7 Alasan Obat Kuat Tak Boleh Dikonsumsi Sembarangan

obat kuat, klinik lelaki

obat kuat, klinik lelaki

Banyak masyarakat awam yang berpikir bahwa, konsumsi obat kuat adalah satu-satunya jalan untuk mengobati masalah gangguan ereksi atau yang lebih dikenal juga sebagai impotensi, padahal sebenarnya, itu bukan solusi utama, dokter pun tidak akan serta merta langsung untuk meresepkan obat kuat bagi penderitanya, karena memang obat ini memiliki potensi toksik atau efek samping yang merugikan bagi yang mengonsumsinya, apalagi dikonsumsi tanpa pengawasan dokter yang ketat. Dalam artikel ini kami akan membahas 7 alasan kenapa obat kuat sebaiknya tidak dikonsumsi sembarangan.

Obat kuat yang beredar di masyarakat dan bisa dibeli langsung di Apotek, umumnya adalah dengan komposisi Sildenafil, Tadalafil, ataupun Vardenafil, yang efek utamanya adalah untuk mempertahankan ereksi, bukan menyebabkan orang lantas akan mendapatkan ereksi, hal ini karena kerja dari obat ini sebagai penghambat enzim yang membuat penis menjadi lemas ketika sedang ereksi. Adapun alasan-alasan kenapa Anda sebaiknya tidak mengonsumsinya tanpa pengawasan dokter, adalah sebagai berikut:

1. Merupakan obat keras.

Pasti Anda semua sudah tahu, bahwa obat kuat pada bungkusnya memiliki etiket berupa lingkaran merah, yang merupakan suatu ciri umum dari obat keras, yang harusnya dibeli oleh masyarakat menggunakan resep dari dokter dan tentunya perihal penggunaannya atau konsumsinya harus dengan pengawasan ketat dari dokter juga yang meresepkannya. Tapi, beberapa Apotek ada yang membiarkan masyarakat untuk mendapatkan obat ini tanpa resep dan bisa dibeli langsung begitu saja. Namun, setelah Anda membaca artikel ini, sebaiknya tidak dengan sengaja untuk membeli obat kuat sembarangan di Apotek, apalagi obat kuat ilegal yang biasanya banyak di pinggir jalan.

2. Memiliki efek samping berat.

Efek samping yang ditimbulkan bisa jadi dari yang ringan hingga yang paling berat berupa alergi, hingga henti jantung mendadak yang tentunya bisa menimbulkan kematian bagi yang mengonsumsinya tanpa pengawasan dari dokter.  Jadi setelah Anda tahu efek samping yang bisa membuat Anda mati konyol, sebaiknya jangan pernah mempertimbangkan untuk meminumnya, apalagi tidak diketahui riwayat kesehatan yang Anda miliki, yang tentunya berpotensi mematikan.

3. Banyak yang palsu.

Cukup banyak beredar obat kuat palsu yang diklaim impor dan berasal dari luar negeri dengan dosisi yang tidak sesuai dengan standar medis dan farmasi. Sebagai contoh, Tadalafil resmi yang beredar adalah 10 hingga 20 mg, namun yang palsu bisa hingga mencapai 500 mg dan tentunya ini dosis yang sangat tinggi, kalaupun memang asli, jelas ini dosis yang sangat berlebihan, dan kalaupun palsu, isinya tidak diketahui dan tentunya membahayakan masyarakat yang mengonsumsinya. Biasanya peredaran obat kuat palsu, banyak dijual di toko obat kuat ilegal pinggir jalan yang tidak memiliki ijin mengedarkan obat sebagai toko obat maupun Apotek yang biasanya dalam pengawasan oleh profesi Apoteker.

4. Berinteraksi dengan obat lain.

Yang namanya obat keras, tentu tidak 100% aman bagi yang mengonsumsinya, selain potensi dari efek samping yang berat, tentunya obat ini bisa memiliki interaksi dengan obat keras lain yang dikonsumsi oleh tubuh kita. Bisa jadi obat kuat ini kalah potensinya dengan obat lain, atau bertambah kuat sehingga menambah dosis toksik atau racun, atau bahkan berpotensi merusak organ tubuh lainnya, terutama bagi pria yang berusia di atas 40 tahun yang sudah memiliki penyakit kronis yang harus mengonsumsi obat seumur hidup, sudah pasti harus berkonsultasi kepada dokter yang merawatnya, alih-alih mengonsumsi obat kuat sembarangan.

5. Tidak aman bagi jantung.

Meskipun ada jurnal kedokteran yang mengklaim bahwa obat kuat aman untuk jantung, namun harus digarisbawahi, bahwa tidak 100% aman, dan tidak semua jenis penyakit jantung bisa mengonsumsi obat kuat, atau bahkan bisa berinteraksi dengan obat jantung lainnya, misalnya yang sering digunakan oleh penderita serangan jantung yang dikonsumsi dengan ditaruh di bawah lidah, jelas ini sangat berbahaya, dan berpotensi untuk menyebabkan henti jantung mendadak, dan tentunya berpotensi menyebabkan kematian yang fatal.

6. Bukan solusi utama untuk impotensi.

Obat kuat bukanlah solusi utama untuk penderita impotensi seperti yang banyak dipercaya oleh awam, ketika dilanda masalah gangguan ereksi, lekas minum obat kuat, opini tersebut tidaklah benar, bahkan sesat dan membahayakan bagi yang mengonsumsinya apalagi bila diminum tanpa pengawasan ketat oleh dokter. Fungsi obat tersebut adalah mempertahankan ereksi, bukan menyebabkan penis menjadi ereksi, jadi setelah minum obat ini pun, harus mendapatkan rangsangan erotis yang memadai untuk mendapatkan ereksi. Jadi salah kalau Anda berpikir minum obat kuat agar bisa ereksi sebelum berhubungan intim dengan pasangan.

7. Berpotensi ereksi berkepanjangan

Ereksi lestari atau yang lebih dikenal juga sebagai Priapismus, bukanlah suatu kondisi yang baik, bahkan ereksi tidak bisa padam dan menyebabkan rasa sakit berkepanjangan, ini adalah salah satu efek samping dari obat itu sendiri yang berinteraksi dengan obat ereksi yang disuntikkan. Kondisi Priapismus adalah masuk ke dalam gawat darurat, bila tidak ditangani akan menyebabkan kerusakan jaringan penis, dan berpotensi menyebabkan kondisi ereksi yang mati total, alias tidak bisa ereksi sama sekali nantinya.

Jadi daripada mengonsumsi obat sembarangan karena masalah impotensi yang Anda derita, lebih baik segera hubungi nomor hotline Klinik Lelaki Indonesia di 0811-9120-155 via panggilan telepon langsung atau melalui media chat Whatsapp untuk mendapatkan solusi sementara atas gangguan ereksi yang Anda alami, atau segera buat janji untuk bertemu dokter kami untuk melakukan konsultasi, pemeriksaan intensif, hingga pengobatan langsung, serta dapatkan potensi gagah kembali dari impotensi hanya dalam 3 hari saja hanya di Klinik Lelaki Indonesia.

Tinggalkan Balasan