KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010
@dokterrio Konsultasi WhatsApp

Apa Itu Sifilis? Jangan Abaikan Gejala Awalnya

Apa Itu Sifilis? Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

 

Apa itu sifilis? Kenali penyebab, gejala, cara penularan, pengobatan, dan pencegahan sifilis agar terhindar dari komplikasi serius.

 

Sifilis adalah salah satu infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja yang aktif secara seksual dan sering kali tidak disadari karena gejalanya pada tahap awal bisa sangat ringan atau bahkan hilang dengan sendirinya.

Meski demikian, sifilis tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak diobati, infeksi dapat berkembang dan merusak berbagai organ tubuh, seperti otak, jantung, mata, hingga sistem saraf.

Oleh karena itu, penting untuk mengenali apa itu sifilis, bagaimana cara penularannya, gejalanya, serta cara mengobatinya.

Apa Itu Sifilis?

Sifilis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini biasanya masuk ke dalam tubuh melalui luka kecil pada kulit atau selaput lendir saat melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.

Sifilis berkembang secara bertahap. Setiap tahap memiliki gejala yang berbeda, sehingga tidak semua penderita mengalami keluhan yang sama.

Jika didiagnosis dan diobati sejak dini, sifilis umumnya dapat disembuhkan dengan antibiotik.

Bagaimana Cara Penularan Sifilis?

Sifilis dapat menular melalui:

  • Hubungan seksual vaginal tanpa pengaman.
  • Hubungan seksual anal.
  • Hubungan seksual oral.
  • Kontak langsung dengan luka sifilis pada area kelamin, anus, mulut, atau bagian tubuh lainnya.
  • Penularan dari ibu hamil kepada janin selama kehamilan atau saat persalinan (sifilis kongenital).

Sifilis tidak menular melalui:

  • Berjabat tangan.
  • Berpelukan.
  • Berbagi alat makan.
  • Dudukan toilet.
  • Kolam renang.
  • Berbagi pakaian.

Karena itu, Anda tidak perlu khawatir tertular sifilis melalui kontak sosial sehari-hari.

Apa Saja Gejala Sifilis?

Gejala sifilis berbeda pada setiap tahap penyakit.

1. Sifilis Primer

Tahap awal biasanya ditandai dengan munculnya luka kecil yang disebut chancre.

Ciri-cirinya antara lain:

  • Luka berbentuk bulat atau oval.
  • Tidak terasa nyeri.
  • Dapat muncul pada penis, vagina, anus, mulut, atau bibir.
  • Muncul sekitar 10–90 hari setelah terpapar bakteri.

Karena tidak terasa sakit, banyak penderita tidak menyadari adanya luka tersebut.

2. Sifilis Sekunder

Jika tidak diobati, sifilis dapat berkembang ke tahap berikutnya.

Gejalanya meliputi:

  • Ruam pada kulit, termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
  • Demam.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Nyeri otot.
  • Kelelahan.
  • Rambut rontok pada sebagian area kepala.

Gejala-gejala ini dapat hilang tanpa pengobatan, tetapi bukan berarti infeksinya telah sembuh.

3. Sifilis Laten

Pada tahap laten, penderita biasanya tidak mengalami gejala apa pun.

Meskipun demikian, bakteri masih berada di dalam tubuh dan dapat bertahan selama bertahun-tahun jika tidak diobati.

4. Sifilis Tersier

Ini adalah tahap yang paling serius dan dapat terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal pada sebagian penderita yang tidak mendapatkan pengobatan.

Komplikasi yang dapat terjadi meliputi:

  • Kerusakan otak dan sistem saraf (neurosifilis).
  • Gangguan penglihatan hingga kebutaan.
  • Kerusakan jantung dan pembuluh darah.
  • Gangguan pendengaran.
  • Kelumpuhan.
  • Demensia.

Tidak semua penderita sifilis akan mengalami tahap ini, terutama jika telah mendapatkan pengobatan yang tepat.

Bagaimana Cara Mendiagnosis Sifilis?

Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Wawancara mengenai gejala dan riwayat kesehatan.
  • Pemeriksaan fisik.
  • Pemeriksaan darah untuk mendeteksi antibodi terhadap bakteri penyebab sifilis.
  • Pemeriksaan cairan dari luka sifilis pada kondisi tertentu.

Diagnosis yang tepat sangat penting agar pengobatan dapat diberikan sesuai kondisi pasien.

Apakah Sifilis Bisa Disembuhkan?

Ya, sifilis dapat disembuhkan, terutama jika terdeteksi pada tahap awal.

Pengobatan umumnya menggunakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter. Penting untuk menjalani pengobatan hingga selesai sesuai anjuran dan tidak menghentikan terapi tanpa persetujuan dokter.

Selain itu, pasangan seksual juga sebaiknya menjalani pemeriksaan dan pengobatan bila diperlukan untuk mencegah penularan kembali.

Perlu diketahui bahwa pengobatan dapat membunuh bakteri penyebab sifilis, tetapi tidak dapat memperbaiki kerusakan organ yang sudah terjadi akibat infeksi lanjut. Karena itu, deteksi dan terapi sejak dini sangat penting.

Bagaimana Cara Mencegah Sifilis?

Beberapa langkah yang dapat membantu menurunkan risiko tertular sifilis adalah:

  • Menggunakan kondom secara benar dan konsisten saat berhubungan seksual.
  • Menghindari berganti-ganti pasangan seksual.
  • Melakukan pemeriksaan infeksi menular seksual secara berkala jika memiliki faktor risiko.
  • Tidak melakukan hubungan seksual jika terdapat luka pada area kelamin hingga diperiksa oleh dokter.
  • Mengajak pasangan untuk melakukan pemeriksaan bila salah satu didiagnosis sifilis.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami:

  • Luka yang tidak nyeri pada penis, vagina, anus, atau mulut.
  • Ruam pada tubuh yang tidak diketahui penyebabnya, terutama pada telapak tangan atau telapak kaki.
  • Memiliki pasangan yang didiagnosis sifilis.
  • Melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan yang status kesehatannya tidak diketahui.
  • Sedang merencanakan kehamilan atau sedang hamil dan memiliki risiko infeksi menular seksual.

Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada orang lain.

Kesimpulan

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Penyakit ini berkembang dalam beberapa tahap dan sering kali tidak disadari karena gejalanya dapat ringan atau menghilang sementara.

Meskipun demikian, sifilis tidak akan sembuh dengan sendirinya. Tanpa pengobatan, infeksi dapat menyebabkan komplikasi serius pada berbagai organ tubuh. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya, melakukan pemeriksaan jika berisiko, dan segera mendapatkan pengobatan dari dokter. Dengan penanganan yang tepat, sifilis dapat disembuhkan dan risiko komplikasi dapat diminimalkan.

 

 

Baca juga: Perbedaan Gonore dan Sifilis: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan