Menggunakan Air Liur untuk Pelumas Seks? Jangan lakukan!

air liur pelumas

air liur pelumas

Tidak sedikit pasangan yang memanfaatkan air liur sebagai pelumas saat berhubungan seksual. Tahukah Anda menggunakan air liur ini sebagai pelumas sangat berbahaya.

Setiap wanita memproduksi cairan alami yang melumasi vagina untuk memudahkan proses penetrasi saat berhubungan seksual. Namun pada beberapa kondisi, produksi cairan ini bisa saja menurun sehingga membuat vagina menjadi kering dan terasa nyeri ketika berhubungan seksual.

Pelumas tersedia dalam berbagai macam jenis, ada yang berupa air, silikon, minyak, dan juga pelumas alami. Air liur dipercaya sebagai salah satu pelumas alami yang bisa digunakan. Namun, apakah aman menggunakan air liur sebagai pelumas?

klinik lelaki

Risiko menggunakan air ludah sebagai pelumas seks

Ternyata, selain bikin vagina cepat kering lagi, masih ada risiko lain bila Anda tetap nekat menggunakan air liur sebagai pelumas seks.

1. Meningkatkan Risiko Terkena Penyakit Menular Seksual

Sebagai contoh, bila pasangan punya herpes di mulut, ia bisa menularkannya bila ia menggunakan air liur sebagai pelumas seks. Bila terjadi penularan, gejala awal umumnya tak mudah dikenali, sehingga bisa menyulitkan diagnosis.

2. Menyebabkan Infeksi

Bakteri pada air liur dan bakteri yang terdapat pada vagina merupakan jenis bakteri yang berbeda. Terdapat enzim pencernaan yang berfungsi untuk menguraikan makanan di dalam liur.

Apabila bakteri dan enzim tersebut berpindah ke vagina, mikrobioma vagina akan terganggu.

Jika mikrobioma rusak dan terganggu, risiko untuk mengalami infeksi jamur atau vaginosis bakterialis juga semakin tinggi. Gejala adalah keluarnya gumpalan-gumpalan putih susu kental (konsistensinya seperti tepung), gatal, dan kemerahan di bibir vagina.

3. Memengaruhi Produksi Sperma

Bukan cuma kesehatan vagina saja yang terganggu, produksi sperma juga bisa kena imbasnya. Penggunaan pelumas seks yang tidak tepat, dalam hal ini menggunakan air liur, bisa membuat sperma sulit mencapai ke lendir serviks dan membuahi sel telur. Ujung-ujungnya, kehamilan sulit terjadi.

Alternatif pelumas ketika bercinta

1. Lidah Buaya

Menurut ahli farmasi Joe Graedon dari The People’s Pharmacy, lidah buaya sudah dikenal sangat lembut dan netral pada semua jenis kulit, jadi aman digunakan di sekitar vagina.

Namun, pastikan gel lidah buaya murni 100% dari lidah buaya, dan tidak mengandung bahan tambahan lainnya. Lidah buaya juga benar-benar aman digunakan pada kondom karena tidak mengandung minyak atau kandungan yang dapat memecah lateks.

2. Putih Telur

Ini mungkin merupakan cara yang mengundang pro dan kontra. Selain karena aroma telur yang mungkin berbau amis, banyak orang merasa khawatir tentang adanya risiko Salmonella.

Namun, menurut perawat kandungan Maureen Stephens, mengoleskan putih telur ke vagina (khusus untuk tujuan kesuburan) itu aman dan tidak menimbulkan efek samping.

Selain itu, banyak wanita yang percaya akan ilmu homeopati (terapi alternatif) percaya pada hal-hal itu, dan menggunakannya tidak hanya sebagai pelumas, tetapi juga untuk hamil, karena dianggap baik untuk memastikan sperma menuju sel telur.

3. Minyak nabati

Menurut terapis seks Brier Jirka, beberapa minyak nabati seperti minyak alpukat, minyak kelapa, dan minyak zaitun dapat digunakan sebagai pelumas alami.

Minyak nabati sangat baik untuk menstimulasi klitoris dan pijat vulva, tetapi ingat untuk jauhkan dari penggunaan kondom, karena bisa membuat kondom rusak.

Selain itu, minyak nabati lebih tahan lebih lama ketimbang menggunakan pelumas yang berbahan dasar air.

Minyak kelapa juga memiliki sifat anti-jamur yang membantu dalam menghindari infeksi ragi. Pastikan minyak kelapa tersebut murni dan tanpa tambahan gula.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segerakan Konsultasi dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

 

 

Tinggalkan Balasan