Benarkah Kristal Anti Ejakulasi Dini Ampuh?


Akhir-akhir ini bermunculan pengobatan ejakulasi dini seperti dengan kristal anti ejakulasi dini.

Ejakulasi dini merupakan mimpi buruk bagi pria. Alih-alih ingin memuaskan pasangan ketika berhubungan intim malah cemberut seharian.

Dampak paling buruk dari ejakulasi dini selain istri  cemberut, istri  Anda kemungkinan besar akan berselingkuh untuk mencari kepuasan di luar rumah. Karena untuk memperoleh kenikmatan dan kebutuhan biologis, tidak dia dapatkan dari Anda.

Ada banyak cara untuk mengobati ejakulasi dini ini Ada dengan teknik pijat, dengan obat, tisu dan yang sedang viral akhir-akhir ini yaitu dengan kristal ejakulasi dini.

Kristal Anti Ejakulasi Dini, memang bisa mengobati?

Kristal Anti Ejakulasi Dini merupakan sarana spiritual berupa kristal yang dipercaya mengandung energi penyembuhan dan juga pengasihan. Energi pengasihan dan energi penyembuhannya sangat efektif untuk mengembalikan gairah seksual, serta membantu mengatasi masalah ejakulasi dini yang di alami.

Kristal Anti Ejakulasi Dini dipercaya bekerja dengan cara menstimulasi titik titik energi pada tubuh. Khususnya cakra seks dan cakra mahkota. Selain itu energi kristal ini juga berfungsi untuk membantu memperlancar aliran energi serta aliran darah dan sistem metabolisme pada tubuh. Khususnya aliran darah pada penis, dengan begitu penis pun bisa ereksi dengan maksimal.

Namun, sampai saat ini belum ada penelitian yang mengatakan kristal ini dapat mengatasi ejakulasi dini, oleh karena itu kristal ini tidak dapat di yakini sepenuhnya untuk mengobati masalah seksual seperti ejakulasi dini.

Pengobatan ejakulasi dini yang tepat dan aman yaitu dengan datang ke Dokter spesialis masalah seksual ini seperti di klinik lelaki. Klinik lelaki sudah mengobati  puluhan ribu penderita ejakulasi dini baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan hasilnya pun sangat memuaskan. Anda ingin berpotensi gagah kembali dalam 3 hari? Tidak percaya? Buktikan saja sendiri!

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segera tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

sperma berwarna

Sperma Berwarna? Kenali Warna dan Kondisi Sperma yang Sehat

sperma berwarna

Sperma yang sehat pada umumnya berwarna putih keabu-abuan seperti warna awan di langit. Namun warna ini bisa berubah disebabkan oleh beberapa hal. ada sperma yang berubah warna menjadi kemerah-merahan, kuning, atau tidak berwarna/ bening.

Sperma berwarna putih

Sperma yang putih seperti awan adalah warna yang normal. ini menunjukkan  bahwa adanya sel sperma yang cukup yang terkandung di dalam air mani yang keluar saat ejakulasi.

Sperma akan tetap dalam kondisi ini sebelum mencair selama sekitar 30 menit terkena udara bebas. Sperma yang berwarna putih ini menunjukkan  bahwa testtis berfungsi dengan normal.

Sperma berwarna merah

Sperma yang berwarna merah ini menunjukkan  adanya kandungan darah di dalam air mani yang keluar saat ejakulasi. Hal ini biasa dinamakan dengan hematospermia. Hematospermia ini menunjukkan adanya luka di dalam tubuh yang bisa saja disebabkan oleh gejala penyakit seks menular, seperti; klamidia, gonore, atau adanya bakteri yang menyerang sistem reproduksi seorang pria.

Sperma berwarna kuning

Sperma berwarna kuning biasanya terjadi ketika seorang pria terlalu cepat mengalami ejakulasi sehingga sperma keluar di awal aktivitas seksual. Hal ini bukanlah masalah yang serius jika hanya terjadi sesekali.

Namun jika kondisi ini terjadi terus menerus, ada kemungkinan sperma berwarna kuning disebabkan oleh kandungan sel darah putih yang terlalu tinggi. Hal ini dinamakan Leukocytospermia. Jika hal ini terjadi pada anda, biasanya ada gejala fisik lain yang menyertai. Segera konsultasikan ke dokter.

Sperma tidak berwarna/bening

Sperma tidak berwarna menunjukkan bahwa kurangnya sel sperma yang terdapat di dalam air mani yang keluar saat ejakulasi. Hal ini normal terjadi jika anda terlalu sering berhubungan seksual sehingga jumlah sperma yang diproduksi belum mencapai batas normal ketika ejakulasi terjadi.

Namun apabila anda selalu mengalami mani bening meskipun jarang berhubungan seks maka anda perlu segera berkonsultasi ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat.

Penyebab perubahan warna sperma

Secara umum ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan perubahan warna pada sperma seseorang.

  1. pola makan
  2. urine bercampur sperma
  3. penyakit kuning
  4. infeksi prostat
  5. leukocytospermia

Jika air mani anda saat ejakulasi tidak berwarna putih terus menerus dalam waktu yang lama. Sebaiknya anda segera menemui dan berkonsultasi ke dokter terkait agar mendapatkan penanganan medis yang tepat dan segera memperbaiki kesehatan organ seksual anda.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segera tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Premature Ejaculation, The Official Definition


Premature ejaculation, most people defines it as general as a quick ejaculation. Experts been trying to encapsulate all possible symptoms in one long sentence meaning.

One of the attempt to this was held in Amsterdam October 2007. In which an international panel of PE experts had a meeting to discuss the many possibilities. Unfortunately, the meeting lack of industrial representatives. Albeit of this, the results was quite satisfying and written on The International Society for Sexual Medicine (ISSM).

Quoting ISSM:

“ Premature ejaculation is a male sexual dysfunction characterized by ejaculation which always nearly always occurs prior to or within about one minute of vaginal penetration; inability to delay ejaculation on all nearly all vaginal penetrations; and negative personal consequences, such as distress, bother, frustration, and/or the avoidance of sexual intimacy.”

The definition above succeed to define PE for various way of sexual activities include non-vaginal penetration such as anal sex and self-service masturbation.

How Premature Ejaculation happened?

Even until today, the causes of this condition is still could not be point out. The most famous theory was that PE caused by a habit during adolescence. In which a male frequently doing a quick masturbation to avoid getting caught. Despite the fame it get, this one reason almost has no backing data to proof its credibility. Another attempt to define the cause of PE was some hypothesis. This include genetic condition, serotonin receptors and the increase of penile’s sensitivity .

Just as any other sexual dysfunction in men, people has to be more educated in this topic. In many scenarios, men tend to hide their condition due to social stigma. Premature ejaculation is real a health condition and no one should suffered alone. Seeking a medical treatment is no way at the same level as admitting that you are weak. It is indeed the opposite. Seeing a doctor is a way to say that you love yourself and the people around that you are willing to be better.

Knowing ED’s Characteristics In Your Partner

It could be a hassle to know whether your partner having ED’s characteristic or not. Erectile dysfunction could be one of a big bad wolf for a couple. This condition could be a threat for your household, disrupting your sexual life and harmony.

People have to educate themselves more about erectile dysfunction. ED won’t happened to those who has a healthy body and lifestyle. It is a secondary condition in which the main problem need to be taken care of first hand. That’s why doctor’s opinion and a thorough medical check-up is highly advisable.

It’s not a common fact but all men do having erectile dysfunction problem at least once in their life. But it should become a concern if this happened frequently for around three months. One of the stigma going around society is that ED is an embarrassing condition to have. Even when the characteristic isn’t that hard to be identified some men tend to hide it from their partner.

If you’ve been having hunches here and there but your partner refuse to tell you the truth, here are some characteristics that you can observe:

  • ED’s characteristics – Physically

    • If your partner’s length doesn’t get hard enough to do penetration during intercourse, sometimes even need the help of hand.
    • During an intercourse session, you somehow notice the different. Such as the duration of the erection is shorter and quicker. Or your partner’s penis suddenly goes slack during the move.
    • If your partner couldn’t get erect at all, definitely a red flag.
  • ED’s characteristics – Psychologically

    • You notice that your partner seems to have lower self-confidence to do sexual intercourse. One day, he politely declined for trivial reasons like busy with work. The next day he said tired. Another day he is not in the mood. When in fact he’s avoiding to have a steamy sessions with you for his erectile dysfunction problem.
    • You notice his emotion is all over the place. It might something with his work at the office or problem with his friends. And the constant dwell of his own mind stressed him out. This absolutely will affect his ability to perform well on the bed.

For someone it must be feel like the end of the world. But society in general must know that erectile dysfunction is a treatable condition. Remember to always be honest and open minded to your partner. Your support and love is what he need the most. Also, it is an important thing to keep your house and relationship together.

diabetes impotensi

AWAS!! Diabetes Bisa Menyebabkan Impotensi

diabetes impotensi

Impotensi dan diabetes sebenarnya adalah dua penyakit yang berbeda. namun pada dasarnya impotensi dan diabetes memiliki kesamaan yaitu sama-sama dengan kondisi aliran darah di dalam tubuh seseorang. oleh sebab itu impotensi bisa jadi pertanda awal seseorang terkena diabetes.

Penderita diabetes memiliki resiko impotensi 2x lipat.

Dicatut dari National Institute of Diabetes dan Digestive dan Kidney Diseases, pria diabetes dua kali lebih berisiko terkena impotensi daripada yang sehat. Kenapa ini bisa terjadi?

Pria yang menderita diabetes, kadar gula darahnya cenderung tidak stabil. Dan apabila hal ini dibiarkan begitu saja tanpa adanya pengobatan, maka lama-kelamaan pembuluh darah akan terpengaruh dan rusak. Pembuluh darah yang rusak ini akan menyebabkan aliran darah ke seluruh tubuh menjadi tidak lancar, termasuk juga aliran darah ke penis.

Dalam keadaan normal penis membutuhkan saraf yang sehat dan aliran darah segar yang lancar untuk dapat ereksi, pada penderita diabetes hal ini tidak dapat terjadi karena aliran darah menjadi tidak lancar.

Impotensi juga berkaitan dengan komplikasi diabetes lainnya

Penderita diabetes dengan komplikasi tekanan darah tinggi dan penyakit jantung juga berkaitan dengan impotensi. ini disebabkan penyakit-penyakit ini memiliki sumber masalah yang sama yaitu masalah peredaran darah, demikian halnya juga dengan impotensi.

Selain itu faktor stres dan kepercayaan diri yang dialami oleh penderita diabetes juga dapat memperparah impotensi yang dialami oleh penderitanya.

Apa saja faktor risiko penyakit impotensi pada pria?

Selain gula darah tinggi, nyatanya penyakit impotensi pada pria dapat dipicu oleh banyak faktor. Beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini di antaranya:

  • Obesitas alias kegemukan
  • Pola makan yang buruk, misalnya tinggi gula dan lemak
  • Malas gerak, termasuk malas olahraga dan melakukan aktitivitas fisik
  • Merokok
  • Minum alkohol secara berlebihan
  • Tekanan darah yang tidak terkendali
  • Minuman obat tertentu yang berhubungan dengan gangguan ereksi

Bagaimana cara mengatasi kondisi ini?

Ada perubahan gaya hidup yang tidak hanya membantu Anda mengatasi diabetes, tetapi juga untuk menurunkan risiko disfungsi ereksi. Perubahan gaya hidup ini meliputi:

  • Menjaga asupan makanan. Makan makanan sehat yang kaya serat serta nutrisi lainnya akan membantu Anda untuk mengontrol kadar gula darah dan mencegah terjadinya kerusakan pembuluh darah dan saraf. Tak hanya itu, penerapan pola makan yang lebih sehat juga dapat meningkatkan energi dan suasana hati, yang keduanya memengaruhi bagaimana tubuh Anda mencapai atau mempertahankan ereksi saat berhubungan seksual.
  • Kurangi minum alkohol. Minum alkohol lebih dari dua gelas per hari dapat merusak pembuluh darah dan memperburuk gangguan ereksi yang Anda alami. Bahkan kondisi agak mabuk juga dapat membuat sulit untuk mencapai ereksi dan mengganggu fungsi seksual Anda secara menyeluruh.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat mempersempit pembuluh darah dan menurunkan kadar oksida nitrat. Keduanya mampu menurunkan aliran darah ke penis dan memperburuk gangguan ereksi yang Anda alami.
  • Perbanyak aktivitas fisik. Aktif bergerak, entah itu dengan olahraga secara rutin atau melakukan berbagai aktivitas fisik lainnya yang Anda sukai dapat membantu mengendalikan gula darah.
  • Cukupi waktu tidur Anda. Kelelahan sering berkaitan dengan masalah seksual. Memastikan Anda mendapatkan waktu tidur  yang cukup setiap malam akan membantu menurunkan risiko disfungsi ereksi.
  • Hindari stres. Stres mengganggu gairah seksual dan kemampuan Anda untuk mendapatkan ereksi. Olahraga, meditasi, atau hanya sekadar melakukan hobi yang Anda sukai dapat membantu Anda terhindar dari stres. Pada akhirnya kondisi tersebut dapat mengurangi risiko Anda mengalami disfungsi ereksi.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Beberapa pria mungkin merasa malu untuk menyampaikan masalah seksual yang mereka alami pada orang lain, termasuk dokter. Namun, membiarkan hal tersebut terus terjadi justru dapat memperburuk kondisi Anda. Oleh karena itu, jika Anda memiliki riwayat diabetes dan juga mengalami gangguan ereksi, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Dokter mungkin akan melakukan serangkaian pemeriksaan, mulai dari menanyakan riwayat kesehatan serta gejala yang Anda rasakan. Selain itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan menggunakan bantuan alat tertentu guna mencari penyebab dan memantapkan diagnosis yang cocok dengan kondisi Anda.

Bila diperlukan, dokter dapat meresepkan obat serta merujuk Anda ke seorang profesional yang mengkhususkan diri dalam masalah seksual. Ada beberapa pilihan pengobatan untuk disfungsi ereksi sehingga Anda bisa mendapatkan kehidupan seks yang normal. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segera tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.


Pria Impotensi Ternyata Beresiko Terkena Penyakit Jantung, dan Bagaimana Cara Pencegahannya.


Disfungsi ereksi atau dengan kata lain impotensi adalah momok yang menakutkan bagi pria. Disfungsi ereksi adalah suatu kondisi dimana seorang pria mangalami kesulitan  untuk mencapai ereksi (menegangnya penis).

Ternyata, selain mempegaruhi kemampuan pria ketika berhubungan seksual, impotensi bisa juga membuat anda lebih beresiko mengalami penyakit jantung. Bagaimana sebenarnya impotensi mampu meningkatkan resiko pria menalami penyakit jantung? Kita akan bahas penjelasannya serta bagimana cara pencegahan penyakit jantung d bawah ini.

Apa saja yang menyebabkan impotensi (disfungsi ereksi)?

Agar penis bis ereksi, aliran darah harus bisa masuk ke dalam penis dengan lancar. Aliran darah ini akan membuat penis terisi dan membuat penis menjadi keras dan padat. Sementera itu pria yang mengalami impoten, aliran darah ke dalam penisnya tidak lancar sehingga penis tidak menjadi keras dan padat sebagaimana mestinya.

Pada umumnya kasus impoten yang terjadi hanya sesekali tidaklah menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Bisa jadi kasus impotensi yang anda alami disebabkan oleh kelelahan, adanya perasaan cemas atau stress dikarenakan pekerjaan. Namun apabila sering mengalami impotensi atau bahkan penis anda sama sekali tidak bisa ereksi, ada kemungkinan anda memiliki gangguan fungis jantung.

Bagaimana impotensi dapat menyebabkan penyakit jantung?

Sebenarnya bukan impotensi yang menyebabkan seseorang berisiko penyakit jantung. Namun secara umum impotensi dan penyakit jantung memiliki keterkaitan yang erat dengan pembuluh darah. Maka dari itu, biasanya pria yang mengalami penyakit jantung juga cenderung memiliki masalah untuk dapat mencapai ereksi.

Hal ini dijelasakn oleh Patrick J. Skerret dari Harverd Medical School, bahwa sulit erksi salah satunya disebabkan oleh aterosklerosis. Aterosklerosis ini adalah kondisi dimana terjadinya penyempitan atau pengerasan pembuluh darah yang disebabkan oleh adanya penumpukan plak.

Penumpukan plak ini apabila terjadi di arteri coroner dapat menyebabkan terjadinya nyeri dada (angina) atau bahkan serangan jantung. Sementara itu apabila penumpukan plak ini terjadi di daerah otak maka kemungkinan yang terjadi adalah orang itu terkena stroke atau pikun.

Selain itu penumpukan plak juga bisa terjadi di arteri yang menuju ke penis sehingga menyebabkan seseorang mengalami impotensi atau disfungsi ereksi. Hal ini lah yang dapat menjadi penanda adanya asteroklerosis yang juga dapat menyebabkan adanya resiko penyekit jantung pada pria yang menderita impotensi.

Lalu bagaimana cara pencegahannya?

Apabila anda mengalami disfungsi ereksi, jangan langsung panik. Impotensi atau disfungsi ereksi tidak serta merta berarti anda mengidap penyakit jantung. Namun ini adalah sebuah pengingat agar anda mulai memperhatikan kesehatan anda. Anda tentunya masih bisa berupaya untuk mencegah agar tidak terkena penyakit jantung. Beberapa cara yang bisa anda lakukan antara lain dengan berhenti merokok, berolahraga teratur dan menjaga berat badan ideal.

Selain itu sebaiknya anda juga berkonsultasi ke dokter untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi yang anda miliki serta mengecek kesehatan janutng anda. Dengan berkonsultasi ke dokter sesegera mungkin anda akan mampu mencegah kemungkinan buruk agar tidak terjadi.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segera tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Why Rain and Love are best friends?

Winter brings rain and just as the winter come, come also the desire to make love. Instead of focusing on the chilly and windy weather that a winter brought, you should use this moment to be closer and steamier with your partner.

Believe it or not, but there are this saying that people tend to fall in love during winter than any other seasons. A research done in United States results in 80% of adults in the country doing sexual intercourse when the rain is falling. And yes, that even includes during when the lightning storm strikes. Another study which was funded by Trojan (a condom company), they found that 83% American says that ‘raining is the best time to have sexual intercourse with their partner’.

Here are some reasons why making love during rain feels more special than any other time.

  1. It’s a common knowledge that cuddling when the rain is pouring outside is the best time ever. Talking about nothing and everything while transferring each other’s body heat to stay warm.
  2. For a long-time couple, sometimes making love is just like any other daily activity. Went by just like that without a second thought. So here comes the special occasion, which is when the rain is pouring. Moreover at weekend nights, when the romance is free flowing in the air.

Aside from those two, there are lots of physical and health benefits from a steamy sessions during winter, clinically proven so. Here are some of them:

  • To drive away the cold

It is believed that when you are doing intercourse, especially during rainy season your body released Immunoglobulin (IgA). This is the type of hormone which able to increase the body’s immune system to fight against cold virus.

  • Natural anti-depressant

Sexual activity is good for our health and body condition as a whole. Its releases negative thoughts from your head while doing something fun. Here’s why a routine quality intercourse is highly advisable.

  • Help your body to stay fit

Indirectly, your body will stay in its healthy peak condition if you feel happy and content. Here’s also the feeling when you have a good sex with your partner, cause of the endorphin release.

Those are some of the benefits that you’ll get by having intercourses during rainy season. But all those fun would be futile if you have erectile dysfunction. Talk to a doctor or a medical specialist if you’re having symptoms of erectile dysfunction. Lots of men underestimate their condition, self-diagnosed, and even buy pills without prescriptions. As a secondary condition, ED is very likely to be treated as the main disease that causing it in the first place. Here’s why having professional opinions is very advisable.


Benarkah Perempuan Bisa Hamil Setelah Berenang Bersama Pria?


Akhir-akhir ini Indonesia diramaikan dengan pernyataan Komisioner KPAI bahwa perempuan bisa hamil setelah berenang dengan pria yang ejakulasi di dalam kolam renang. Namun apakah benar?

Nama anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Sitti Hikmawatty menjadi pembicaraan publik sejak pekan lalu. Ia menjadi kontroversi sebab pernyataannya yang dikutip media massa terkait risiko perempuan hamil setelah berenang di kolam renang yang tercampur dengan pria.

Pernyataan itu mendapat banyak reaksi negatif dari publik karena disebut tidak masuk akal. Terlebih, banyak pihak yang membandingkan jabatan Sitti sebagai komisioner KPAI dengan pernyataannya tersebut.

Apakah benar pernyataan komisioner Komisioner KPAI tersebut? Kita cari tahu!

1. Sperma Bergerak Lambat

Secara teknis, jika dilihat dari ukurannya, sperma bisa bergerak cepat. Faktanya, sperma bergerak sangat lambat. Kekuatan awal ejakulasi adalah sekitar 10 mil per jam (di luar air), namun itu hanya berlangsung dalam hitungan detik saja, dan setelah itu kemampuannya menghilang. Kecepatan sperma di luar tubuh, faktanya bergerak sangat lambat, bahkan untuk mencapai jarak 15-20 cm saja butuh waktu sekitar 1 jam. Namun, begitu sperma keluar dari tubuh dan terkena udara luar, seluruh kemampuannya akan berkurang bahkan menghilang.

2. Kolam renang adalah lingkungan yang tidak bersahabat bagi sperma atau air mani pria.

Sperma dapat hidup hingga berjam-jam di luar tubuh manusia, itu benar. Namun, hanya dalam kondisi optimal. Kolam renang sendiri tidak memberikan kondisi optimal. Sebaliknya, kolam renang sangat tidak bersahabat dengan sel sperma yang rapuh. Air di kolam renang biasanya dirawat dengan bahan kimia agar tetap jernih dan bersih, dan suhunya terlalu hangat untuk sperma. Ini berarti sperma hanya dapat hidup beberapa menit saja saat berada di air kolam.

3. Berbagai Rintangan Menghadang

Baju renang yang menutupi tubuh serta labia yang tertutup tidak akan bisa ditembus oleh sperma. Ditambah lagi penggunaan kontrasepsi oleh perempuan akan melindunginya dari kemungkinan hamil karena berenang di kolam renang bersama pria yang mengalami ejakulasi. Air kolam renang yang hangat dan juga kandungan bahan kimia (kaporit) di dalamnya, tentu saja bukan “lingkungan bersahabat” bagi sperma yang “tersesat”.

4. Perempuan Tak Selalu Subur

Perlu dicatat bahwa seorang perempuan hanya mengalami masa subur sekitar 25% dari siklus menstruasi mereka. Ini berarti jika cairan sperma berhasil menggagalkan semua poin sebelumnya yang hampir tidak mungkin itu, hanya memiliki peluang yang relatif sangat kecil yang mengakibatkan seorang perempuan jadi hamil.

Maka, pada dasarnya tidak mungkin bagi seorang perempuan bisa hamil hanya karena berenang di kolam yang sama dengan pria yang mengalami ejakulasi.

5. Tidak Punya Navigasi yang Baik

Banyak yang percaya cairan sperma memiliki suar “Homing” yang fantastis untuk memastikannya bergerak ke arah yang benar, seperti hiu mendeteksi aroma darah di lautan. Namun, itu tidak benar. Cairan sperma memiliki reseptor yang dapat membantu menemukan sel telur, tetapi ini hanya bekerja ketika sperma sudah sangat dekat dengan sel telur (dalam jarak per sekian milimeter). Di air kolam renang yang terbuka, maka cairan sperma tidak tahu arah yang harus ditujunya ke mana ia akan pergi.

Jadi dari keterangan-keterangan di atas sperma akan sulit untuk menyebabkan wanita hamil saat berenang di kolam renang bersama pria.

Di kutip dari Siti sudah melontarkan permintaan maaf atas pernyataannya tersebut. “Saya meminta maaf kepada publik karena memberikan statement yang tidak tepat. Statement tersebut adalah statement pribadi saya dan bukan dari KPAI,”

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segera tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.


Mitos atau Fakta Masturbasi Menyebabkan Jerawat?


Banyak pria atau mungkin salah satunya Anda yang beranggapan bahwa masturbasi dapat menyebabkan jerawat. Namun, apakah benar demikian?

Masturbasi adalah salah satu bagian dari kehidupan seks banyak orang, baik pria maupun wanita. Sebuah penelitian menyatakan bahwa 95 persen laki-laki dan 89 persen perempuan mengakui kalau mereka pernah melakukan masturbasi demi memenuhi kepuasan seksualnya. Tetapi konon katanya, terlalu sering masturbasi menyebabkan jerawat bermunculan pada wajah Anda.

Mitos atau Fakta Masturbasi menyebabkan jerawat?

Masturbasi merupakan hal yang normal dilakukan sewajarnya selagi tidak menghambat kegiatan seksualitas yang sebenarnya dan timbulnya gangguan pada kesehatan.

Ada berbagai alasan yang mendasari seseorang bermasturbasi, seperti memberikan kebahagiaan, kepuasan, sebagai cara untuk menghilangkan stres, ataupun untuk menyalurkan hasrat seksualnya, terutama bagi Anda yang belum menikah.

Lalu apakah ada hubungannya masturbasi dengan jerawat?  menurut Tsippora Shainhouse MD, seorang dokter kulit, mengatakan bahwa sebenarnya tidak ada hubungan antara masturbasi hingga bisa menyebabkan jerawat. Kemungkinannya karena hormon reproduksi khususnya testosteron dan Progesteron  yang meningkatkan produksi minyak pada wajah, dilansir dari Women’s Health.

Masturbasi memang bisa memicu naiknya kadar testosteron dalam tubuh seseorang. Akan tetapi tentunya, peningkatan ini tidak terlalu signifikan untuk menyebabkan jerawat, terutama karena kadar testosteron tersebut bisa menyusut normal kembali, setelah beberapa menit selesai melakukan masturbasi. Jadi, anggapan kalau masturbasi bisa memicu timbulnya jerawat itu hanya mitos.

Itu tadi jawaban tentang hubungan masturbasi dengan jerawat, dampak buruk yang pasti akan Anda dapat ketika masturbasi yang terlalu sering adalah ejakulasi dini. Mengapa masturbasi dapat menyebabkan ejakulasi dini? Jika terlalu sering melakukan masturbasi maka akan menderita ejakulasi dini karena otot sudah dilatih untuk menerima rangsangan yang sangat minim dengan respons yang maksimal.

Namun jika Anda sudah terlanjur terkena ejakulasi dini segera tanya dokter berpengalaman di Klinik Lelaki solusi tepercaya mengatasi Ejakulasi dini dan Impotensi.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segera tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Date Fruit To Treat Erectile Dysfunction

Date fruit, who would have guess that this middle-eastern fruit could be very beneficial to treat erectile dysfunction.

Erectile dysfunction or impotence is a condition in which a man could not maintain his vital’s erection during intercourse. And this happened frequently for about three months.

Generally, ED caused by two factors. First is one’s physical condition, whether he has a chronic disease that could generate impotence as its side effect. The diseases such as diabetes, hypertension and high cholesterol level. Secondly, one’s psychological condition, such as stress, depression, fear, worries and anxiety.

But worry not, people. Date fruit could be your savior.

Date fruit (Arab: تمر‎, Tamr; Latin name: Phoenix dactylifera) is an edible palmae plants (Arecaceae) part of Phoenix genus. Famous for its sweet meat taste and widely used to lots of recipe and flavoring.

So, how does date fruits help with erectile dysfunction?

There’s no special instruction on how to process this fruit for medical purpose. In fact, you don’t have to, all you need to do is consume them as snack. The dried dates has the most benefits and nutrition for those who has erectile dysfunction. It would be better if you make a habit to eat some of them every day as part of your daily routine.

Research says that men who consume date every day without a skip, they have a higher immune system and also higher sexual drive. The latter is one of positive effect that not many people know, but it is indeed possible. Since date fruits comprise zinc, magnesium and folic acid which very much needed to perform an optimal erection. All of this, of course, takes patient and perseverance.

Talk to a doctor or a medical specialist if you’re having symptoms of erectile dysfunction. Many men underestimate their condition, doing self-diagnose and even buy pills without prescriptions. As a secondary condition, ED should also be treated along the main disease that causing it in the first place. Here’s why having a professional opinions is very advisable.