7 Langkah Untuk Menjaga Hubungan Pasangan

7 Langkah Untuk Menjaga Hubungan Pasangan, klinik lelaki

7 Langkah Untuk Menjaga Hubungan Pasangan, klinik lelaki

Menjaga Hubungan Pasangan – Ketika seorang pria dan wanita memutuskan untuk hidup bersama dalam waktu yang panjang, maka rasa jenuh sering timbul pada keduanya.

Rasa bosan itu ternyata sangat umum terjadi pada manusia, karena jelas manusia adalah satu-satunya makhluk di dunia ini yang memiliki akal untuk berpikir dan memiliki perasaan. Berikut ini kami dari Klinik Lelaki Indonesia, akan memberikan 7 langkah untuk menjaga hubungan pasangan:

1. Komunikasi dua arah.

Yang namanya komunikasi haruslah terjadi 2 arah, di satu waktu ada yang berbicara dan harus ada yang mendengar, dan tidak boleh berbicara keduanya, yang ada akan mudah terjadi kesalahpahaman dan konflik. Jadi sebelum memulai untuk pembicaraan, ada baiknya haruslah terarah dan dipimpin dengan baik, ada waktu di mana salah satu dari Anda bicara, dan lawannya mendengarkan. Kita manusia lebih cenderung untuk mudah bicara alih-alih mendengarkan, padahal mendengarkan pun juga salah satu teknik komunikasi yang sangat penting, sebab itu juga manusia diberikan 2 telinga dan satu mulut. Cekcok dalam rumah tangga, disebabkan karena kedua pihak pasangan hanya mau bicara dan tidak mau saling mendengarkan.

2. Mampu meredam ego.

Terkadang kita harus mundur selangkah untuk maju lebih jauh lagi. Yang namanya pasangan adalah dua manusia berbeda yang di satukan untuk hidup bersama, dan meraih mimpi bersama-sama pula, tetapi masalahnya terkadang masing-masing memiliki kepentingan dan tujuan berbeda, sebab itu untuk mengurangi konflik yang tidak penting, diperlukan masing-masing pasangan untuk mampu meredam ego dengan cara mengalah. Ketika terjadi pertengkaran, adalah menjaga emosi dengan jalan lebih banyak mendengarkan alih-alih berbicara. Bila masing-masing pasangan tidak ada yang mau mengalah sama sekali, jelas keretakan bisa terjadi hingga perpisahan.

3. Rutinkan seks.

Salah satu yang menjadi indikator pasangan yang berbahagia adalah jumlah dan frekuensi hubungan intim keduanya yang cukup tinggi. Kenapa demikian? Karena seks yang dilakukan hingga mencapai klimaks atau orgasme, dalam tubuh manusia akan dihasilkan sejumlah hormon kebahagiaan yaitu Endorfin yang akan membuat rileks tubuh dari ketegangan stres fisik serta psikis. Lakukan hubungan suami istri minimal adalah sebanyak 1 hingga 2 kali dalam seminggu untuk menjaga kebahagiaan dalam berpasangan atau berumah tangga.

4. Sesekali bulan madu kembali.

Bulan madu itu tidak harus selalu dilakukan ketika pertama kali menikah, tetapi bisa dilakukan setiap 3 hingga 6 bulan sekali selama Anda menjalankan rumah tangga. Rasa jenuh akibat pekerjaan dan urusan rumah tangga, adalah salah satu pemicu rasa stres psikis dalam menjalankan rumah tangga, sebab itu perlu dilakukan sesekali bulan madu kembali di tempat dengan suasana yang jauh berbeda dengan kondisi di rumah. Anda bisa memilih hotel yang bersih dan nyaman dan tidak harus mahal untuk melakukan bulan madu kembali bersama pasangan.

5. Konflik itu sehat.

Kata siapa rumah tangga yang awet tidak pernah terjadi pertengkaran sama sekali? Justru, yang tidak pernah terjadi konflik sama sekali, ini adalah hal yang sangat tidak lazim sama sekali, karena rasa ketakutan masing-masing pasangan untuk mengungkapkan masing-masing keinginan. Konflik antar dua manusia itu sangat wajar, secara psikolog bahkan menyehatkan, karena artinya kedua pasangan dapat mengungkapkan dua hal keinginan masing-masing yang saling bertentangan dan ingin segera mendapatkan solusinya. Sesekali terjadi pertengkaran, itu adalah dua hal yang sangat wajar dan lazim, namun bila terlalu sering, bisa jadi karena keduanya tidak mampu membendung ego masing-masing.

6. Perlunya ruang privasi.

Jika Anda terikat oleh pernikahan dan harus bersama dengan pasangan dalam waktu yang panjang, bukan berarti apa-apa harus selalu dilakukan berdua dengan pasangan. Sebelum memutuskan untuk bersama, jelas masing-masing dari Anda memiliki pertemanan, hobi, dan waktu sendiri, dan ketika bersama pun bukan berarti masing-masing dari Anda harus melupakan yang menjadi bentuk kebahagiaan pribadi. Anda pun bersama pasangan harus tetap berdiri sebagai seorang individu dan memiliki ruang dan waktu sendiri, dan ini cukup untuk menjaga kesehatan mental masing-masing pasangan.

7. Konsultasi kepada ahlinya.

Masalah konflik sebaiknya memang tidak dibicarakan kepada teman, terutama yang tidak punya pengalaman dalam menjalankan hubungan sama sekali. Carilah ahli konsultan pernikahan, atau kalau memang masalah di ranjang seperti impotensi dan ejakulasi dini, carilah dokter yang profesional di bidangnya untuk mengatasi ini.

Statistik dunia mengatakan, 30% penyebab tersering perceraian antara suami dan istri adalah karena masalah di ranjang, dan salah satunya adalah akibat disfungsi seksual pria, yaitu impotensi dan atau ejakulasi dini. Dikarenakan rasa malu, banyak sekali pria di Indonesia yang lebih memilih untuk berkonsultasi kepada orang yang tidak tepat, sehingga mereka pun lebih banyak yang mengabaikan hingga mengobatinya sendiri dengan membeli obat kuat yang bisa mereka dapatkan di Apotek terdekat, padahal obat kuat ini memiliki potensi efek samping yang mematikan, mulai dari alergi hebat hingga kematian yang disebabkan oleh henti jantung mendadak akibat konsumsi obat kuat sembarangan tanpa pengawasan dokter sama sekali. Jadi membiarkan masalah ranjang Anda sama bahayanya dengan mengobati sendiri tanpa pengawasan dari dokter.

Bila Anda memiliki masalah dengan impotensi dan atau ejakulasi dini, sebaiknya segera berkonsultasi hanya kepada dokter kami di Klinik Lelaki Indonesia. Hubungi nomor hotline kami di 0811-9120-155 untuk mendapatkan solusi sementara, atau untuk membuat janji dengan dokter kami untuk berkonsultasi dan berobat langsung. Dapatkan potensi gagah kembali dari impotensi dan ejakulasi dini hanya dalam 3 hari saja dengan berobat langsung ke Klinik Lelaki Indonesia.

Tinggalkan Balasan