KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010
@dokterrio Konsultasi WhatsApp

Perbedaan Gonore dan Sifilis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan

Perbedaan Gonore dan Sifilis, Apa Bedanya? Kenali Gejala dan Cara Penularannya

Ketahui perbedaan gonore dan sifilis, mulai dari penyebab, gejala, cara penularan, komplikasi, hingga pengobatannya agar tidak salah mengenali IMS.

 

Gonore dan sifilis adalah dua penyakit yang termasuk dalam kelompok infeksi menular seksual (IMS). Karena sama-sama dapat ditularkan melalui hubungan seksual, banyak orang mengira kedua penyakit ini adalah kondisi yang sama.

Padahal, gonore dan sifilis memiliki penyebab, gejala, perjalanan penyakit, serta cara penanganan yang berbeda. Memahami perbedaannya dapat membantu Anda mengenali gejala lebih awal dan segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Apa Itu Gonore?

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

Bakteri ini biasanya menginfeksi:

  • Saluran kemih.
  • Leher rahim (serviks).
  • Rektum atau anus.
  • Tenggorokan.
  • Mata.

Gejala gonore umumnya muncul dalam waktu 2–14 hari setelah seseorang terpapar bakteri, meskipun sebagian penderita tidak mengalami gejala.

Apa Itu Sifilis?

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Berbeda dengan gonore, sifilis berkembang melalui beberapa tahap. Jika tidak diobati, infeksi dapat menyebar ke berbagai organ tubuh, termasuk otak, mata, jantung, dan sistem saraf.

Karena itu, sifilis termasuk penyakit yang perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan komplikasi serius.

Perbedaan Gonore dan Sifilis

Berikut beberapa perbedaan utama antara gonore dan sifilis.

1. Penyebabnya Berbeda

Perbedaan paling mendasar adalah bakteri penyebabnya.

  • Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.
  • Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Meskipun sama-sama disebabkan oleh bakteri, kedua penyakit ini memiliki karakteristik yang berbeda.

2. Gejala yang Muncul Tidak Sama

Gejala Gonore

Gonore lebih sering menyebabkan keluhan pada saluran kemih atau organ reproduksi, seperti:

  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Keluar cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis atau vagina.
  • Keputihan yang tidak normal pada wanita.
  • Nyeri pada panggul atau testis.
  • Nyeri atau keluar cairan dari anus bila terjadi infeksi di rektum.

Gejala Sifilis

Gejala sifilis bergantung pada stadium penyakit.

Pada tahap awal biasanya muncul:

  • Luka kecil yang tidak terasa nyeri (chancre) pada penis, vagina, anus, mulut, atau area lain yang terpapar.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar lokasi infeksi.

Jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang menjadi:

  • Ruam pada kulit, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
  • Demam.
  • Nyeri otot.
  • Rambut rontok pada sebagian area kepala.
  • Kelelahan.

Pada stadium lanjut, sifilis dapat merusak organ-organ penting seperti otak, mata, jantung, dan saraf.

3. Cara Penularannya

Baik gonore maupun sifilis dapat menular melalui:

  • Hubungan seksual vaginal.
  • Hubungan seksual anal.
  • Hubungan seksual oral.

Selain itu, keduanya juga dapat ditularkan dari ibu hamil kepada bayinya.

Namun, sifilis juga dapat menular melalui kontak langsung dengan luka sifilis saat berhubungan seksual.

4. Komplikasi yang Dapat Terjadi

Jika tidak diobati, gonore dapat menyebabkan:

  • Penyakit radang panggul pada wanita.
  • Peradangan pada saluran reproduksi pria.
  • Gangguan kesuburan pada pria maupun wanita.
  • Penyebaran infeksi ke bagian tubuh lain, meskipun lebih jarang.

Sementara itu, sifilis yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi yang lebih luas, seperti:

  • Gangguan pada otak dan sistem saraf (neurosifilis).
  • Gangguan mata yang dapat menurunkan penglihatan.
  • Kerusakan jantung dan pembuluh darah.
  • Kerusakan organ lainnya.

5. Cara Mendiagnosis

Karena gejalanya dapat menyerupai penyakit lain, dokter perlu melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.

Pemeriksaan gonore dapat meliputi:

  • Sampel urine.
  • Usap (swab) dari area yang terinfeksi.
  • Tes laboratorium seperti NAAT (Nucleic Acid Amplification Test).

Sementara itu, diagnosis sifilis umumnya dilakukan melalui:

  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi terhadap Treponema pallidum.
  • Pemeriksaan cairan dari luka sifilis pada kondisi tertentu.

6. Pengobatan

Baik gonore maupun sifilis dapat diobati dengan antibiotik.

Namun, jenis antibiotik dan cara pemberiannya berbeda karena bakteri penyebabnya juga berbeda.

Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak mengobati sendiri tanpa pemeriksaan dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat menyebabkan pengobatan menjadi kurang efektif.

Bisakah Seseorang Mengalami Gonore dan Sifilis Bersamaan?

Ya, bisa.

Seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu infeksi menular seksual dalam waktu yang sama, termasuk gonore dan sifilis.

Karena itu, dokter sering menyarankan pemeriksaan IMS secara menyeluruh jika seseorang didiagnosis mengalami salah satu infeksi menular seksual.

Cara Mencegah Gonore dan Sifilis

Beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko tertular adalah:

  • Menggunakan kondom secara benar dan konsisten saat berhubungan seksual.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara berkala jika memiliki faktor risiko.
  • Tidak melakukan hubungan seksual hingga pengobatan dinyatakan selesai oleh dokter.
  • Mengajak pasangan untuk menjalani pemeriksaan dan pengobatan bila diperlukan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami:

  • Keluar cairan yang tidak normal dari penis atau vagina.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Muncul luka pada area kelamin, anus, atau mulut.
  • Ruam yang tidak diketahui penyebabnya, terutama pada telapak tangan atau telapak kaki.
  • Memiliki pasangan yang didiagnosis infeksi menular seksual.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang status kesehatannya tidak diketahui.

Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada pasangan.

Kesimpulan

Gonore dan sifilis merupakan infeksi menular seksual yang berbeda. Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae dan umumnya menimbulkan keluhan seperti nyeri saat buang air kecil serta keluarnya cairan dari organ kelamin. Sementara itu, sifilis disebabkan oleh Treponema pallidum dan biasanya diawali dengan luka yang tidak nyeri, kemudian dapat berkembang menjadi penyakit yang menyerang berbagai organ bila tidak diobati.

Karena gejala kedua penyakit ini dapat menyerupai kondisi lain, pemeriksaan oleh dokter sangat diperlukan untuk memastikan diagnosis. Dengan pengobatan yang tepat sejak dini, gonore maupun sifilis dapat ditangani sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

 

Tonton juga video Dokter Rio di Tiktok:

Perbedaan Sifilis dan Gonore: 7 Cara Mengetahuinya