7 Kebiasaan Berakibat Disfungsi Ereksi

kebiasaan berakibat disfungsi ereksi, klinik lelaki

kebiasaan berakibat disfungsi ereksi, klinik lelaki

Impotensi adalah masalah atau gangguan seksual pria yang ditandai dengan ketidakmampuan pria untuk mempertahankan ereksi. Gangguan ereksi ini, ternyata lebih banyak disebabkan oleh kebiasaan atau gaya hidup yang kurang baik dari penderitanya itu sendiri. Ternyata ada banyak sekali kebiasaan berakibat disfungsi ereksi, apa saja itu? Simak terus artikel ini hingga akhir.

Gaya hidup manusia modern, lebih memungkinkan untuk menyebabkan terjadinya masalah impotensi bagi pria usia lanjut  bahkan di usia muda. Beberapa penyakit yang umumnya muncul di usia lebih tua, kini lebih mudah ditemukan pada usia muda, tidak terkecuali masalah disfungsi ereksi, bisa jadi karena kebiasaan yang kurang baik, lebih mudah muncul para pria muda belia. Terbaik untuk Anda adalah mengenali penyebabnya, adalah sebagai berikut:

1. Merokok.

Generasi 90an mungkin sempat melihat atau tahu anjuran pemerintah yang tertulis di balik bungkus rokok, bahwa merokok bisa menyebabkan impotensi. Nikotin memang memberikan efek positif di otak menyebabkan rasa senang sesaat, tapi tidak dengan zat lain hasil pembakaran batang rokok itu sendiri, yang merupakan racun bagi tubuh, salah satunya dengan merusak dinding pembuluh darah yang berakhir dengan penyumbatan plak lemak yang akan menghalangi aliran darah. Bilamana ini terjadi di pembuluh darah penis, maka impotensi tidak terhindarkan. Selain itu masalah besarnya, penyumbatan akibat rokok, terjadi di seluruh tubuh, tidak terkecuali jantung, menyebabkan Penyakit Jantung Koroner yang bisa berujung pada kematian mendadak akibat serangan jantung.

2. Bersepeda intensitas berat.

Berolahraga dengan bersepeda memang baik untuk tubuh, namun bila berlebihan, ini yang paling menjadi masalah, terutama untuk pria. Sadel sepeda yang tidak ergonomis, akan memberikan tekanan pada daerah selangkangan pria, di mana di area ini kaya akan pembuluh darah ke penis. Bila terlalu lama mengalami penekanan, maka akan menyebabkan impotensi. Sebab itu bila bersepeda dalam waktu lama, perlu diselingi dengan istirahat agar tidak terlalu menyebabkan fenomena kesemutan dan kebas akibat kurang lancarnya aliran pembuluh darah.

3. Gemar makan tinggi gula.

Makanan yang manis-manis memang mengandung tinggi kalori dan berpotensi menyebabkan penyakit kencing manis atau yang lebih dikenal juga sebagai Diabetes Mellitus, karena kurangnya hormon Insulin yang menstabilkan gula darah. Kondisi gula darah tinggi terlalu lama juga akan menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang menyebabkan penyumbatan, sehingga tidak heran penderita Diabetes, memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami impotensi. Selain gula, Anda perlu memperhatikan jumlah kalori yang terkandung dalam makanan yang berasal dari zat karbohidrat lain seperti tepung, nasi, kentang, mi, pasta, dan sebagainya.

4. Doyan yang berlemak.

Makanan berlemak tidak terbatas hanya pada tingginya lemak hewani, tetapi juga makanan yang melalui proses pemasakan berupa digoreng, akan memiliki kadar lemak yang lebih tinggi dibandingkan yang dimasak dengan cara direbus, dikukus, ataupun dipanggang atau dibakar. Sebab itu, kurangi makanan berlemak, terutama yang dimasak dengan cara digoreng. Karena makan yang mengandung tinggi lemak adalah salah satu kebiasaan berakibat disfungsi ereksi yang tentunya membutuhkan pertolongan medis bukan ke terapi alternatif.

5. Makan tinggi garam.

Makanan hari ini, terutama makanan yang biasa pada restoran cepat saji, mengandung tinggi garam guna untuk menambah cita rasa agar laku dan banyak dibeli oleh pelanggannya. Selain itu makanan jenis lain seperti yang diawetkan dengan cara diasinkan sebaiknya tidak terlalu sering dikonsumsi karena kadar Natrium yang tinggi pada garam akan menyebabkan kenaikan tekanan darah yaitu hipertensi yang ujungnya menyebabkan impotensi. Perhatikan kembali kadar garam dalam makanan Anda, terutama makanan siap saji, atau makanan ringan yang dikemas sedemikian rupa yang kemungkinan mengandung tinggi garam.

6. Jarang berhubungan intim.

Jarang berhubungan intim adalah salah satu penyebab dari impotensi, karena ketika pria mengalami proses ereksi dari penisnya, maka aliran darah ke organ vital tersebut akan lancar dan membantu mengurangi risiko dari impotensi itu sendiri. Selain itu fungsi hormonal akan jauh lebih baik dan tidak mudah stres bila rutin melakukan hubungan intim. Jadi dengan rutin berhubungan intim, risiko impotensi pun akan menurun dibandingkan pria yang jarang melakukannya.

7. Tidak pernah MCU.

Bila pria sudah di atas 40 tahun, terbaik adalah melakukan pemeriksaan kesehatan rutin di laboratorium, per tahun sebanyak 2 kali untuk mengetahui kadar lemak, gula, dan sebagainya yang bisa menyebabkan riwayat kesehatan buruk, terutama penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, dan kadar tinggi kolesterol di dalam darah. Jarang MCU, juga adalah kebiasaan yang menyumbang penyebab impotensi.

Setelah Anda mengetahui 7 kebiasaan berakibat disfungsi ereksi yang sudah dijelaskan di atas, kini sebaiknya Anda hanya mempercayai solusinya hanya kepada dokter kami di Klinik Lelaki Indonesia. Segera hubungi nomor hotline kami di 0811-9120-155 via panggilan telepon langsung atau melalui media chat Whatsapp untuk mendapatkan solusi sementara atas disfungsi ereksi yang Anda alami, serta dapatkan potensi gagah kembali dari impotensi hanya dalam waktu 3 hari saja dengan berobat hanya ke Klinik Lelaki Indonesia.

Jangan pernah membiarkan begitu saja masalah disfungsi ereksi yang Anda alami, atau akan berkomplikasi hingga ke impotensi total, atau tidak bisa ereksi sama sekali, atau jangan pernah mengobati sendiri dengan menggunakan obat kuat yang bisa dibeli di Apotek atau toko obat kuat ilegal, karena potensi efek samping yang dihasilkan akan jauh lebih merugikan dan fatal, dan terburuk adalah mati mendadak akibat henti jantung.

Tinggalkan Balasan