7 Penyebab Ereksi Hilang Tiba-tiba

penyebab ereksi hilang tiba-tiba, klinik lelaki

penyebab ereksi hilang tiba-tiba, klinik lelaki

Salah satu gejala dari impotensi adalah ereksi hilang tiba-tiba, atau awalnya dirasakan ereksi yang cukup keras, namun tidak lama kemudian akan kembali lemas alias mudah loyo. Bahkan gejala fenomena mati tengah jalan semasa berhubungan intim juga merupakan pertanda yang sama, yaitu disfungsi ereksi. Sebab itu, sangat penting bagi Anda untuk mengetahui tanda-tanda ini agar segera dikonsultasikan kepada dokter hingga diobati dengan optimal dengan segera agar mendapatkan potensi kesembuhan yang semakin tinggi.

Impotensi adalah ketidakmampuan pria untuk mempertahankan ereksi, salah satu gejala yang mungkin bisa ditemukan pada penderitanya adalah ereksi yang mudah loyo, atau tiba-tiba bisa lemas kembali. Ada 7 penyebab yang umum dari ereksi hilang tiba-tiba, yaitu:

1. Stres.

Inilah penyebab tersering dan terbayak di antara pasien dengan impotensi dengan gejala ereksi hilang tiba-tiba. Ketika tubuh kita mengalami stres fisik dan psikis, maka akan diproduksi hormon stres yaitu Adrenalin, yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah tubuh, agar dalam kondisi stres, aliran darah diutamakan untuk organ vital seperti otak, jantung, dan ginjal. Namun, bila stres berkepanjangan, maka terjadi gangguan aliran darah, termasuk ke penis, sehingga kurang lancar alirannya dan menyebabkan hilangnya ereksi yang mendadak. Pengelolaan stres dengan baik bisa membantu untuk mengurangi masalah ini dengan optimal, bisa dengan teknik menarik dan mengeluarkan napas dalam secara rutin, hingga dengan meditasi dan Yoga.

2. Kurang percaya diri.

Mirip dengan gejala stres psikis, bagi pria yang kurang percaya diri, merasa tegang sehingga performa di ranjang akan berkurang secara drastis dan menyebabkan ereksi hilang tiba-tiba. Sebab itu, tapi hal ini biasanya tidak akan berlangsung lama dan membaik dengan sendirinya ketika seorang pria sudah mulai percaya diri ketika hendak berhubungan intim dengan pasangannya. Cara yang paling efektif untuk meningkatkan percaya diri, utamanya melalui membuka komunikasi terbuka antar pasangan untuk saling mengenal dan mengetahui kebutuhan masing-masing, utamanya saat berhubungan intim.

3. Penyakit metabolik.

Ini adalah musuh utama pria, dan salah satu biang kerok penyebab ereksi hilang tiba-tiba ketika hendak berhubungan seks dengan pasangan. Ada 3 penyakit metabolik utama yang menyebabkan demikian, yaitu penyakit kencing manis (Diabetes), darah tinggi (Hipertensi), dan kolesterol tinggi di dalam darah (Hiperkolesterolemia) yang menyebabkan penyumbatan pembuluh darah oleh gugus plak lemak (aterosklerosis). Bila sudah terdapat penyakit metabolik dan masalah impotensi, sudah tentu terbaik adalah ditangani oleh dokter yang sudah berpengalaman, alih-alih membiarkannya hingga berpotensi menyebabkan ereksi mati total, atau dengan mengobati sendiri dengan menggunakan obat kuat dengan segala efek samping yang fatal dan merugikan, hingga kematian mendadak akibat henti jantung, yang merupakan efek samping paling keras bila obat kuat dikonsumsi sembarangan tanpa pengawasan dokter.

4. Kurang gairah.

Setiap pria bisa mengalami fenomena kurang gairah, entah karena terlalu capek akibat stres fisik dan psikis, atau bisa juga pada pria lanjut usia, terutama yang berusia di atas 40 tahun, akibat berkurangnya hormon seks Testosteron, yang utamanya adalah mengendalikan libido, sehingga menyebabkan turunnya gairah seksual, dan juga menyebabkan ereksi hilang tiba-tiba, meskipun di awal bisa jadi ereksi penis keras, atau bisa jadi terlalu lunak atau kurang maksimal. Bila terjadi kurang gairah, sudah tentu terkadang perlu dilakukan pemeriksaan kadar hormon seks pria oleh dokter dengan bantuan lab dari darah.

5. Rasa sakit saat ereksi.

Normalnya nyeri tidak terjadi saat penis pria mengalami ereksi, namun hal ini bisa saja terjadi pada penderita penis yang bengkok akibat cedera, atau yang lebih dikenal sebagai Peyronie’s Disease. Akibat pembentukan jaringan ikat dari tempat terjadinya cedera yang biasa akibat melakukan hubungan intim yang berlebihan, sehingga arah ereksi penis yang semula lurus, menjadi bengkok dan ini tentunya menimbulkan rasa nyeri dan kurang nyaman, dan menyebabkan ereksi hilang tiba-tiba.

6. Kebiasaan merokok.

Perokok di era tahun 90an sudah pasti tahu bahwa merokok menyebabkan impotensi karena ada tulisan di setiap bungkus rokok, dan nyatanya hal ini adalah benar. Perokok berat, tidak hanya memasukkan Nikotin dalam jumlah banyak, tapi zat-zat merugikan hasil dari pembakaran yang menyebabkan kerusakan dari dinding pembuluh darah yang awalnya menyebabkan penumpukan keping-keping darah (platelet) dan berujung juga pada penumpukan sel-sel darah hingga lemak yang beredar di dalam darah. Sebab itu, jelas merokok dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah di penis dan memberikan gejala ereksi hilang tiba-tiba.

7. Pesepeda berat.

Sadel atau tempat duduk pada sepeda yang tidak ergonomis, akan memberikan penekanan pada daerah perineum, atau area antara penis dan anus, di mana mengandung banyak pembuluh darah, dan bila tertekan bisa menyebabkan gangguan aliran darah ke penis. Sebab itu pada pesepeda harusnya jangan bersepeda terlalu berat, bila perlu diselingi oleh istirahat untuk mengurangi risiko dari impotensi.

Daripada masalah ereksi hilang tiba-tiba akibat dari impotensi dibiarkan begitu saja atau mengobati sendiri dengan menggunakan obat kuat dengan segala potensi efek samping yang merugikan dan fatal, lebih baik segera hubungi nomor hotline Klinik Lelaki Indonesia di 0811-9120-155 melalui panggilan telepon atau melalui media chat Whatsapp untuk mendapatkan solusi sementara atas impotensi yang Anda alami, atau segera buat janji untuk bertemu, berkonsultasi, serta berobat langsung kepada dokter kami untuk mendapatkan potensi gagah kembali hanya dalam 3 hari saja. Jadi jangan tunda lagi, hubungi sekarang juga!

Tinggalkan Balasan