Bahaya Ciuman di Leher atau Cupang, Nyawa Taruhannya!

ciuman di leher

Ciuman di leher atau ciuman cupang mungkin sudah tidak asing lagi telinga Anda, Tahukah Anda jika ciuman di leher dapat menyebabkan kematian. Simak penjelasannya di artikel ini!

Mungkin ada pernah melakukan ciuman di leher ini dengan pasangan. Ciuman di leher atau cupang ini adalah  ciuman yang dilakukan dengan cara menghisap dan menggigit leher maupun bagian tubuh lainnya dari pasangan. Kendati terlihat menggairahkan, ternyata ‘cupang’ memiliki bahaya yang tidak boleh disepelekan

Ciuman adalah bentuk ekspresi cinta, kasih sayang, dan juga nafsu birahi. Ciuman sendiri ada berbagai jenis, sebut saja eskimo kiss, lingering kiss, dan French kiss. Ada satu lagi jenis ciuman yang tak kalah populer, yakni ciuman cupang atau dikenal juga dengan istilah ‘gigitan cinta’ (love bite).

Niat hati ingin membuat pasangan terkesan dengan ciuman ini malah nyawa yang melayang!

klinik lelaki

Dilansir dari liputan6.com Berikut ini bahaya dari ciuman di leher atau cupang

1. Stroke

Kematian akibat stroke setelah dicupang bukanlah hal yang langka. Beberapa kasus sudah membuktikannya. Misalnya, Julio Macias Gonzalez (17) yang meninggal setelah dicupang kekasihnya yang lebih tua.

Selain itu, Huffington Post juga melaporkan adanya kasus di 2010 mengenai seorang wanita 44 tahun yang harus dilarikan ke rumah sakit karena menderita stroke. Lengannya tidak bisa digerakkan secara tiba-tiba. New Zealand Medical Journal menulis, para dokter menemukan bekas isapan di lehernya. Untungnya, pasien selamat.

Dikutip dari Your Tango, cupang berisiko menyebabkan gumpalan darah dan stroke yang serius, ketika kapiler pecah ke daerah sekitarnya. Sel-sel darah menjadi terganjal di pembuluh dekatnya dan menyebabkan pembekuan.

“Gumpalan darah apa pun bisa berpotensi mematikan. Namun, kemungkinan kematian akibat bekuan darah yang diinduksi cupang sangat, sangat rendah,” kata ahli bedah plastik terkemuka di New York, Dr. Steinbrech.

2. Herpes Oral

Herpes oral bisa menyebar lewat cupang ketika pembuluh darah pecah dan terpapar virus herpes simpleks.

Dalam sebuah artikel di AP pada 1987, para dokter melaporkan kasus seorang pria 22 tahun, yang mengalami infeksi ini akibat cupang. Kasus tersebut dimuat di New England Journal of Medicine 1987.

“Kasus ini menunjukkan bahwa virus herpes simplex dapat ditularkan melalui inokulasi langsung,” tulis Dr. Nester C. del Rosario dari Eastern Virginia Medical School. Para Dokter menemukan pada bekas cupang pria itu, terdapat virus herpes simplex tipe 1.

Untungnya, kondisi itu bisa sembuh sendirinya dalam waktu tiga minggu.

3. Luka dan Perubahan Warna Kulit

Ketika pembuluh darah pecah, kulit mengalami cedera. Maka dari itu, bekas cupang bisa terlihat dengan jelas. Ini terjadi ketika luka tidak pulih dengan baik. Jika terlalu lama, kulit mungkin sedikit mengeras dan berubah warna.

Selain itu, jika isapan yang dilakukan sangat keras, mungkin saja luka yang ditimbulkan akan permanen.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segerakan Konsultasi dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Tinggalkan Balasan