Belum lama menikah, Sudah Ejakulasi Dini?

Bagi pasangan yang baru menikah ini merupakan waktu bagi pasangan untuk bisa saling mengenal, termasuk mengenal tentang kehidupan seksual. Namun, tidak sedikit pria yang justru merasa cemas karena mengalami ejakulasi lebih cepat dari yang diharapkan padahal belum lama menikah. Kondisi ini dapat memunculkan rasa malu, minder, takut mengecewakan pasangan, bahkan keengganan untuk kembali berhubungan intim.
Ejakulasi yang terjadi terlalu cepat sesekali sebenarnya masih dapat dianggap wajar, terutama pada pasangan yang baru menikah. Tubuh dan pikiran masih menjalani proses adaptasi terhadap pengalaman seksual, kedekatan emosional, serta perubahan pola kehidupan. Akan tetapi, apabila masalah tersebut terjadi berulang kali, sulit dikendalikan, dan mulai mengganggu hubungan dengan pasangan, kondisi ini perlu diperhatikan secara medis.
Apa yang Dimaksud dengan Ejakulasi Dini?
Ejakulasi dini adalah kondisi ketika seorang pria mengalami ejakulasi lebih cepat daripada yang diinginkan saat melakukan aktivitas seksual. Masalah ini bukan hanya ditentukan oleh hitungan menit, tetapi juga berkaitan dengan kemampuan mengendalikan ejakulasi dan dampak yang dirasakan oleh pria maupun pasangannya.
Secara umum, dokter dapat mempertimbangkan diagnosis ejakulasi dini apabila seorang pria hampir selalu mengalami ejakulasi dalam waktu sekitar satu sampai tiga menit setelah penetrasi, sulit menahan ejakulasi, serta merasa tertekan, kecewa, atau menghindari hubungan seksual akibat kondisi tersebut. Namun, penilaian tetap perlu dilakukan secara individual karena pengalaman seksual setiap pasangan berbeda.
Ejakulasi dini dapat dibedakan menjadi dua jenis utama. Pertama, ejakulasi dini seumur hidup, yaitu kondisi yang sudah dialami sejak aktivitas seksual pertama. Kedua, ejakulasi dini yang didapat, yaitu keluhan yang muncul setelah sebelumnya pria mampu melakukan hubungan seksual tanpa masalah ejakulasi.
Mengapa Ejakulasi Dini Sering Terjadi pada Pengantin Baru?
Pada pria yang belum lama menikah, ejakulasi dini tidak selalu menandakan adanya penyakit serius. Salah satu penyebab yang cukup sering terjadi adalah kecemasan terhadap performa seksual.
Seorang pria mungkin terlalu memikirkan apakah dirinya mampu memuaskan pasangan, mempertahankan ereksi, atau melakukan hubungan intim dengan benar. Pikiran tersebut membuat tubuh menjadi lebih tegang dan rangsangan terasa lebih kuat. Akibatnya, ejakulasi dapat terjadi sebelum pria merasa siap.
Kurangnya pengalaman dalam mengenali tingkat rangsangan tubuh juga dapat berpengaruh. Sebagian pria belum memahami tanda-tanda ketika dirinya mulai mendekati ejakulasi. Saat rangsangan sudah terlalu tinggi, ejakulasi menjadi lebih sulit dihentikan.
Selain itu, antusiasme yang tinggi, jarangnya melakukan hubungan seksual, kelelahan, kurang tidur, stres pekerjaan, serta komunikasi yang belum terbuka dengan pasangan dapat memperburuk kondisi. Kecemasan performa memang lebih sering muncul pada awal hubungan atau ketika seseorang pernah mengalami kegagalan seksual sebelumnya.
Ejakulasi Dini Bukan Berarti Tidak Jantan
Masih banyak pria menganggap kemampuan bertahan lama sebagai ukuran kejantanan. Akibatnya, ketika ejakulasi terjadi terlalu cepat, pria merasa dirinya gagal sebagai suami. Anggapan tersebut tidak tepat secara medis.
Ejakulasi dini merupakan masalah kesehatan seksual yang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kondisi ini tidak menentukan nilai seorang pria, kesuburan, ataupun kualitas dirinya sebagai pasangan. Pria yang mengalami ejakulasi dini juga belum tentu mengalami impotensi.
Impotensi atau disfungsi ereksi adalah kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk berhubungan seksual. Sementara itu, pada ejakulasi dini, ereksi biasanya dapat terjadi, tetapi ejakulasi muncul terlalu cepat dan sulit dikendalikan. Meski berbeda, kedua kondisi tersebut dapat muncul bersamaan dan perlu diperiksa lebih lanjut.
Apa Saja Penyebab Ejakulasi Dini?
Penyebab ejakulasi dini dapat melibatkan faktor psikologis, fisik, atau gabungan keduanya. Faktor psikologis yang dapat berperan antara lain:
- Kecemasan terhadap performa seksual
- Stres berlebihan
- Depresi
- Kurangnya komunikasi dengan pasangan
- Konflik dalam hubungan
- Pengalaman seksual yang tidak menyenangkan
- Kebiasaan melakukan aktivitas seksual secara terburu-buru
Selain faktor psikologis, kondisi fisik tertentu juga perlu dipertimbangkan, terutama apabila ejakulasi dini muncul secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak pernah terjadi. Beberapa keadaan yang dapat berhubungan dengan keluhan tersebut meliputi gangguan prostat, gangguan hormon tiroid, penggunaan zat tertentu, serta masalah ereksi.
Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter diperlukan untuk menentukan apakah masalah lebih dominan dipengaruhi kecemasan, kebiasaan seksual, gangguan fisik, atau kombinasi beberapa faktor.
Kapan Ejakulasi Terlalu Cepat Perlu Diwaspadai?
Mengalami ejakulasi lebih cepat sesekali bukan berarti seseorang pasti menderita ejakulasi dini. Keluhan perlu mendapat perhatian apabila:
- Terjadi pada sebagian besar hubungan seksual
- Ejakulasi hampir selalu sulit dikendalikan
- Membuat pria takut atau menghindari hubungan intim
- Menimbulkan konflik atau ketidakpuasan dengan pasangan
- Disertai kesulitan mendapatkan atau mempertahankan ereksi
- Muncul secara tiba-tiba setelah sebelumnya tidak bermasalah
- Disertai nyeri, rasa panas saat buang air kecil, atau keluarnya cairan tidak normal
- Menyebabkan tekanan emosional, rasa rendah diri, atau kecemasan berat
Apabila tanda-tanda tersebut dialami, jangan hanya berusaha menutupinya dari pasangan. Semakin lama masalah dipendam, tekanan mental dapat semakin besar dan justru membuat ejakulasi semakin sulit dikendalikan.
Tonton juga video Dokter Rio di TikTok: Belum Lama Menikah, Kok Sudah Ejakulasi Dini?
Apa yang Bisa Dilakukan Bersama Pasangan?
Langkah pertama adalah membangun komunikasi yang terbuka. Jelaskan kepada pasangan bahwa ejakulasi dini bukan berarti tidak tertarik atau tidak ingin memberikan kepuasan. Hindari saling menyalahkan karena tekanan dan kritik berlebihan dapat memperburuk kecemasan.
Pasangan juga dapat mengurangi fokus pada durasi penetrasi. Keintiman tidak hanya ditentukan oleh berapa lama hubungan seksual berlangsung. Sentuhan, komunikasi, kedekatan emosional, dan bentuk aktivitas intim lainnya juga berperan dalam kepuasan pasangan.
Teknik berhenti dan mulai atau stop-start terkadang digunakan untuk membantu pria mengenali batas rangsangannya. Stimulasi dihentikan sementara ketika dorongan untuk ejakulasi mulai meningkat, kemudian dilanjutkan setelah rangsangan berkurang. Teknik lainnya adalah pause-squeeze, yaitu menghentikan stimulasi dan memberikan tekanan lembut selama beberapa detik pada bagian tertentu penis. Teknik ini sebaiknya dipelajari dengan arahan tenaga medis agar dilakukan dengan benar dan tidak menyebabkan nyeri.
Latihan otot dasar panggul atau latihan Kegel juga dapat membantu sebagian pria meningkatkan kendali terhadap ejakulasi. Namun, latihan harus dilakukan secara tepat karena mengencangkan otot yang salah atau berlatih secara berlebihan tidak selalu memberikan hasil yang diharapkan.
Bagaimana Dokter Mengatasi Ejakulasi Dini?
Penanganan ejakulasi dini disesuaikan dengan penyebab dan kondisi masing-masing pasien. Dokter biasanya akan menanyakan riwayat kesehatan, pola hubungan seksual, kemampuan ereksi, waktu munculnya keluhan, obat yang sedang digunakan, serta kondisi psikologis pasien. Pemeriksaan fisik atau pemeriksaan penunjang tertentu dapat dilakukan apabila terdapat dugaan gangguan hormon, prostat, atau masalah kesehatan lainnya.
Pilihan penanganan dapat meliputi edukasi seksual, latihan pengendalian ejakulasi, konseling psikoseksual, terapi pasangan, penggunaan kondom tertentu, obat oles yang mengurangi sensitivitas, atau obat resep. Kombinasi terapi perilaku dan pengobatan dapat dipertimbangkan pada sebagian pasien.
Jangan membeli atau menggunakan obat kuat, obat penunda ejakulasi, anestesi oles, maupun obat antidepresan secara sembarangan. Beberapa obat dapat menimbulkan efek samping, berinteraksi dengan obat lain, atau tidak aman bagi pria dengan gangguan jantung, hati, maupun ginjal. Obat yang tepat hanya dapat ditentukan setelah dokter memahami kondisi pasien.
Jangan Biarkan Ejakulasi Dini Mengganggu Pernikahan
Ejakulasi dini merupakan kondisi yang umum dan dapat ditangani. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin tepat pula langkah penanganan yang dapat diberikan. Tidak perlu menunggu sampai hubungan dengan pasangan terganggu atau rasa percaya diri menurun.
Apabila Anda sering mengalami ejakulasi terlalu cepat, kesulitan mengendalikannya, merasa tertekan, atau mulai menghindari hubungan intim, segera lakukan konsultasi di Klinik Lelaki Indonesia. Klinik ini memberikan layanan konsultasi privat untuk masalah kesehatan seksual pria, termasuk ejakulasi dini dan gangguan ereksi.
Anda dapat mengajukan konsultasi bersama dr. Mohammad Caesario, yang dikenal sebagai Dokter Rio, founder Klinik Lelaki Indonesia dan praktisi kesehatan pria sejak 2010. Tanyakan ketersediaan konsultasi langsung dengan Dokter Rio agar kondisi Anda dapat dievaluasi dan diarahkan menuju penanganan yang sesuai.
Jangan menebak penyebabnya sendiri dan jangan malu untuk mencari bantuan. Ejakulasi dini bukan kegagalan dalam pernikahan, melainkan masalah kesehatan yang perlu dibicarakan dan ditangani dengan tepat.
Baca juga: Suami Ejakulasi Dini? Jangan Sepelekan!