KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Ciri-Ciri Gonore Yang Sering Dialami

Ciri-Ciri Gonore Sering Dialami! Sering Diabaikan!

Gonorea adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Ciri-ciri gonorea meliputi:

Gonore adalah salah satu penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penyakit ini dapat menyerang pria maupun wanita dan umumnya menular melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik melalui vagina, anus, maupun oral. Ciri-cirinya biasanya berbeda di tiap orang.

Sayangnya, tidak semua penderita gonore menyadari dirinya terinfeksi karena gejalanya bisa ringan atau bahkan tidak muncul. Akibatnya, infeksi dapat terus berkembang dan menular kepada pasangan.

Lalu, apa saja ciri-ciri gonore yang paling sering dialami?

1. Keluar Cairan dari Penis atau Vagina

Salah satu tanda gonore yang paling umum adalah keluarnya cairan yang tidak normal dari alat kelamin.

Pada pria, cairan biasanya berwarna:

  • Putih
  • Kuning
  • Hijau
  • Kental seperti nanah

Cairan ini sering keluar dari lubang penis, terutama pada pagi hari.

Pada wanita, cairan dari vagina dapat menjadi lebih banyak dari biasanya, berwarna kekuningan, atau berbau tidak sedap sehingga sering disangka sebagai keputihan biasa.

2. Nyeri atau Terasa Terbakar Saat Buang Air Kecil

Banyak penderita gonore mengeluhkan rasa perih, panas, atau terbakar ketika buang air kecil.

Gejala ini terjadi karena bakteri menyebabkan peradangan pada saluran kemih. Tidak sedikit orang yang mengira keluhan ini hanya infeksi saluran kemih (ISK), padahal penyebabnya bisa saja gonore.

3. Sering Ingin Buang Air Kecil

Selain terasa nyeri saat buang air kecil, beberapa penderita juga menjadi lebih sering ingin buang air kecil dibanding biasanya.

Gejala ini dapat disertai rasa tidak nyaman pada saluran kemih dan kadang membuat aktivitas sehari-hari menjadi terganggu.

4. Nyeri atau Bengkak pada Buah Zakar

Pada pria, infeksi gonore yang tidak segera ditangani dapat menyebar ke saluran reproduksi sehingga menyebabkan:

  • Nyeri pada buah zakar.
  • Bengkak pada salah satu atau kedua testis.
  • Rasa tidak nyaman saat berjalan atau duduk.

Meski tidak selalu terjadi, gejala ini perlu segera diperiksa karena dapat memengaruhi kesuburan jika dibiarkan.

5. Keputihan Tidak Normal pada Wanita

Pada wanita, gonore dapat menyebabkan perubahan pada cairan vagina, antara lain:

  • Volume keputihan meningkat.
  • Warna keputihan berubah menjadi kuning atau kehijauan.
  • Mengeluarkan bau yang tidak sedap.
  • Disertai rasa nyeri atau tidak nyaman saat berhubungan seksual.

Karena keluhannya dapat menyerupai infeksi vagina lain, seperti infeksi jamur atau bakteri, pemeriksaan oleh dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis dan menentukan penanganan yang tepat.

6. Perdarahan di Luar Jadwal Haid

Pada sebagian wanita, gonore dapat menyebabkan keluarnya darah di luar jadwal haid atau setelah berhubungan seksual.

Kondisi ini tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi tanda bahwa infeksi telah menyerang leher rahim.

7. Nyeri di Area Panggul

Jika infeksi sudah menyebar ke organ reproduksi wanita, dapat muncul nyeri pada bagian bawah perut atau panggul.

Apabila tidak segera diobati, kondisi ini berisiko menyebabkan penyakit radang panggul (PID) yang dapat meningkatkan risiko infertilitas.

8. Infeksi pada Anus

Gonore juga dapat menyerang anus, terutama pada orang yang melakukan hubungan seksual melalui anus.

Gejala yang mungkin muncul antara lain:

  • Gatal pada anus.
  • Keluar cairan atau lendir.
  • Nyeri saat buang air besar.
  • Perdarahan dari anus.

Namun, beberapa penderita tidak mengalami gejala sama sekali.

9. Sakit Tenggorokan

Hubungan seksual oral juga dapat menularkan gonore ke tenggorokan.

Gejalanya bisa berupa:

  • Radang tenggorokan.
  • Nyeri saat menelan.
  • Tenggorokan terasa tidak nyaman.

Meski demikian, banyak kasus gonore pada tenggorokan tidak menimbulkan gejala sehingga hanya diketahui melalui pemeriksaan laboratorium.

Berapa Lama Gejala Gonore Muncul?

Gejala gonore umumnya mulai muncul sekitar 2–14 hari setelah seseorang terinfeksi bakteri penyebabnya.

Pada pria, tanda-tandanya biasanya lebih cepat muncul dan lebih mudah dikenali. Sementara pada wanita, gejalanya sering kali ringan atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sehingga kerap tidak disadari.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan jika Anda mengalami:

  • Keluar cairan seperti nanah dari alat kelamin.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri atau bengkak pada buah zakar.
  • Keputihan tidak normal.
  • Perdarahan di luar jadwal haid.
  • Memiliki pasangan yang didiagnosis gonore.
  • Melakukan hubungan seksual berisiko tanpa pengaman.

Semakin cepat gonore didiagnosis, semakin mudah pula pengobatannya dan semakin kecil risiko terjadinya komplikasi.

Apakah Gonore Bisa Sembuh?

Ya, gonore dapat disembuhkan dengan antibiotik yang tepat sesuai anjuran dokter. Hindari mengobati sendiri karena beberapa bakteri gonore sudah kebal terhadap antibiotik tertentu.

Agar tidak terjadi penularan kembali, pasangan seksual juga perlu diperiksa dan diobati jika diperlukan.

Kesimpulan

Gejala gonore dapat bervariasi pada setiap orang, tetapi yang paling sering ditemukan meliputi keluarnya cairan tidak normal dari alat kelamin, nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil, lebih sering buang air kecil, nyeri maupun pembengkakan pada buah zakar, keputihan yang tidak normal, perdarahan di luar jadwal haid, nyeri pada area panggul, keluhan pada anus, hingga sakit tenggorokan akibat infeksi.

Apabila Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala tersebut, terutama setelah melakukan hubungan seksual berisiko, jangan menunda untuk memeriksakan diri. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi serta mengurangi risiko penularan kepada pasangan.

Untuk mendapatkan diagnosis yang akurat dan pengobatan yang tepat, Anda dapat berkonsultasi di Klinik Lelaki Indonesia. Dokter akan melakukan pemeriksaan sesuai indikasi dan memberikan terapi yang sesuai dengan kondisi Anda sehingga proses penyembuhan dapat berlangsung secara optimal.

 

 

Baca juga: Gonore Bisa Sembuh 100%?