5 Alasan Mengapa Wanita Tidak Menikmati Seks

tidak menikmati seks

Seks harusnya dapat dinikmati oleh kedua belah pihak. Tapi tahukah Anda 1 dari 10 wanita di Indonesia tidak menikmati seks ketika bercinta. Kok bisa? Simak artikel ini!

Selama ini orang menyangka bahwa seks adalah rekreasi seksual yang menyenangkan bagi kedua belah pihak yang terlibat, suami dan istri. Tapi tunggu dulu, sebuah penelitian baru menemukan bahwa hampir satu dari sepuluh wanita ternyata tidak menikmati seks akibat mengalami nyeri saat berhubungan.

Bukan hanya karena sakit ada beberapa alasan mengapa wanita tidak merasa puas ketika bercinta. Pria perlu mengetahui hal ini agar sesi bercinta Anda dengan pasangan tetap sama-sama memuaskan. Berikut di bawah ini Klinik Lelaki merangkum 5 alasan mengapa wanita tidak menikmati sesi bercinta dengan Anda.

Alasan wanita Tidak Menikmati Seks

Bercinta merupakan hal yang dapat membuat hubungan pasangan suami istri menjadi harmonis. Kepuasan bercinta merupakan hak bagi kedua belah pihak, tapi terkadang yang hanya terpuaskan hanya pria saja. NamunBerikut ini 5 alasan mengapa wanita tidak menikmati seks

1. Stres Berlebihan

Stres bisa memengaruhi gairah seks seseorang. Kondisi pandemi, atau masalah lainnya mungkin bisa meningkatkan stres seseorang hingga tingkat paling tinggi. Jika kondisinya seperti itu, maka tak heran jika seks tidak menjadi prioritas.

Cobalah tanyakan pada diri sendiri apa penyebabnya. Menemukan solusi dari stres yang dirasakan bisa membantu menghidupkan kembali gairah seks yang tak kunjung muncul.

2. Sakit

Rasa sakit yang dirasakan ketika berhubungan intim bisa menjadi tanda adanya sesuatu yang salah. Beberapa masalah umum muncul antara lain:

  • Disfungsi dasar panggul: Kondisi ini umum terjadi ketika otot di dasar panggul tidak rileks secara normal. Wanita dengan kondisi ini sering mengalami nyeri ketika berhubungan. Terapi fisik dan perawatan biofeedback dapat membantu memperbaiki masalah ini.
  • Perubahan hormon: Perubahan kadar estrogen dan testosteron dapat menyebabkan seks yang menyakitkan. Wanita yang sedang menyusui atau memasuki masa menopause mungkin mengalami perubahan hormonal yang menyebabkan kekeringan pada vagina dan sensasi terbakar saat berhubungan. Dalam beberapa kasus, perawatan hormonal dapat memperbaiki masalah ini. Pelumas juga bisa menjadi solusi lainnya.
  • Penyebab medis lainnya: Ada kemungkinan penyebab lain dari nyeri yang dirasakan wanita pada vagina, termasuk infeksi dan endometriosis. Namun, untuk mengetahuinya secara pasti, cobalah berkonsultasi dengan dokter spesialis bersangkutan.

3. Masalah Psikologis

Kecemasan atau depresi juga bisa memengaruhi gairah seksual. Masalah-masalah seperti problem hubungan atau trauma seksual masa lalu juga bisa memengaruhi ketertarikan terhadap keintiman fisik. Dalam beberapa kasus, profesional kesehatan mental bisa membantu mengatasi masalahnya.

4. Libido Rendah

Terkadang, gairah seksual yang tidak menyala hanyalah masalah pola pikir. Banyak wanita memiliki apa yang dikenal sebagai keinginan responsif. Maksudnya, mungkin mereka tidak begitu tertarik untuk memulai seks, tetapi begitu melakukannya mereka akan menyadari bahwa aktivitas tersebut ternyata menyenangkan.

Namun, beberapa wanita memiliki dorongan seks rendah tanpa ada masalah mendasar lainnya. Kondisi ini disebut gangguan hasrat seksual hipoaktif (HSDD) atau istilah lainnya adalah gangguan gairah atau gangguan minat seksual wanita.

5. Kesulitan Bergairah dan Orgasme

Jika seks tidak terasa menyenangkan, mungkin Anda memerlukan penyegaran tentang pendidikan seks. Sebab, banyak wanita berpikir bahwa mereka harus mencapai klimaks dengan hubungan intim. Namun, kebanyakan wanita membutuhkan rangsangan eksternal untuk mencapainya.

Cobalah mencoba hal-hal baru dalam kehidupan seks Anda bersama pasangan. Misalnya, bereksplorasi dengan mainan seks. Jika cara itu masih tidak berhasil, cobalah melakukan perawatan untuk membantu meningkatkan gairah, termasuk obat resep, terapi hormon, hingga minyak atau krim tropical.

Pada intinya, banyak wanita mungkin merasa canggung membicarakan masalah seksual dengan dokter. Jika Anda merasakannya, cobalah menanamkan dalam diri Anda bahwa dokter bisa membantu mengatasi masalah yang sedang dihadapi.

Referensi:
Health.clevelandclinic.org

Ilustrasi gambar by Freepik

Tinggalkan Balasan