Impoten Akibat Gejala Metabolik Sindroma

impoten

Mungkin Anda semua cukup asik dengan istilah sindroma metabolik yang merupakan sekumpulan gejala yang bisa ditemui pada beberapa pria yang memiliki masalah dengan kegemukan. Ternyata sindroma metabolik ini adalah salah satu faktor risiko tertinggi sebagai penyebab impoten. Hampir sepertiga dari total pasien kami yang mengalami impotensi pada usia diatas 40 tahun, memiliki masalah dengan sindroma metabolik. Apa persisnya sindroma ini? Simak terus!

Definisi sederhana dari sindroma metabolik adalah sekumpulan gejala medis penyebab impoten yang meliputi:
1. Obesitas atau kegemukan berupa akumulasi lemak di sekitar perut
2. Peningkatan dari tekanan darah
3. Tingginya kadar gula darah puasa
4. Kadar trigliserida yang meningkat
5. Dan tingginya kadar kolesterol jahat (LDL)

Pria dengan kelima gejala diatas, sudah hampir dipastikan memiliki risiko tinggi terhadap beberapa penyakit metabolik, diantaranya PJK (Penyakit Jantung Koroner) dan diabetes. Sudah dapat dipastikan bahwa kadar lemak darah dan gula yang tinggi di dalam darah merupakan faktor risiko terhadap kerusakan pembuluh darah di penis yang berujung pada impoten.

Untuk itu bila Anda merasakan memiliki 5 gejala yang disebut diatas kami sangat menyarankan untuk memulai berkonsultasi ke dokter dan bila perlu melakukan sejumlah perubahan gaya hidup dan memperbanyak olahraga untuk menurunkan risiko terhadap penyakit PJK dan diabetes yang bisa berujung pada impoten.

klinik Lelaki

Diabetes dan Impoten

impotensi dan ejakulasi dini

Beberapa dari pasien kami mengalami suatu penyakit metabolik, salah satunya adalah Diabetes atau yang lebih sering dikenal juga sebagai penyakit kencing manis, dimana umumnya adalah diabet tipe 2, akibat kekurangan dari hormon Insulin, sehingga tubuh tidak mampu mengurangi kadar gula dalam darah yang sangat tinggi untuk digunakan oleh sel-sel tubuh dengan optimal hingga diabetes penyebab impoten.

Sejauh ini Diabetes penyebab impoten masih menjadi momok atau musuh para pria, karena kecenderungan pria mendapatkan gangguan ereksi berupa impoten pada penderita Diabetes akan lebih dini yaitu 10-15 tahun lebih cepat. Penderita impoten dengan diabetes akan lebih banyak ditemui pada usia 40 tahun keatas, dengan jumlah 50-60% dari seluruh total populasi pria di dunia.

Adapun mekanisme yang terjadi pada penderita impoten dengan diabet sangatlah kompleks, namun penderita diabet akan mengalami suatu kerusakan dari dinding pembuluh darah, sehingga berpotensi menyebabkan penumpukan plak lemak yang berujung pada penyumbatan sehingga aliran darah ke penis menjadi tidak lancar dan muncul impotensi. Bila Anda mengalami Diabetes, ada baiknya mengontrol kadar gula darah Anda dengan baik, dan pastikan berkonsultasi kepada dokter yang tepat untuk masalah gangguan ereksi yang mungkin akan terjadi lebih dini.

Klinik lelaki

Impoten bisa Di Tandai Matinya Ereksi Saat Berhubungan

impotenSalah satu pasien kami mengeluhkan bahwa dalam 2 bulan terakhir ketika ia melakukan hubungan seks dengan istrinya, sering mengeluhkan bahwa tiba-tiba di tengah hubungan sering mati ereksi secara tiba-tiba, dan hal ini tentunya amat sangat menganggu performa dan kepercayaan diri si pasien. Kenapa kah hal ini bisa terjadi? Apakah ini impoten?

Seperti yang disebutkan dalam artikel-artikel sebelumnya bahwa ada beberapa kategori yang menentukan adanya disfungsi ereksi atau impotensi, salah satunya adalah ereksi yang terlalu singkat atau cepat. Ya betul, ereksi yang terlalu singkat ini bisa saja terjadi pada saat sebelum atau di tengah berhubungan seks, dan ini merupakan salah satu gejala dari disfungsi seksual pria yaitu impoten. Walaupun memang pada awalnya beberapa pasien merasakan masih bisa ereksi, sebagian berkata bahwa ereksinya masih cukup keras atau memadai, atau sebagian mengatakan bahwa ada juga yang kurang keras, gejala-gejala ini menandakan positif terhadap disfungsi ereksi.

Kalaupun Anda merasakan demikian, ada baiknya Anda segera berkonsultasi kepada dokter yang tepat untuk mendapatkan terapi atau pengobatan impoten yang tepat pula. Ingat masalah ini bukan hanya Anda saja yang merasakan, tetapi sudah banyak pria yang demikian seperti ini, dan dengan adanya Klinik Lelaki, sudah cukup banyak juga yang terbantu dan mendapatkan solusi.

Impoten Bisa Terjadi Di Usia Muda

ejakulasi diniImpoten atau disfungsi ereksi pada umumnya dialami oleh pria pada usia dewasa tua, yaitu rata-rata diatas 40 tahun, namun ada kalanya masalah ini bisa dialami oleh pria dengan usia muda. Data di kami kurang lebih sebanyak 12-15% dari total keseluruhan pasien kami adalah pria muda dari usia 20-40 tahun yang sudah mengalami impotensi. Lalu apakah penyebabnya? Simak terus!

Syarat untuk terjadinya suatu ereksi yang optimal harus dibutuhkan 3 komponen ini: hormon, pembuluh darah, dan saraf, dimana ketiganya harus dalam keadaan baik. Selain itu faktor lainnya seperti psikis juga bisa bermain peranan yang cukup besar dalam proses terjadinya ereksi yang baik atau impoten.

Pada usia muda, masalah impotensi mungkin saja dapat terjadi. Penyebab tersering diantaranya adalah masalah psikis akibat stres ataupun depresi, penyebab lainnya adalah misal konsumsi obat-obatan masalah kejiwaan, serta penyakit-penyakit yang memungkinkan terjadinya onset impoten di usia muda diantaranya adalah Multiple Sclerosis dan penyakit ginjal.

Ejakulasi Dini dan Orgasme Wanita

ejakulasi dini

Kenapa dinamakan ejakulasi dini? Ya karena gangguan seksual terbanyak pada pria ini berasosiasi dengan kemampuan wanita untuk mendapatkan orgasme atau klimaks pada saat berhubungan seks. Di Indonesia, seks masih menjadi salah satu topik yang tabu untuk dibahas secara umum atau dibicarakan dengan kerabat atau saudara, sehingga tidak heran di Indonesia menurut survey terdapat kurang lebih 30% dari seluruh total populasi wanita di negeri ini yang belum pernah mendapatkan orgasme, atau bahkan tidak tahu sama sekali. Hal ini bisa dikaitkan dengan pendidikan seks yang kurang memadai, atau salah satunya akibat disfungsi seks pria yaitu ejakulasi dini.

Kemampuan wanita untuk mendapatkan orgasme atau klimaks rata-rata adalah di angka 4-8 menit ketika melakukan hubungan seks. Umumnya pria mampu mengendalikan kapan dia hendak ejakulasi hingga bila diambil rata-rata pria yang mampu bertahan diatas 5 menit setelah terjadinya penetrasi, biasanya sudah optimal untuk memberikan pasangan wanitanya kepuasan mencapai orgasme,jika tidak mencapai waktu tersebut si pria menderita ejakulasi dini dan si wanita tidak mendapatkan orgasmenya.

Pria dengan ejakulasi dini rata-rata tidak mampu bertahan untuk mencapai ejakulasi diatas 5 menit, sehingga kerap mendapatkan keluhan dari istrinya karena belum klimaks. Situasi seperti ini bisa membuat pria menjadi kurang percaya diri, atau bahkan pada akhirnya bisa membuat stres karena tidak mampu memuaskan pasangannya.

Klinik Lelaki

Ejakulasi Dini Karena Kebiasaan Onani?

ejakulasi dini

Ya betul, testosteron atau hormon pada pria ini bisa disebut juga sebagai hormon yang membuat pria menjadi mesin seks. Sehingga tidak heran bila kebutuhan seks pada pria cenderung lebih tinggi dibandingkan pada wanita. Alaminya, pria mampu mengeksplorasi organ seks salah satunya yaitu dengan onani. Atau lebih disebut juga secara umum sebagai masturbasi. Kejadian ejakulasi dini sering dikaitkan dengan kebiasaan onani yang terlalu sering di masa muda, benarkah itu?

Penyebab ejakulasi dini karena kebiasaan onani ?

Sejauh ini memang beberapa ahli masih menyimpulkan bahwa kebiasaan onani menyebabkan ejakulasi dini karena hal dibawah ini:

  1. Ketika masih remaja onani harus dilakukan terburu-buru agar tidak ketahuan orang tua, sehingga menjadikan “cepat keluar” sebagai kebiasaan hingga ke kehidupan masa pernikahan
  2. Kebiasaan onani menggunakan tangan menjadikan kulit penis menjadi sangat tipis, sehingga menjadi lebih sensitif.

Namun teori tersebut sejauh ini hanya sebatas hipotesis, alias teori yang belum dipatenkan secara pasti. Sejauh ini masih dianut teori genetika bahwa ejakulasi dini cenderung diturunkan dari orang tuanya. Hal ini menyangkut adanya kelainan dari organ di dalam otak yang dikenal sebagai Nukleus Paragigantoselulare yang bertanggungjawab dalam produksi senyawa kimia otak yang dikenal juga sebagai Serotonin. Kelainan disini menyebabkan produksi Serotonin berkurang sehingga akibatnya penis menjadi lebih sensitif ketika berhubungan seksual dengan pasangan, pria dengan ejakulasi mengeluhkan bahwa “mudah terasa geli” dan cepat ejakulasi.

Pengobatan untuk menambah asupan Serotonin di otak, selama ini para ahli kedokteran Andrologi masih berkesimpulan adalah pengobatan yang paling efektif. Untuk itu bila Anda merasa sudah ejakulasi kurang dari 5 menit, ada baiknya segera ke dokter untuk berkonsultasi serta berobat.

Ejakulasi Dini:Gangguan Seksual Pria Terbanyak

ejakulasi dini

Tidaklah heran hampir kurang lebih 80% pasien pria yang datang dengan masalah seksual adalah lagi-lagi karena ejakulasi dini. Studi juga mengatakan dari penelitian yang dilakukan oleh Journal of the American Medical Association, bahwa sebanyak 21% dari 1410 pria umur 18-59 tahun menyatakan bahwa mereka memiliki ejakulasi. Bahkan studi lain mengatakan bahwa gangguan ini mencapai 75% dari total keseluruhan responden yang mereka teliti.

Jon L. Pryor, profesor bagian urologi fakultas kedokteran Universitas Minnesota mengatakan bahwa setiap pria pada kenyataannya mengalami ejakulasi dini sebanyak satu kali dalam hidupnya, namun pada penderita ejakulasi primer, gangguan ini sudah dirasakan semenjak pertama kali ia berhubungan seks.

Sejauh ini penyebab ejakulasi dini telah diketahui karena adanya faktor stres psikis akibat masalah pekerjaan atau hubungan dengan pasangan atau bahkan efek samping dari obat-obatan gangguan jiwa yang dikonsumsi dalam jangka waktu yang panjang. Selain itu kondisi kejiwaan yang paling banyak menyebabkan gangguan demikian adalah pada OCD (Obsessive Compulsive Disorder).

Kondisi penyakit lainnya seperti pada infeksi saluran kemih yang berkomplikasi pada prostatitis (peradangan prostat), dan salah satunya yang masih dianut adalah akibat kelainan genetika yaitu pada organ di dalam otak tepatnya di Nukleus Paragigantoselulare, dimana penderitanya mengalami kekurangan produksi dari senyawa neurotransmitter (kimia otak) yang dikenal juga sebagai Serotonin.Jika anda mengalami ejakulasi dini jangan ragu untuk segera berkonsultasi ke dokter Klinik lelaki.