Ini 5 Penyebab Timbulnya Bau Nanah pada Celana Dalam Pria

Menemukan adanya bau seperti nanah di celana dalam pria tentu bisa membuat khawatir. Apalagi disertai noda putih, kuning, atau kehijauan. Banyak orang langsung berpikir bahwa kondisi tersebut pasti disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS), seperti gonore.
Memang, gonore dapat menyebabkan keluarnya cairan seperti nanah dari penis. Namun, bukan berarti setiap cairan atau bau tidak sedap pada celana dalam pasti merupakan IMS. Peradangan pada saluran kemih, infeksi bakteri lain, hingga masalah pada kulit dan kepala penis juga dapat menyebabkan cairan berbau atau membuat celana dalam menjadi tidak sedap.
Karena penyebabnya bisa berbeda, penting untuk mengenali beberapa kemungkinan berikut.
1. Gonore
Gonore merupakan salah satu penyebab penting yang perlu dicurigai ketika pria mengalami cairan seperti nanah dari penis.
Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral dengan orang yang terinfeksi. Pada pria yang mengalami gejala, gonore dapat menyebabkan cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis. Keluhan lain yang sering muncul adalah rasa terbakar atau perih ketika buang air kecil.
Cairan tersebut dapat menempel pada pakaian dalam sehingga meninggalkan noda dan bau yang tidak biasa.
Namun, penting diketahui bahwa bau atau warna cairan saja tidak cukup untuk memastikan seseorang terkena gonore. Pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
WHO juga menjelaskan bahwa gonore merupakan infeksi yang dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, tetapi resistensi antibiotik menjadi masalah yang semakin serius. Karena itu, jangan sembarangan membeli dan mengonsumsi antibiotik sendiri.
2. Klamidia atau Uretritis Non-Gonore
Penyebab kedua adalah uretritis, yaitu peradangan pada uretra atau saluran yang mengeluarkan urine dan semen.
Uretritis memang sering berkaitan dengan IMS. Selain gonore, Chlamydia trachomatis merupakan salah satu penyebab penting. Bakteri Mycoplasma genitalium juga dapat menyebabkan uretritis.
Pada pria, uretritis dapat menimbulkan:
- Cairan keluar dari penis
- Rasa terbakar ketika buang air kecil
- Gatal atau rasa tidak nyaman di ujung penis
- Kemerahan pada lubang penis
- Cairan yang dapat menempel pada celana dalam
Cairannya tidak selalu terlihat seperti nanah. Pada sebagian kasus, cairan bisa lebih bening atau berlendir.
Sebuah penelitian mengenai uretritis pada pria menemukan bahwa cairan uretra cukup sering ditemukan, dan karakter cairannya dapat berbeda tergantung penyebab infeksinya. Karena itu, penampakan cairan tidak dapat digunakan sebagai satu-satunya cara menentukan bakteri penyebabnya.
Jika keluhan menetap atau berulang, pemeriksaan lebih lanjut penting untuk mencari penyebab yang tepat.
3. Balanitis atau Infeksi pada Kepala Penis
Tidak semua cairan berbau berasal dari dalam saluran kencing. Balanitis, yaitu peradangan pada kepala penis, juga dapat menyebabkan bau tidak sedap dan kotoran yang menempel di sekitar penis.
Kondisi ini dapat berkaitan dengan pertumbuhan bakteri atau jamur yang berlebihan, kebersihan yang kurang baik, iritasi, atau kondisi tertentu yang membuat area genital lebih mudah mengalami peradangan.
Gejala yang dapat muncul antara lain:
- Kepala penis kemerahan
- Gatal atau terasa perih
- Bengkak
- Bau tidak sedap
- Cairan atau kotoran di sekitar kepala penis
- Rasa tidak nyaman saat buang air kecil
Pada pria yang belum disunat, kotoran seperti smegma juga dapat menumpuk di bawah kulup. Smegma bukan nanah, tetapi jika bercampur dengan keringat, minyak kulit, sel kulit mati, atau mengalami infeksi, baunya bisa menjadi lebih kuat.
Karena itu, bau pada celana dalam tidak otomatis menunjukkan adanya IMS.
4. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih atau ISK pada pria juga dapat menyebabkan keluhan pada saluran kemih. Kondisi ini berbeda dari IMS, meskipun gejalanya terkadang dapat terlihat mirip.
Infeksi dapat menyebabkan rasa terbakar ketika buang air kecil, sering buang air kecil, rasa tidak nyaman di bagian bawah perut, dan pada kondisi tertentu dapat disertai cairan dari uretra.
CDC menjelaskan bahwa uretritis dapat menyebabkan demam, nyeri saat buang air kecil, dan cairan dari uretra. Penyebabnya dapat berupa infeksi maupun faktor noninfeksi seperti iritasi atau trauma.
Karena itu, apabila terdapat cairan yang tidak biasa, dokter perlu mempertimbangkan beberapa kemungkinan penyebab, bukan hanya gonore.
Pemeriksaan urine dapat membantu mengevaluasi adanya infeksi pada saluran kemih. Jika terdapat kecurigaan IMS, pemeriksaan khusus untuk gonore dan klamidia juga dapat diperlukan.
5. Prostatitis atau Peradangan Prostat
Penyebab lainnya adalah prostatitis, yaitu peradangan pada kelenjar prostat.
Prostat merupakan kelenjar yang terletak di bawah kandung kemih dan berperan dalam sistem reproduksi pria. Ketika prostat mengalami infeksi atau peradangan, keluhan dapat menyerupai gangguan saluran kemih atau uretritis.
Gejalanya dapat berupa:
- Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil
- Sering ingin buang air kecil
- Nyeri di area panggul atau antara skrotum dan anus
- Nyeri ketika ejakulasi
- Kesulitan buang air kecil
- Demam atau menggigil pada prostatitis bakteri akut
Pada beberapa kondisi, infeksi atau peradangan di saluran reproduksi dan kemih dapat menyebabkan adanya cairan yang kemudian terlihat pada celana dalam. CDC memasukkan prostatitis sebagai salah satu kondisi yang perlu dipertimbangkan dalam evaluasi keluhan saluran kemih pada pria.
Tonton juga video Dokter Rio di TikTok: bau nanah di 'buwung' suami: azab pernah selingkuh?
Apakah Bau Nanah Selalu Berarti IMS?
Tidak selalu.
Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami. Bau tidak sedap pada celana dalam dapat berasal dari berbagai hal, mulai dari keringat, urine yang tersisa, smegma, infeksi kulit, hingga cairan akibat peradangan atau infeksi pada saluran kemih dan reproduksi.
Namun, apabila terdapat cairan putih, kuning, atau kehijauan yang keluar dari lubang penis, terutama jika disertai perih ketika buang air kecil, gonore dan IMS lain tetap perlu diperiksa.
CDC merekomendasikan pria dengan gejala uretritis untuk menjalani pemeriksaan terhadap gonore dan klamidia menggunakan tes yang sesuai, termasuk pemeriksaan molekuler atau NAAT.
Jadi, jangan mencoba menentukan penyebab hanya berdasarkan warna atau bau cairan.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Sebaiknya segera melakukan pemeriksaan apabila:
- Keluar cairan dari penis tanpa sebab yang jelas
- Cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan
- Terasa perih ketika buang air kecil
- Penis terasa gatal atau terbakar
- Testis terasa nyeri atau membengkak
- Muncul luka atau kemerahan pada penis
- Bau tidak sedap terus berulang meskipun kebersihan sudah dijaga
- Pasangan diketahui memiliki IMS
- Keluhan muncul setelah hubungan seksual berisiko
Pemeriksaan menjadi semakin penting jika cairan keluar berulang atau keluhan tidak membaik.
Jangan Langsung Minum Antibiotik
Melihat noda seperti nanah di celana dalam mungkin membuat seseorang ingin langsung membeli antibiotik. Sebaiknya jangan melakukan hal tersebut tanpa pemeriksaan.
Uretritis dapat disebabkan oleh berbagai organisme, sedangkan sebagian kasus bahkan tidak dapat langsung ditentukan penyebabnya. Pemeriksaan membantu dokter menentukan penyebab sehingga pengobatan dapat disesuaikan.
Khusus untuk gonore, resistensi antibiotik merupakan masalah kesehatan yang terus menjadi perhatian dunia. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memperburuk masalah tersebut.
Kesimpulan
Bau seperti nanah pada celana dalam pria tidak selalu berarti IMS. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain gonore, klamidia atau uretritis lainnya, balanitis, infeksi saluran kemih, dan prostatitis.
Namun, jika terdapat cairan yang benar-benar keluar dari lubang penis, terutama berwarna putih, kuning, atau kehijauan dan disertai rasa perih saat buang air kecil, sebaiknya jangan diabaikan. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya dan mendapatkan pengobatan yang tepat.
Daripada menebak berdasarkan bau atau warna cairan, lebih baik periksa dan pastikan penyebabnya.
📢 Mengalami Keluhan Berbahaya pada Organ Vital atau Gejala Infeksi Menular Seksual?
Jangan biarkan rasa malu dan takut menghambat Anda untuk sembuh! Jika Anda mengalami gejala seperti keluar nanah saat buang air kecil, luka tanpa rasa sakit pada organ vital, rasa terbakar, atau ruam kulit—bisa jadi itu adalah indikasi infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah), klamidia, atau sifilis.
Infeksi ini membutuhkan penanganan antibiotik yang tepat dari tenaga medis profesional, bukan pengobatan asal-asalan yang justru bisa memperparah kondisi Anda.
Dapatkan layanan Konsultasi Online GRATIS bersama Klinik Lelaki Indonesia yang ditangani langsung oleh pakar kesehatan pria, Dokter Rio.
Privasi Anda dijamin aman 100% dan penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan rahasia.
👉 [Klik di Sini untuk Konsultasi Online Gratis dengan Dokter Rio di Klinik Lelaki Indonesia] (Hubungi Hotline kami sekarang!)
Baca juga: Seks Aman Pakai Kondom: Bebas IMS!