Waspada! Ini Risiko Bahaya Suntik Steroid untuk Kesehatan Penis

Memahami dampak daripada penggunaan steroid anabolik tanpa pengawasan dokter sangat penting bagi pria yang ingin membentuk tubuh berotot atau meningkatkan performa fisik. Pasalnya, zat ini tidak hanya memengaruhi perkembangan otot, tetapi juga berisiko mengganggu keseimbangan hormon, menurunkan fungsi seksual, merusak testis, hingga memicu masalah kesuburan.
Keduanya memiliki risiko yang berbeda dan sama-sama tidak boleh dilakukan sembarangan.
Apa Itu Steroid Anabolik?
Steroid anabolik-androgenik atau anabolic-androgenic steroids (AAS) adalah zat sintetis yang memiliki efek menyerupai hormon androgen, terutama testosteron.
Dalam dunia medis, beberapa obat yang berkaitan dengan androgen memang memiliki kegunaan tertentu dan harus diberikan berdasarkan indikasi serta pengawasan dokter. Namun, penggunaan AAS dalam dosis tinggi untuk membentuk otot atau meningkatkan performa fisik merupakan hal yang berbeda.
Penggunaan AAS secara berlebihan dapat mengganggu sistem hormonal alami tubuh. Salah satu mekanismenya adalah ketika tubuh menerima androgen dari luar, produksi hormon yang mengatur fungsi testis dapat ditekan. Akibatnya, produksi testosteron alami dan produksi sperma dapat terganggu.
1. Testis Bisa Mengecil
Salah satu dampak penggunaan steroid anabolik adalah atrofi testis, yaitu ukuran testis menjadi lebih kecil.
Mengapa hal tersebut bisa terjadi?
Secara sederhana, otak dan testis bekerja dalam suatu sistem hormonal yang saling berhubungan. Ketika tubuh mendapatkan hormon androgen dalam jumlah tinggi dari luar, otak dapat menurunkan sinyal hormonal yang biasanya merangsang testis untuk memproduksi testosteron dan sperma.
Akibatnya, aktivitas testis dapat menurun.
Systematic review mengenai penggunaan AAS menemukan adanya hubungan dengan penurunan hormon gonadotropin, atrofi testis, gangguan spermatogenesis, dan infertilitas pria.
2. Produksi Sperma Bisa Menurun
Banyak pria menggunakan steroid karena ingin mendapatkan tubuh lebih berotot, tetapi mungkin tidak menyadari bahwa penggunaan AAS dapat berdampak pada kesuburan.
Produksi sperma membutuhkan keseimbangan hormon yang cukup kompleks. Ketika sistem hormonal tersebut ditekan oleh steroid dari luar, jumlah dan kualitas sperma dapat menurun.
Dalam sejumlah penelitian, pengguna AAS ditemukan mengalami gangguan pada jumlah, motilitas, atau kualitas sperma. Sebuah systematic review dan meta-analysis yang mencakup 32 penelitian juga menemukan bahwa penggunaan AAS berkaitan dengan kadar FSH dan LH yang lebih rendah, ukuran testis yang lebih kecil, serta penurunan motilitas sperma.
Karena itu, pria yang sedang merencanakan memiliki anak sebaiknya tidak menggunakan steroid anabolik tanpa indikasi medis.
3. Libido Bisa Berubah
Steroid sering dianggap dapat membuat gairah seksual meningkat. Pada sebagian pengguna, peningkatan androgen dari luar memang dapat memengaruhi libido.
Namun, masalah dapat muncul ketika penggunaan dihentikan atau ketika sistem hormonal alami tubuh mengalami penekanan.
Setelah berhenti menggunakan steroid, tubuh tidak selalu langsung kembali menghasilkan hormon secara normal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan penurunan libido, energi, dan fungsi seksual.
Review terbaru di bidang kedokteran seksual menunjukkan bahwa penggunaan AAS dapat menekan sistem hormonal reproduksi dan dapat berkaitan dengan penurunan libido, gangguan ereksi, serta gangguan produksi sperma.
Tonton juga video Dokter Rio di TikTok: bahaya suntik ster0id. bisa bikin 'si joni' mengecil!
4. Risiko Disfungsi Ereksi
Ini merupakan salah satu hal yang paling sering membuat pria khawatir.
Penggunaan steroid anabolik secara tidak tepat dapat mengganggu keseimbangan hormon yang diperlukan untuk fungsi seksual normal. Gangguan tersebut dapat berkontribusi terhadap masalah ereksi, terutama ketika terjadi hipogonadisme atau gangguan produksi testosteron alami.
Review sistematis mengenai AAS dan fungsi seksual menemukan adanya hubungan antara penggunaan steroid dan berbagai masalah seksual, termasuk gangguan ereksi serta gangguan fungsi reproduksi.
Penelitian terbaru tahun 2026 juga secara khusus meninjau hubungan penggunaan AAS dengan disfungsi ereksi dan menemukan adanya perhatian terhadap dampak penggunaan AAS terhadap fungsi ereksi.
Artinya, steroid bukanlah cara yang aman untuk “meningkatkan kejantanan”.
5. Kesuburan Dapat Terganggu
Gangguan kesuburan merupakan salah satu risiko penting yang perlu diketahui pria sebelum menggunakan steroid.
AAS dapat menekan produksi sperma. Pada sebagian pria, fungsi reproduksi dapat membaik setelah penghentian penggunaan, tetapi proses pemulihan tidak selalu berlangsung cepat dan tingkat pemulihannya dapat berbeda.
Systematic review menemukan bahwa beberapa parameter hormonal dapat membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pulih setelah penghentian AAS. Gangguan spermatogenesis juga dapat membutuhkan waktu lebih lama.
Karena itu, jangan menganggap bahwa “berhenti suntik” berarti semua efek langsung hilang.
6. Bagaimana Jika yang Disuntikkan Langsung ke Penis?
Hal ini perlu dibedakan dari suntikan steroid ke dalam tubuh.
Ada orang yang melakukan suntik penis untuk memperbesar ukuran penis, menggunakan bahan seperti silikon industri, parafin, minyak mineral, atau bahan asing lainnya.
Tindakan seperti ini memiliki risiko yang sangat serius.
Bahan asing yang disuntikkan ke penis dapat menyebabkan peradangan, benjolan, pembengkakan, infeksi, jaringan parut, perubahan bentuk penis, dan gangguan ereksi. Pada kasus tertentu, kerusakan jaringan dapat menjadi sangat berat sehingga membutuhkan operasi.
Sebuah systematic review mengenai suntikan bahan asing pada genitalia pria menemukan bahwa komplikasi dapat berupa nyeri, pembengkakan, deformitas, limfedema, nekrosis, hingga kerusakan jaringan berat. Sebagian besar kasus yang dilaporkan membutuhkan tindakan bedah.
Jadi, menyuntikkan bahan apa pun langsung ke penis bukan metode pembesaran yang aman untuk dilakukan sendiri.
7. Bisa Menyebabkan Infeksi dan Kerusakan Jaringan
Prosedur suntik yang dilakukan tanpa standar medis dapat meningkatkan risiko masuknya bakteri ke jaringan.
Jika terjadi infeksi, penis dapat mengalami kemerahan, bengkak, nyeri, keluar cairan atau nanah, bahkan kerusakan jaringan.
Pada kasus suntikan bahan asing, komplikasinya dapat muncul segera maupun beberapa tahun kemudian. Dalam sebuah laporan systematic review, waktu munculnya keluhan dapat berkisar dari satu hari hingga puluhan tahun setelah penyuntikan.
Karena itu, merasa “baik-baik saja” setelah suntikan bukan jaminan bahwa tidak akan terjadi komplikasi di kemudian hari.
8. Jangan Menggunakan Steroid Berdasarkan Saran Teman
Salah satu masalah penggunaan steroid nonmedis adalah sumber obat dan dosis yang sering tidak terjamin.
Produk yang diperoleh melalui jalur tidak resmi dapat memiliki kandungan yang tidak sesuai label, tercemar, atau digunakan dengan dosis yang tidak tepat.
Penggunaan AAS juga sering disertai penggunaan berbagai zat lain sehingga semakin sulit mengetahui zat mana yang menyebabkan efek samping tertentu. Literatur medis mencatat bahwa produk AAS dari sumber tidak resmi dan penggunaan dalam dosis tinggi atau kombinasi yang tidak rasional menjadi perhatian kesehatan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Pria yang pernah menggunakan steroid dan mengalami perubahan fungsi seksual sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, terutama jika mengalami:
- libido menurun;
- sulit mempertahankan ereksi;
- ereksi menjadi lebih lemah;
- ukuran testis terasa mengecil;
- mengalami gangguan ejakulasi;
- sulit mendapatkan kehamilan bersama pasangan;
- muncul nyeri atau benjolan pada testis;
- atau mengalami perubahan pada penis setelah suntikan.
Jika pernah menyuntikkan bahan langsung ke penis dan kemudian muncul bengkak, nyeri hebat, kemerahan, luka, keluar nanah, perubahan warna kulit, atau bentuk penis berubah, pemeriksaan medis perlu dilakukan segera.
Kesimpulan
Suntik steroid bukan cara aman untuk meningkatkan kesehatan atau kemampuan seksual pria. Penggunaan steroid anabolik tanpa pengawasan medis dapat mengganggu keseimbangan hormon, menurunkan produksi sperma, menyebabkan testis mengecil, memengaruhi libido, dan berhubungan dengan gangguan ereksi.
Jika yang dimaksud adalah menyuntikkan bahan langsung ke penis untuk memperbesar ukurannya, risikonya bahkan dapat berupa infeksi, peradangan, jaringan parut, deformitas, nekrosis, hingga kebutuhan operasi.
Kesehatan penis tidak ditentukan oleh ukuran atau massa otot semata. Jika mengalami masalah ereksi, libido, atau kesuburan, lebih aman mencari penyebabnya melalui pemeriksaan dokter daripada mencoba suntikan atau steroid secara mandiri.
📢 Mengalami Masalah Vitalitas atau Keluhan Performa Pria?
Jangan biarkan rasa ragu dan informasi mitos mengganggu kepercayaan diri Anda! Jika Anda mengalami gejala seperti ereksi melemah, ejakulasi dini, atau masalah vitalitas pria lainnya, segera cari penanganan medis yang tepat dan terpercaya.
Dapatkan layanan Konsultasi Online GRATIS bersama Klinik Lelaki Indonesia yang ditangani langsung oleh pakar kesehatan pria, Dokter Rio.
Privasi Anda dijamin aman 100% dan penanganan dilakukan secara profesional tanpa obat-obatan sembarangan.
👉 [Klik di Sini untuk Konsultasi Online Gratis dengan Dokter Rio di Klinik Lelaki Indonesia] (Hubungi Hotline kami sekarang!)