Ciri-Ciri Suami Sering Jajan di Luar, Benarkah Bisa Diketahui?
Banyak orang bertanya apakah ada ciri-ciri suami yang sering “jajan di luar”. Secara medis, tidak ada bentuk atau perubahan pada penis yang dapat membuktikan hal tersebut.
Namun, jika seseorang sering berganti pasangan dan berhubungan seksual tanpa pengaman, risiko terkena infeksi menular seksual (IMS) akan meningkat. Bila terinfeksi, dapat muncul berbagai gejala pada area penis.
Apakah Penis Bisa Menunjukkan Seseorang Sering Berganti Pasangan?
Jawabannya adalah tidak.
Tidak ada pemeriksaan visual yang dapat memastikan seseorang sering “jajan di luar”. Penis tidak akan menjadi lebih besar, lebih kecil, lebih longgar, atau berubah bentuk karena sering berhubungan seksual.
Yang perlu diwaspadai justru adalah munculnya keluhan atau gejala yang mengarah pada infeksi menular seksual.
Gejala pada Penis yang Perlu Diwaspadai
Jika seorang pria tertular infeksi menular seksual, beberapa tanda berikut dapat muncul.
1. Keluar Cairan Tidak Normal dari Penis
Salah satu gejala yang cukup sering terjadi adalah keluarnya cairan berwarna:
- putih,
- kuning,
- hijau,
- atau seperti nanah.
Kondisi ini dapat ditemukan pada beberapa infeksi, seperti gonore atau klamidia.
2. Nyeri Saat Buang Air Kecil
Rasa perih, panas, atau terbakar ketika buang air kecil dapat menjadi tanda adanya infeksi pada saluran kemih maupun infeksi menular seksual.
Keluhan ini sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai keluarnya cairan dari penis.
3. Luka atau Lecet pada Penis
Luka yang muncul dapat berupa:
- luka kecil,
- lepuhan,
- atau luka terbuka.
Beberapa jenis infeksi menular seksual dapat menyebabkan luka pada area kelamin.
4. Muncul Benjolan atau Kutil
Benjolan menyerupai kembang kol di sekitar penis atau anus dapat mengarah pada kutil kelamin yang disebabkan oleh infeksi virus tertentu.
Benjolan ini umumnya tidak selalu terasa nyeri.
5. Penis Terasa Gatal
Rasa gatal dapat disebabkan oleh berbagai hal, misalnya:
- infeksi jamur,
- iritasi,
- alergi,
- maupun infeksi menular seksual tertentu.
Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan diagnosis.
6. Bau Tidak Sedap
Penis yang mengeluarkan bau menyengat dapat disebabkan oleh kebersihan yang kurang terjaga, penumpukan smegma, atau adanya infeksi.
Jika bau disertai cairan, nyeri, atau kemerahan, sebaiknya segera diperiksakan.
7. Nyeri atau Bengkak pada Buah Zakar
Beberapa infeksi dapat menyebar hingga menyebabkan peradangan pada saluran reproduksi sehingga menimbulkan nyeri dan pembengkakan pada testis.
Tonton juga video TikTok dokter Rio:
7 Tanda Suami Suka “main” Di Luar
Apakah Semua Infeksi Menular Seksual Menimbulkan Gejala?
Tidak.
Banyak penderita infeksi menular seksual tidak mengalami gejala sama sekali, terutama pada tahap awal. Seseorang tetap dapat menularkan infeksi kepada pasangannya meskipun terlihat sehat dan tidak memiliki keluhan.
Karena itu, jika terdapat riwayat hubungan seksual berisiko, pemeriksaan kesehatan menjadi langkah yang lebih dapat diandalkan dibandingkan hanya melihat kondisi penis.
Kapan Harus Memeriksakan Diri?
Segera berkonsultasi ke dokter apabila mengalami:
- keluar cairan dari penis,
- nyeri saat buang air kecil,
- luka pada penis,
- benjolan atau kutil,
- nyeri pada testis,
- atau memiliki riwayat hubungan seksual tanpa kondom dengan pasangan yang berganti-ganti.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan fisik dan, bila diperlukan, pemeriksaan laboratorium seperti tes urine, usap (swab), atau tes darah untuk memastikan penyebabnya.
Cara Mengurangi Risiko Infeksi Menular Seksual
Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko infeksi, antara lain:
- Menggunakan kondom dengan benar setiap kali berhubungan seksual.
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
- Menjaga kebersihan organ intim.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan seksual secara rutin jika memiliki faktor risiko.
- Segera memeriksakan diri ke dokter apabila muncul tanda atau gejala yang mengarah pada infeksi.
Periksakan Diri Jika Mengalami Gejala pada Penis
Apabila Anda atau pasangan menemukan gejala seperti keluar cairan dari penis, nyeri saat buang air kecil, muncul luka, benjolan, kutil, gatal yang tidak kunjung membaik, atau pembengkakan pada area kelamin, jangan menunda untuk memeriksakan diri.
Perlu diingat bahwa gejala tersebut tidak dapat dijadikan bukti bahwa seseorang sering berganti pasangan, tetapi bisa menjadi tanda adanya infeksi menular seksual atau kondisi medis lain yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Untuk mendapatkan diagnosis yang tepat, Anda dapat berkonsultasi di Klinik Lelaki Indonesia. Dokter akan melakukan evaluasi berdasarkan riwayat keluhan, pemeriksaan fisik, dan bila diperlukan menyarankan pemeriksaan penunjang agar penyebabnya dapat diketahui secara akurat. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi dan mengurangi risiko penularan kepada pasangan.
Jika Anda masih merasa ragu atau malu untuk memeriksakan diri, jangan khawatir. Klinik Lelaki Indonesia menyediakan layanan konsultasi yang mengutamakan privasi, kerahasiaan pasien, dan penanganan yang profesional, sehingga Anda dapat berkonsultasi dengan lebih nyaman. Informasi lebih lanjut atau konsultasi dapat dilakukan melalui website resmi Klinik Lelaki Indonesia.
