KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Pentingnya Pre-Marital Check Up!

Sebelum Sah, Wajib Cek Kesehatan Menyeluruh Bersama Pasangan

Ilustrasi pentingnya pre-marital bagi pasangan yang ingin menikah

Menikah bukan saja tentang persiapan acara, tempat tinggal, dan kehidupan bersama. Ada satu hal yang perlu diperhatikan, yaitu kesehatan calon suami dan istri. Salah satu langkahnya yaitu pentingnya melakukan pre-marital check up atau pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

Pre-marital check up bukan berarti calon pengantin sedang dicurigai memiliki penyakit tertentu. Pemeriksaan ini justru dapat membantu pasangan mengetahui kondisi kesehatan masing-masing, menemukan masalah kesehatan yang mungkin belum menimbulkan gejala, serta merencanakan kehamilan dengan lebih baik.

Perawatan kesehatan sebelum kehamilan atau preconception care mencakup berbagai upaya untuk mengidentifikasi dan menangani faktor yang dapat memengaruhi kesehatan calon orang tua maupun kehamilan di kemudian hari.

Apa Itu Pre-Marital Check Up?

Pre-marital check up adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan calon pasangan sebelum menikah. Pemeriksaan dapat meliputi wawancara kesehatan, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, skrining infeksi tertentu, status imunisasi, hingga konseling kesehatan reproduksi dan genetik sesuai kebutuhan.

Tidak ada satu paket pemeriksaan yang wajib sama untuk semua calon pengantin. Dokter akan mempertimbangkan usia, riwayat penyakit, riwayat keluarga, kondisi kesehatan, rencana memiliki anak, serta faktor risiko masing-masing pasangan.

Dengan pendekatan tersebut, pemeriksaan tidak hanya bertujuan mencari penyakit, tetapi juga membantu pasangan mempersiapkan kesehatan sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.

Mengapa Pemeriksaan Sebelum Menikah Penting?

1. Mengetahui kondisi kesehatan yang belum menimbulkan gejala

Beberapa penyakit dapat berkembang tanpa keluhan yang jelas. Seseorang bisa merasa sehat tetapi ternyata memiliki tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang meningkat, anemia, atau kondisi kesehatan lain yang membutuhkan perhatian.

Pemeriksaan kesehatan memberikan kesempatan untuk mengetahui kondisi tersebut lebih awal sehingga dapat ditangani sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih serius.

2. Mengetahui risiko infeksi menular seksual

IMS seperti HIV, sifilis, hepatitis B, gonore, atau klamidia dapat terjadi tanpa gejala pada sebagian orang.

Karena itu, pemeriksaan IMS tidak seharusnya dilakukan hanya ketika seseorang mengalami keluhan. CDC menjelaskan bahwa banyak IMS tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat tidak menyadari dirinya mengalami infeksi. Jenis tes yang dibutuhkan bergantung pada usia, riwayat seksual, praktik seksual, gejala, dan faktor risiko lainnya.

Bagi pasangan yang akan menikah, pemeriksaan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan bersama. Jika ditemukan infeksi, pasangan dapat berkonsultasi mengenai pengobatan dan langkah pencegahan penularan.

3. Mempersiapkan kehamilan yang sehat

Bagi pasangan yang berencana memiliki anak, kesehatan sebelum kehamilan sangat penting.

Beberapa kondisi seperti diabetes, hipertensi, obesitas, anemia, kekurangan nutrisi, serta kebiasaan merokok dapat memengaruhi kesehatan selama kehamilan dan perkembangan janin.

WHO memasukkan skrining anemia dan diabetes, status nutrisi, aktivitas fisik, penggunaan tembakau, imunisasi, serta pengelolaan penyakit tertentu sebagai bagian dari area yang dapat diperhatikan dalam perawatan sebelum kehamilan.

Dengan mengetahui kondisi kesehatan sejak sebelum hamil, pasangan dan dokter memiliki kesempatan untuk melakukan perbaikan atau pengobatan yang diperlukan.

Tonton juga video Dokter Rio di TikTok:
sebelum menikah wajib cek kesehatan!

Pemeriksaan Apa Saja yang Bisa Dilakukan?

Pemeriksaan tidak harus selalu sama untuk setiap calon pengantin. Dokter dapat menentukan pemeriksaan berdasarkan kebutuhan masing-masing.

1. Pemeriksaan kesehatan umum

Pemeriksaan dasar dapat mencakup tekanan darah, berat badan, indeks massa tubuh, riwayat penyakit, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta kebiasaan seperti merokok dan konsumsi alkohol.

Jika ditemukan faktor risiko tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan seperti gula darah atau profil lipid.

2. Pemeriksaan darah

Dilakukan sesuai kebutuhan, misalnya untuk mengetahui kadar hemoglobin dan mendeteksi anemia atau memeriksa gula darah bila terdapat faktor risiko diabetes.

Pemeriksaan tertentu juga dapat dipertimbangkan untuk mengetahui status infeksi atau kondisi lain berdasarkan riwayat kesehatan dan rekomendasi dokter.

3. Skrining penyakit menular seksual

Tes untuk HIV, sifilis, hepatitis B, atau IMS lainnya dapat dipertimbangkan berdasarkan faktor risiko dan kondisi individu.

Pemeriksaan ini penting karena seseorang dapat mengalami infeksi tanpa gejala. Hasil pemeriksaan yang positif bukan berarti kehidupan rumah tangga harus berakhir. Justru, mengetahui kondisi sejak awal memungkinkan seseorang mendapatkan konseling dan pengobatan yang tepat.

4. Pemeriksaan kesehatan reproduksi

Pemeriksaan kesehatan reproduksi dapat dilakukan bila terdapat keluhan atau faktor risiko tertentu.

Pada pria, dokter dapat mengevaluasi keluhan seperti gangguan ereksi, ejakulasi, nyeri pada testis, atau masalah saluran reproduksi.

Pada wanita, pemeriksaan dapat mempertimbangkan siklus menstruasi, keluhan nyeri, riwayat penyakit reproduksi, vaksinasi, dan kebutuhan skrining kanker serviks sesuai usia serta pedoman yang berlaku.

Pemeriksaan kesuburan juga tidak selalu perlu dilakukan pada semua calon pengantin. Pemeriksaan tersebut biasanya dipertimbangkan bila terdapat riwayat atau keluhan yang mengarah pada masalah kesuburan.

5. Pemeriksaan dan konseling genetik

Riwayat penyakit dalam keluarga juga penting untuk dibicarakan.

Jika terdapat riwayat penyakit genetik tertentu, kelainan bawaan, keguguran berulang, atau hubungan keluarga dekat antara pasangan, dokter dapat mempertimbangkan konseling genetik atau pemeriksaan tertentu.

WHO memasukkan riwayat keluarga, konseling genetik, serta carrier screening sebagai bagian dari pendekatan kesehatan sebelum kehamilan pada kelompok yang sesuai.

Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang “membawa penyakit”, tetapi untuk memahami risiko dan menentukan pilihan yang tepat secara medis.

Apakah Pria Juga Perlu Melakukan Pre-Marital Check Up?

Ya.

Persiapan kesehatan sebelum menikah tidak hanya menjadi tanggung jawab calon istri. Kesehatan calon suami juga dapat berpengaruh terhadap kehidupan rumah tangga, kesehatan seksual, kesuburan, dan kesehatan calon anak.

Penelitian mengenai couple-based preconception care menunjukkan pentingnya melibatkan kedua pasangan dalam perawatan sebelum kehamilan, bukan hanya berfokus pada perempuan.

Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebagai langkah bersama.

Kapan Sebaiknya Melakukan Pemeriksaan?

Tidak perlu menunggu sampai hari-hari terakhir sebelum pernikahan.

Sebaiknya pemeriksaan dilakukan cukup jauh sebelum menikah sehingga jika ditemukan kondisi tertentu, masih tersedia waktu untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, pengobatan, vaksinasi, atau perubahan gaya hidup.

Bagi pasangan yang ingin segera memiliki anak, pemeriksaan kesehatan sebelum kehamilan menjadi semakin penting. Bukti penelitian menunjukkan bahwa perawatan sebelum kehamilan dapat membantu mengidentifikasi faktor risiko dan mendukung perubahan perilaku kesehatan seperti berhenti merokok dan meningkatkan penggunaan asam folat.

Bagaimana Jika Hasil Pemeriksaan Tidak Normal?

Jangan langsung panik.

Hasil pemeriksaan yang tidak normal belum tentu berarti seseorang memiliki penyakit berat atau tidak dapat menikah.

Sebagai contoh, kadar gula darah yang meningkat dapat menjadi tanda perlunya pemeriksaan lebih lanjut. Hasil tes IMS yang positif juga bukan akhir dari kehidupan rumah tangga. Banyak kondisi medis dapat ditangani atau dikendalikan dengan pengobatan yang tepat.

Yang penting adalah membicarakan hasil tersebut dengan dokter dan memahami langkah berikutnya.

Pasangan juga sebaiknya membangun komunikasi yang terbuka mengenai kondisi kesehatan masing-masing. Pemeriksaan kesehatan seharusnya menjadi sarana untuk saling menjaga, bukan untuk menghakimi atau menyalahkan.

Pre-Marital Check Up Bukan Jaminan Bebas Penyakit

Hal ini juga perlu dipahami.

Pemeriksaan sebelum menikah tidak dapat menjamin seseorang akan selalu sehat atau bebas dari semua penyakit selama hidupnya. Tidak semua penyakit dapat dideteksi melalui satu kali pemeriksaan.

Karena itu, pemeriksaan sebaiknya dipandang sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan dan mengidentifikasi risiko, bukan sebagai “sertifikat bebas penyakit”.

Setelah menikah, pasangan tetap perlu menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala dan melakukan konsultasi jika muncul keluhan.

Kesimpulan

Pre-marital check up penting dilakukan sebagai bagian dari persiapan sebelum menikah. Pemeriksaan ini dapat membantu calon suami dan istri mengetahui kondisi kesehatan, mendeteksi masalah yang mungkin belum menimbulkan gejala, mempertimbangkan skrining IMS, mengevaluasi kesehatan reproduksi, serta mempersiapkan kehamilan dengan lebih baik.

Tidak semua orang membutuhkan pemeriksaan yang sama. Jenis tes sebaiknya ditentukan berdasarkan kondisi, riwayat kesehatan, faktor risiko, dan rencana memiliki anak.

Pada akhirnya, menikah dengan persiapan kesehatan yang baik bukan hanya tentang mempersiapkan hari pernikahan, tetapi juga mempersiapkan kehidupan bersama yang lebih sehat.

📢 Mengalami Keluhan Berbahaya pada Organ Vital atau Gejala Infeksi Menular Seksual?

Jangan biarkan rasa malu dan takut menghambat Anda untuk sembuh! Jika Anda mengalami gejala seperti keluar nanah saat buang air kecil, luka tanpa rasa sakit pada organ vital, rasa terbakar, atau ruam kulit—bisa jadi itu adalah indikasi infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah), klamidia, atau sifilis.

Infeksi ini membutuhkan penanganan antibiotik yang tepat dari tenaga medis profesional, bukan pengobatan asal-asalan yang justru bisa memperparah kondisi Anda.

Dapatkan layanan Konsultasi Online GRATIS bersama Klinik Lelaki Indonesia yang ditangani langsung oleh pakar kesehatan pria, Dokter Rio.

Privasi Anda dijamin aman 100% dan penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan rahasia.

👉 [Klik di Sini untuk Konsultasi Online Gratis dengan Dokter Rio di Klinik Lelaki Indonesia] (Hubungi Hotline kami sekarang!)

Baca juga: Cegah Gonore, Lindungi Diri dari Ancaman HIV