Lubrikan Buatan Apakah Aman Di Gunakan?

lubrikan buatanTanya:
Halo dok, saya wanita umur 55 tahun dan saat ini saya sudah mengalami menopause semenjak 3 tahun yang lalu. Suami saya, 57 tahun, sedang dalam pengobatan untuk gangguan ereksi dan dalam bulan ke dua. Seperti yang dokter katakan, meskipun saya sebagai istri sudah mengalami menopause, seks tetap harus berjalan. Masalahnya, vagina saya kering dan tidak sebasah dulu karena proses hormonal yang dokter katakan dan seperti yang dianjurkan kami menggunakan pelumas lubrikan buatan yang banyak di jual di toko obat berbahan dasar air, apakah itu aman dok? Adakah efek samping?


Kania S. – Bogor

Jawab:

Terima kasih atas pertanyaan yang bagus untuk ibu Kania di Bogor. Betul, ketika wanita memasuki masa menopause, maka keadaan hormonal tidak akan sebaik ketika wanita tersebut masih mengalami menstruasi. Tanda-tanda yang mungkin seperti penuaan, kulit yang mulai berkeriput, pengeroposan tulang, hingga kurangnya produksi lubrikan alami dari kelenjar Bartholini di dalam vagina, sehingga seks bisa menjadi beban karena kering, dan untuk mengatasi masalah ini, penggunaan gel lubrikan buatan yang banyak ditemui di apotek dan toko obat sangat dianjurkan sekali. Karena terbuat dari air, maka gel ini relatif aman digunakan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain adalah alergi terhadap komponen dari gel ini.

dr. Mohammad Caesario – Klinik Lelaki bandung

Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segerakan Konsultasi dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Diabetes dan Impotensi

Klinik Impotensi dan Ejakulasi Dini di Bandung, diabetes, impoten, impotensi

Tanya:

Selamat pagi pak dokter Rio, saat ini saya sudah masuk bulan ke dua pengobatan untuk disfungsi ereksi. Dan puji Tuhan saya sudah merasakan manfaatnya karena bisa dibilang ereksi saya sudah keras kembali seperti dulu dan optimal dalam menjalankan hubungan seks bersama istri. Saya juga penderita Diabetes semenjak 5 tahun yang lalu, dan saat ini saya mengonsumsi Methformin 3×500 mg. Dan kadar gula darah saya bisa dibilang cukup terkontrol kata dokter internis yang menangani saya. Pertanyaan saya, pertama apakah terapi di klinik Lelaki tidak mengintervensi obat diabet yang saya konsumsi? Lalu apakah kecenderungan penderita Diabet lebih mudah mengalami impotensi?

Salim – Samarinda

Jawab:

Selamat pagi, salam sejahtera pak Salim! Terima kasih banyak sudah mempercayai kami. Diabetes itu adalah gangguan metabolisme dimana tubuh kekurangan hormon Insulin. Sehingga akibatnya tubuh tidak optimal dalam menurunkan kadar gula dalam darah untuk dipergunakan oleh sel-sel tubuh. Sejak dulu juga Diabet adalah permasalahan yang cukup kompleks. karena penyakit ini menyerang sistem persarafan dan juga pembuluh darah sehingga akibatnya terjadi penyumbatan pembuluh darah oleh plak lemak. dan bilamana terjadi di pembuluh darah penis bisa menyebabkan impotensi.

Penderita Diabetes biasanya akan memiliki risiko lebih tinggi menderita impotensi, dan akan 10 tahun lebih cepat dibandinhgkan pria yang tidak mengalaminya. Untuk itu memang deteksi dini sangat diperlukan agar terapi jauh lebih optimal. Selain itu dalam situasi pengobatan di Klinik Lelaki, pasien direkomendasikan untuk tetap mengonsumsi obat-obatan anti Diabetes seperti yang dikonsumsi oleh bapak, dan juga terapi kami tidak menganggu jalannya obat utama yang bapak konsumsi.

dr. Mohammad Caesario – Klinik Lelaki Bandung