KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Nyeri Saat Ejakulasi?

Nyeri Saat Ejakulasi: Apa Penyebabnya?

Nyeri saat ejakulasi merupakan keluhan yang tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem reproduksi atau saluran kemih.

Nyeri saat ejakulasi merupakan keluhan yang tidak boleh diabaikan karena dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem reproduksi atau saluran kemih. Meskipun sebagian pria hanya mengalaminya sesekali, rasa sakit yang muncul secara berulang saat mengeluarkan air mani sebaiknya diperiksakan ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Sayangnya, masih banyak pria yang enggan mencari pertolongan medis karena merasa malu atau menganggap keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Keluhan ini dapat dirasakan sebelum, selama, atau setelah ejakulasi dengan tingkat nyeri yang bervariasi pada setiap orang. Pada beberapa kasus, nyeri juga disertai gejala lain, seperti rasa perih saat buang air kecil, darah pada air mani, keluarnya cairan dari penis, atau penurunan gairah seksual. Oleh sebab itu, mengenali penyebab nyeri saat ejakulasi sejak dini sangat penting agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kondisi yang mendasarinya.

Apa Itu Nyeri Saat Ejakulasi?

Nyeri saat ejakulasi atau painful ejaculation adalah kondisi ketika pria merasakan nyeri, perih, terbakar, atau rasa tidak nyaman saat mengeluarkan sperma. Nyeri dapat dirasakan di beberapa area, antara lain:

  • Penis atau uretra.
  • Testis.
  • Skrotum.
  • Area panggul.
  • Perineum (daerah antara skrotum dan anus).
  • Perut bagian bawah.

Keluhan ini dapat berlangsung selama beberapa detik hingga beberapa jam setelah ejakulasi, tergantung pada penyebabnya.

Penyebab Nyeri Saat Ejakulasi

Nyeri saat ejakulasi dapat disebabkan oleh berbagai kondisi medis. Berikut beberapa penyebab yang paling sering ditemukan.

1. Prostatitis (Peradangan Prostat)

Prostatitis merupakan salah satu penyebab paling umum nyeri saat ejakulasi. Prostat adalah kelenjar yang menghasilkan sebagian cairan semen. Ketika mengalami peradangan akibat infeksi atau penyebab lain, proses ejakulasi dapat menimbulkan rasa nyeri.

Gejala yang sering menyertai meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Sering buang air kecil.
  • Nyeri pada panggul.
  • Demam pada prostatitis akut.
  • Rasa tidak nyaman di area selangkangan.

2. Infeksi Menular Seksual (IMS)

Beberapa infeksi menular seksual dapat menyebabkan peradangan pada uretra atau organ reproduksi sehingga menimbulkan nyeri saat ejakulasi, seperti:

  • Gonore.
  • Klamidia.
  • Trikomoniasis.

Selain nyeri, penderita juga dapat mengalami keluarnya cairan dari penis, nyeri saat berkemih, atau luka pada area kelamin.

3. Infeksi Saluran Kemih

Infeksi pada saluran kemih dapat menyebabkan iritasi pada uretra sehingga proses ejakulasi terasa nyeri atau terbakar.

Keluhan biasanya disertai:

  • Anyang-anyangan.
  • Urine keruh.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Demam pada beberapa kasus.

4. Pembesaran Prostat Jinak (BPH)

Pada pria usia lanjut, pembesaran prostat dapat menekan uretra dan saluran ejakulasi sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman ketika ejakulasi.

Gejala lain meliputi:

  • Pancaran urine lemah.
  • Sulit memulai buang air kecil.
  • Sering buang air kecil pada malam hari.

5. Batu Saluran Kemih atau Saluran Ejakulasi

Batu yang menyumbat saluran reproduksi atau saluran kemih dapat menyebabkan rasa nyeri saat sperma melewati saluran tersebut.

6. Efek Samping Operasi atau Tindakan Medis

Sebagian pria mengalami nyeri ejakulasi setelah menjalani:

  • Operasi prostat.
  • Operasi hernia.
  • Vasektomi.
  • Radioterapi pada area panggul.

Keluhan biasanya bersifat sementara, tetapi tetap perlu dievaluasi bila berlangsung lama.

7. Gangguan Otot Dasar Panggul

Otot dasar panggul yang tegang atau mengalami gangguan dapat menyebabkan rasa nyeri ketika otot berkontraksi saat ejakulasi.

8. Faktor Psikologis

Stres, kecemasan, atau trauma seksual juga dapat memperburuk persepsi nyeri pada sebagian pria, meskipun umumnya terdapat faktor fisik yang mendasarinya.

Gejala yang Dapat Menyertai Nyeri Saat Ejakulasi

Selain rasa sakit saat ejakulasi, beberapa gejala lain yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Air mani bercampur darah.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Nyeri pada testis.
  • Nyeri panggul.
  • Penurunan gairah seksual.
  • Sulit ereksi.
  • Demam.
  • Urine berdarah.

Apabila gejala tersebut muncul bersamaan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Apakah Nyeri Saat Ejakulasi Berbahaya?

Nyeri saat ejakulasi bukanlah penyakit, melainkan gejala dari suatu kondisi medis. Tingkat bahayanya bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Jika disebabkan oleh infeksi, keterlambatan pengobatan dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi ke organ reproduksi lain. Sementara itu, bila berkaitan dengan prostat atau gangguan saluran ejakulasi, penanganan dini dapat membantu mencegah komplikasi, termasuk gangguan kesuburan.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Untuk mengetahui penyebab nyeri, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan.

Wawancara Medis

Dokter akan menanyakan:

  • Lokasi nyeri.
  • Kapan nyeri muncul.
  • Riwayat hubungan seksual.
  • Riwayat penyakit.
  • Penggunaan obat-obatan.

Pemeriksaan Fisik

Meliputi organ reproduksi, prostat (bila diperlukan), serta area panggul.

Cek Laboratorium

Dokter dapat menyarankan:

  • Tes urine.
  • Kultur urine bila dicurigai infeksi.
  • Pemeriksaan cairan semen.
  • Pemeriksaan IMS bila terdapat faktor risiko.

USG atau Pemeriksaan Penunjang

USG prostat atau skrotum dapat dilakukan jika dicurigai terdapat kelainan struktural.

Bagaimana Cara Mengatasi Nyeri Saat Ejakulasi?

Penanganan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Beberapa pilihan terapi meliputi:

  • Antibiotik bila disebabkan infeksi bakteri.
  • Obat antiinflamasi untuk mengurangi peradangan.
  • Obat untuk pembesaran prostat bila diperlukan.
  • Terapi otot dasar panggul.
  • Konseling apabila terdapat faktor psikologis.
  • Tindakan medis bila ditemukan penyumbatan atau kelainan tertentu.

Hindari mengonsumsi antibiotik atau obat pereda nyeri tanpa anjuran dokter karena dapat menutupi gejala dan menyulitkan diagnosis.

Cara Mencegah Nyeri Saat Ejakulasi

Beberapa langkah berikut dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi pria:

  • Menjaga kebersihan organ intim.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual berisiko.
  • Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
  • Minum air putih yang cukup.
  • Tidak menahan buang air kecil terlalu lama.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala.
Tonton juga video Dokter Rio di TikTok:
Mr. P nyeri setelah berhubungan beresiko? Jangan anggap sepele! 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila:

  • Nyeri saat ejakulasi terjadi berulang.
  • Rasa sakit semakin berat.
  • Disertai darah pada air mani.
  • Keluar cairan dari penis.
  • Demam.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Sulit buang air kecil.
  • Nyeri testis yang tidak kunjung membaik.

Semakin cepat penyebab diketahui, semakin baik peluang keberhasilan pengobatan.

Konsultasikan di Klinik Lelaki Indonesia

Apabila Anda mengalami gejala tersebut, jangan menunggu hingga keluhan semakin mengganggu. Pemeriksaan sejak dini sangat penting untuk mengetahui penyebabnya, apakah berkaitan dengan infeksi, gangguan prostat, saluran reproduksi, atau kondisi medis lainnya.

Di Klinik Lelaki Indonesia, Anda akan mendapatkan pemeriksaan yang nyaman, rahasia, dan komprehensif yang ditangani langsung oleh Dokter Rio. Setelah evaluasi menyeluruh, dokter akan menentukan diagnosis serta memberikan terapi yang sesuai dengan penyebab keluhan Anda. Penanganan yang tepat tidak hanya membantu meredakan nyeri, tetapi juga menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah komplikasi di kemudian hari.

Baca juga: Kesehatan Organ Reproduksi Pria