7 Manfaat Sunat Bagi Pria

manfaat sunat, klinik lelaki

manfaat sunat, klinik lelaki

Sunat atau sirkumsisi adalah suatu prosedur medis pembedahan dengan memotong kulit terluar penis, atau yang lebih dikenal juga sebagai kulup. Khitan ini, walaupun di beberapa negara barat sudah ditinggalkan, ternyata memiliki manfaat positif bagi pria yang melaksanakannya. Apa saja itu? Simak terus artikel ini hingga usai!

Terlepas dari praktik agama dan suku tertentu di Indonesia, ternyata prosedur medis ini memberikan manfaat bagi kesehatan, terutama bagi pria, dan pasangan wanitanya, meskipun di beberapa negara dan benua menganggap ini tidak ada manfaatnya sama sekali. Adalah smegma, atau yang lebih dikenal sebagai “daki” penis yang merupakan suatu hasil produksi dari kelenjar minyak bercampur dengan kulit yang mati yang menyebabkan masalah higienisme berupa kebersihan dan bau tidak sedap di penis, dan kondisi akumulasi smgema jarang atau bahkan nyaris tidak ditemui pada pria yang disunat. Berikut manfaat positif bagi yang melaksanakan sunat:

1. Mengurangi risiko kanker penis.

Pria yang tidak disunat, memiliki risiko tinggi akan terkena infeksi dari HPV (Human Papilloma Virus) atau jenis virus yang menimbulkan pembentukan kutil di kulit kelamin. Infeksi kuman ini untuk beberapa jenis varian, ternyata berpotensi untuk menimbulkan penyakit kanker pada penis, dan bila ganas, maka amputasi adalah jalan satu-satunya untuk menyelamatkan nyawa si pasien dan mencegah penyebaran dari tumor ganas ini ke seluruh tubuh.

2. Lebih bersih dan tidak bau.

Salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan oleh pasangan wanita yang memiliki pasangan suami yang tidak disunat adalah, sensasi bau kurang sedap bila pria tersebut tidak menjaga higienis alat vitalnya. Penis memiliki kelenjar keringat dan minyak dan tentunya memiliki kelembapan yang tinggi pula. Pria yang tidak disunat, harus memiliki perhatian lebih terhadap kebersihan penisnya, karena kepala penis yang tertutup, akan cenderung menyebabkan jumlah keringat dan minyak jauh lebih banyak dan bila dibiarkan begitu saja akan datang kuman yang menyebabkan timbulnya bau kurang sedap. Meskipun beberapa wanita di negara barat, khususnya Eropa menyukai bau ini, namun kebanyakan tidak menyukainya. Pada pria yang disunat, bau kurang sedap ini akan sulit ditemui, kecuali tidak dibersihkan dalam waktu yang lama, dan kepala penis yang terbuka akan lebih mudah dibersihkan oleh air dan sabun serta tidak repot.

3. Menurunnya penyakit kelamin.

Salah satu orang terkaya di dunia, Bill Gates, lewat badan yayasan amalnya, terus menyumbangkan jutaan Dollar kepada rakyat Afrika, salah satu bentuk amal yang dilakukannya adalah dengan melakukan sunat massal kepada pria di benua hitam tersebut untuk mengurangi kejadian infeksi HIV, dan memang pada pria yang tidak disunat memiliki risiko penularan HIV yang lebih tinggi daripada yang disunat, karena kecenderungan sel-sel di kulup penis memiliki reseptor terhadap HIV dan akan lebih mudah terjadi infeksi, terutama pada pria yang melakukan praktek promiskuitas, atau seks yang berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan pengaman seperti yang terjadi di Afrika.

4. Tidak mudah terkena infeksi saluran kemih.

Meskipun pria pada normalnya tidak mudah terkena infeksi saluran kemih, namun, pria yang tidak disunat akan lebih tinggi terkena risikonya dibandingkan yang disunat. Karena kepala (glans) penis yang tertutup lebih gampang menyimpan kuman dan bila masuk ke dalam saluran kemih, berpotensi menyebabkan infeksi saluran kemih yang berulang, dan dengan dikhitan akan mengurangi risiko terjadinya infeksi berulang.

5. Mencegah kanker serviks wanita.

Sama seperti dari penyebab pada kanker penis oleh HPV, wanita pun memiliki risiko yang lebih tinggi terkena kanker serviks (leher rahim) oleh jenis varian virus kutil kelamin tertentu, dan berita buruknya penularan ini jauh lebih tinggi didapatkan pada istri dengan suami yang tidak disunat. Pemeriksaan pap smear rutin bagi wanita yang masih aktif berhubungan seks, sangat esensial untuk mengetahui status infeksi dan bentuk sel-sel serviks di dalam rahim, apakah sudah mengalami perubahan ke arah keganasan atau belum.

6. Lebih estetis.

Bagi sebagian wanita yang hidup di benua di mana mayoritas pria disunat, bentuk penis yang sudah dikhitan dirasakan lebih indah dibandingkan yang kepalanya masih tertutup oleh kulup. Sebab itu di benua Eropa, di mana prosedur medis ini cukup jarang dilakukan, dianggap sebagai operasi estetika yang hanya boleh dilakukan oleh dokter bedah plastik, sedangkan di Indonesia, sunat adalah prosedur biasa dan bisa sekali pun dilakukan oleh dokter umum.

7. Risiko penyakit penis berkurang.

Penyakit pada kulup penis salah satunya fimosis, di mana memiliki lubang yang kecil akibat pengaruh genetika, sehingga kepala penis tidak bisa keluar sama sekali atau terjebak di dalam. Bilamana dipaksakan keluar, maka kondisi kepala penis bisa terjerat dan menyebabkan kondisi parafimosis. Kedua kondisi medis di atas, sirkumsisi adalah solusi satu-satunya yang terbaik untuk mengatasinya.

Bila saat ini Anda belum pernah melakukan prosedur sunat dan hendak melakukannya, pastikan Anda hanya memilih dokter untuk proses pembedahannya, karena hanya dokter yang mengetahui dengan pasti struktur anatomi penis, dan letak pembuluh darah dan saraf untuk mencegah masalah yang bisa terjadi sebelum dan sesudah khitan. Selain itu pria yang sudah disunat, akan memiliki durasi ejakulasi yang lebih lama karena berkurangnya sensitivitas kepala penis oleh dinding vagina, walaupun tidak 100% sunat adalah solusi bagi penderita ejakulasi dini sama sekali.

Namun, bila saat ini kondisi alat vital Anda sudah disunat dan masih mendapati durasi ejakulasi yang cepat atau istilah lainnya dikenal juga sebagai ejakulasi dini, maka sudah saatnya Anda untuk berobat ke dokter kami di Klinik Lelaki Indonesia. Segera hubungi nomor hotline kami di 0811-9120-155 untuk berkonsultasi langsung, atau membuat janji untuk bertemu dan berobat kepada dokter kami.

Tinggalkan Balasan