Cara Mencegah Impoten

Impoten Menjelang Usia 50 Tahun, Normalkah ?

impoten

Pada kenyataannya, kinerja seksual pada usia menjelang 50 tahun tidaklah begitu sulit. Berikut segala sesuatu yang perlu anda ketahui tentang impoten dan masalah kinerja seks pria.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten dapat disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, tertekan, cemas, ketakutan.

Berdasarkan mitos yang beredar dimasyarakat umum, mungkin setiap pria didunia akan mengalami impoten pada saat usia menjelang 50 tahun. Yang sebelumnya hubungan seks seperti layaknya latihan sepak bola atau basket, namun sekarang terasa seperti sedang latihan hiking. Namun pada kenyataannya kinerja seks pada saat usia menjelang 50 tahun tidaklah seperti itu, maka anda seharusnya mengetahui segala hal tentang disfungsi ereksi dan masalah kinerja seks.

Semakin bertambahnya usia, satu hal yang tak akan berubah yaitu kemampuan menikmati rangsangan seksual. Meskipun banyak informasi yang beredar bahwa masalah seks akan muncul ketika usia menjelang 50 tahun. Dan sebenarnya masalah seksual seperti impoten dapat disebabkan oleh beberapa faktor.

Masalah seksual seperti impoten mungkin akan dialami oleh pria yang usianya menjelang 50 tahun, namun apakah semua pria mengalaminya ?

Tentu saja tidak, karena menurut peneliti pria yang berusia 50-64 tahun, sepertiganya mengalami disfungsi ereksi saja. Sementara pria yang berusia 65-85 tahun sekitar 44% mengalami disfungsi ereksi. Maka lebih wajar bagi pria yang sudah berusia tua namun lebih dari setengahnya pun tidak mengalaminya.

Karena ketika usia menjelang 50 tahun kemampuan ereksi akan secaa bertahap menurun, bahkan pada pria yang sering merokok dan mengkonsumsi alkohol akan terjadi lebih cepat. Perubahan tersebut banyak menganggap pria mengalami impoten, tetapi jika anda masih dapat meningkatkan selama masturbasi walau tidak sekeras saat muda, maka anda bukan sedang mengalami disfungsi ereksi melainkan sedang mengalami ketidakpuasan ereksi.

Maka keitka pria berusia 50 tahun perubahan dalam hal ereksi merupakan hal yang normal yang tidak bisa dihindari karena faktor hormonal yang sudah berkurang. Namun dengan menjalani gaya hidup yang sehat bisa menunda masalah tersebut terjadi seperti mengkonsumsi makanan-makanan sehat, rajin berolahraga, dan berhubungan seks saat energi masih ada.

Namun bila anda ingin mengatasi impoten yang sudah anda alami, anda bisa berkonsultasi dengan dokter profesional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Bisa juga baca :

Faktor Usia Penyebab Impoten