Benjolan di Buah Zakar Bikin Cemas? Ketahui Beda IMS, Kista, dan Varikokel

Menemukan adanya benjolan di buah zakar atau skrotum tentunya bisa membuat pria merasa cemas. Apalagi kalau benjolan itu muncul tiba-tiba atau disertai rasa nyeri. Banyak orang langsung menghubungkannya dengan penyakit menular seksual (IMS), bahkan ada yang khawatir benjolan tersebut merupakan kanker.
Padahal, benjolan di area buah zakar dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Beberapa di antaranya relatif jinak, seperti kista epididimis atau varikokel. Namun, infeksi seperti epididimitis yang dapat berkaitan dengan IMS juga bisa menyebabkan pembengkakan. Pada sisi lain, benjolan yang benar-benar berada di dalam jaringan testis perlu mendapat perhatian khusus karena dapat berkaitan dengan tumor.
Karena itu, jangan mencoba menentukan penyebab hanya dari bentuk benjolan. Pemeriksaan dokter, dan bila diperlukan USG skrotum, dapat membantu mencari penyebabnya.
Tidak Semua Benjolan Berarti IMS
IMS memang dapat menyebabkan masalah pada area testis dan epididimis. Salah satunya adalah epididimitis, yaitu peradangan pada epididimis, saluran kecil yang berada di belakang testis.
Pada pria yang aktif secara seksual, epididimitis akut dapat disebabkan oleh bakteri penyebab IMS seperti Chlamydia trachomatis dan Neisseria gonorrhoeae. Kondisi ini biasanya menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada salah satu sisi skrotum.
Namun, epididimitis juga dapat disebabkan oleh bakteri yang bukan berasal dari IMS, misalnya bakteri saluran kemih.
Jadi, adanya benjolan atau pembengkakan saja tidak cukup untuk mengatakan seseorang terkena IMS.
1. Epididimitis: Benjolan atau Bengkak akibat Infeksi
Epididimitis dapat membuat bagian belakang testis terasa membesar, nyeri, dan sensitif ketika disentuh. Pada beberapa kasus, peradangan dapat meluas hingga testis dan disebut epididimo-orchitis.
Gejala yang dapat menyertai antara lain:
- Nyeri pada salah satu sisi skrotum
- Skrotum membengkak
- Testis terasa lebih sensitif
- Nyeri ketika buang air kecil
- Keluar cairan dari penis
- Sering buang air kecil
- Demam pada sebagian kasus
Jika penyebabnya berkaitan dengan gonore atau klamidia, seseorang juga dapat mengalami uretritis atau peradangan pada saluran kencing. Menariknya, uretritis pada sebagian pria dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas.
Karena itu, dokter dapat melakukan pemeriksaan IMS, termasuk pemeriksaan gonore dan klamidia, apabila terdapat faktor risiko atau gejala yang sesuai.
2. Kista Epididimis atau Spermatocele
Penyebab lain adalah kista pada epididimis. Kista merupakan kantong berisi cairan yang dapat muncul di sekitar epididimis.
Salah satu jenisnya disebut spermatocele, yaitu kista yang dapat mengandung cairan dan sperma. Kondisi ini umumnya bersifat jinak.
Penelitian mengenai benjolan skrotum pada layanan primer menemukan bahwa kista epididimis atau spermatocele termasuk temuan yang cukup sering ditemukan.
Berbeda dengan infeksi, kista dapat terasa sebagai benjolan yang relatif terpisah dari jaringan testis. Ukurannya dapat kecil, tetapi pada sebagian orang bisa semakin terasa ketika diperiksa sendiri.
Sebagian kista tidak menimbulkan keluhan apa pun dan ditemukan secara tidak sengaja.
Namun, jangan mencoba memecahkan atau menusuk benjolan sendiri. Jika benjolan mengganggu, membesar, atau menimbulkan rasa nyeri, sebaiknya diperiksa oleh dokter.
3. Varikokel: Pembuluh Darah di Sekitar Testis Membesar
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di sekitar testis, terutama pada jaringan yang disebut pleksus pampiniformis.
Penyakit ini cukup sering ditemukan pada pria dan sebagian besar tidak menimbulkan gejala. Namun, pada sebagian pria dapat muncul rasa berat atau nyeri tumpul pada skrotum, terutama setelah berdiri lama atau melakukan aktivitas tertentu.
Saat diraba, varikokel kadang digambarkan terasa seperti kumpulan pembuluh darah yang berkelok-kelok. Kondisi ini lebih sering terjadi di sisi kiri.
Varikokel juga menjadi perhatian dalam evaluasi kesuburan pria karena pada sebagian pria dapat berkaitan dengan gangguan parameter sperma. Namun, tidak semua pria dengan varikokel mengalami infertilitas.
Pemeriksaan fisik biasanya menjadi langkah awal. Jika hasil pemeriksaan belum jelas, dokter dapat menggunakan USG dengan Doppler untuk membantu menilai pembuluh darah dan kondisi testis.
Tonton juga video Dokter Rio di TikTok: di buah zakarnya 'om duda' ada benjolan!
4. Hidrokel Juga Bisa Terlihat seperti Benjolan
Selain kista dan varikokel, ada hidrokel, yaitu penumpukan cairan di sekitar testis.
Hidrokel biasanya menyebabkan skrotum membesar atau terasa penuh. Pembengkakannya dapat terasa seperti benjolan, tetapi sebenarnya bukan benjolan padat pada testis.
Hidrokel termasuk salah satu penyebab pembengkakan skrotum yang cukup sering ditemukan. USG dapat membantu membedakan hidrokel dari kondisi lain.
Pada sebagian orang hidrokel tidak terasa sakit. Namun, jika ukurannya besar, pembengkakan dapat menimbulkan rasa berat atau tidak nyaman.
5. Benjolan di Dalam Testis Jangan Diabaikan
Ini merupakan bagian yang paling penting.
Benjolan yang benar-benar berada di dalam jaringan testis perlu diperiksa. Sebagian besar kelainan di luar testis bersifat jinak, tetapi massa yang berada di dalam testis memiliki kemungkinan lebih besar untuk membutuhkan evaluasi serius.
Kanker testis memang bukan penyebab paling sering dari semua benjolan skrotum. Namun, penyakit ini dapat muncul sebagai benjolan atau pembesaran testis yang biasanya tidak terasa sakit.
Karena itu, jangan menunggu sampai benjolan terasa nyeri. Benjolan yang menetap, testis terasa semakin besar, perubahan bentuk atau tekstur testis, atau adanya massa yang terasa keras sebaiknya diperiksa.
Pemeriksaan USG skrotum dapat membantu dokter menentukan apakah suatu benjolan berada di dalam atau di luar testis dan apakah sifatnya lebih menyerupai lesi berisi cairan atau massa padat.
Bagaimana Membedakan Secara Sederhana?
Secara umum, beberapa kondisi dapat memiliki gambaran seperti berikut:
Epididimitis akibat infeksi: biasanya disertai nyeri, bengkak, dan dapat disertai keluhan buang air kecil atau cairan dari penis.
Kista epididimis/spermatocele: cenderung berupa benjolan di sekitar epididimis dan sering kali tidak menimbulkan gejala berat.
Varikokel: dapat terasa seperti kumpulan pembuluh darah dan sering disertai rasa berat atau nyeri tumpul.
Hidrokel: lebih berupa pembesaran atau penumpukan cairan di sekitar testis.
Massa di dalam testis: dapat berupa benjolan atau perubahan ukuran dan tekstur testis sehingga perlu evaluasi medis.
Namun, gambaran tersebut hanya sebagai informasi awal. Tidak aman mendiagnosis sendiri hanya dengan meraba buah zakar.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Tidak semua benjolan merupakan keadaan darurat, tetapi beberapa kondisi membutuhkan pertolongan segera.
Jika muncul nyeri testis yang sangat hebat dan tiba-tiba, terutama pada satu sisi, jangan menunggu. Salah satu kondisi yang perlu segera disingkirkan adalah torsio testis, yaitu testis berputar sehingga aliran darahnya dapat terganggu. Ini merupakan keadaan darurat medis.
Selain itu, segera periksa jika:
- Benjolan semakin membesar
- Benjolan terasa keras atau menetap
- Ukuran atau bentuk testis berubah
- Skrotum membengkak secara tiba-tiba
- Disertai demam
- Keluar cairan dari penis
- Nyeri ketika buang air kecil
- Testis terasa berat atau tidak nyaman terus-menerus
- Benjolan tidak menghilang
Jika terdapat kecurigaan infeksi menular seksual, dokter dapat melakukan pemeriksaan urine atau tes khusus untuk gonore dan klamidia sesuai kondisi pasien.
Pemeriksaan Apa yang Biasanya Dilakukan?
Dokter biasanya akan memulai dengan menanyakan kapan benjolan muncul, apakah terasa sakit, apakah ukurannya berubah, serta apakah terdapat keluhan buang air kecil atau cairan dari penis.
Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik pada skrotum.
Jika diperlukan, dokter dapat meminta USG skrotum, terkadang dengan Doppler. Pemeriksaan ini membantu melihat struktur testis, epididimis, pembuluh darah, dan jaringan di sekitarnya. USG juga dapat membantu membedakan massa yang berada di dalam testis dengan kelainan di luar testis.
Jika terdapat tanda infeksi, pemeriksaan laboratorium dan tes IMS dapat dilakukan sesuai indikasi.
Kesimpulan
Benjolan di buah zakar tidak selalu berarti IMS. Penyebabnya bisa berupa epididimitis, kista epididimis atau spermatocele, varikokel, hidrokel, hingga kondisi lain yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
Yang penting adalah memperhatikan lokasi, ukuran, perubahan bentuk, rasa nyeri, serta gejala lain yang menyertai. Karena penyebabnya sulit dibedakan hanya dengan pemeriksaan sendiri, benjolan yang menetap sebaiknya diperiksakan ke dokter dan dapat membutuhkan USG skrotum.
Jika muncul nyeri testis yang hebat dan tiba-tiba, jangan menunda mencari pertolongan medis karena torsio testis merupakan keadaan darurat.
📢 Mengalami Keluhan Berbahaya pada Organ Vital atau Gejala Infeksi Menular Seksual?
Jangan biarkan rasa malu dan takut menghambat Anda untuk sembuh! Jika Anda mengalami gejala seperti keluar nanah saat buang air kecil, luka tanpa rasa sakit pada organ vital, rasa terbakar, atau ruam kulit—bisa jadi itu adalah indikasi infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah), klamidia, atau sifilis.
Infeksi ini membutuhkan penanganan antibiotik yang tepat dari tenaga medis profesional, bukan pengobatan asal-asalan yang justru bisa memperparah kondisi Anda.
Dapatkan layanan Konsultasi Online GRATIS bersama Klinik Lelaki Indonesia yang ditangani langsung oleh pakar kesehatan pria, Dokter Rio.
Privasi Anda dijamin aman 100% dan penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan rahasia.
👉 [Klik di Sini untuk Konsultasi Online Gratis dengan Dokter Rio di Klinik Lelaki Indonesia] (Hubungi Hotline kami sekarang!)
Baca juga: Gonore Belum Sembuh? Wajib Tes Ini!