KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Ejakulasi Dini Bisa Menyerang Wanita? Benarkah?

Kenali Ejakulasi Dini yang Bisa Menyerang Wanita!

Ilustrasi ejakulasi dini bisa juga menyerang wanita

Kebanyakan orang akan mengira kalau ejakulasi dini bisa dialami oleh pria saja. Padahal, sebagian wanita juga dapat mengalami kondisi yang sering disebut sebagai ejakulasi dini pada wanita atau female premature orgasm. Meski istilah ini belum memiliki definisi medis yang baku seperti pada pria, beberapa wanita melaporkan mengalami orgasme yang terjadi terlalu cepat sehingga sulit dikendalikan dan justru mengurangi kepuasan saat berhubungan seksual.

Kondisi ini memang jauh lebih jarang dibahas dibandingkan ejakulasi dini pada pria. Namun, apabila orgasme yang terjadi terlalu cepat menimbulkan ketidaknyamanan, mengganggu hubungan dengan pasangan, atau menyebabkan stres, keluhan tersebut sebaiknya tidak diabaikan. Lalu, benarkah wanita bisa mengalami ejakulasi dini? Simak penjelasan medis berikut.

Apa Itu Ejakulasi Dini pada Wanita?

Berbeda dengan pria, hingga saat ini belum ada definisi resmi mengenai ejakulasi dini pada wanita dalam pedoman medis internasional. Istilah ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika seorang wanita mencapai orgasme jauh lebih cepat dari yang diinginkan dan merasa sulit mengendalikan respons seksualnya.

Dalam dunia medis, kondisi ini lebih tepat disebut sebagai orgasme dini pada wanita (premature female orgasm), yaitu orgasme yang terjadi sebelum wanita merasa siap atau sebelum aktivitas seksual berlangsung sesuai harapan.

Perlu dipahami bahwa ejakulasi pada wanita berbeda dengan orgasme. Sebagian wanita dapat mengalami keluarnya cairan dari uretra saat orgasme (female ejaculation), sementara sebagian lainnya tidak. Keduanya sama-sama dapat dianggap normal.

Apakah Wanita Benar-Benar Bisa Mengalami Ejakulasi Dini?

Jawabannya adalah bisa mengalami orgasme yang terlalu cepat, tetapi istilah “ejakulasi dini” pada wanita masih menjadi perdebatan di kalangan ahli.

Pada pria, ejakulasi dini memiliki kriteria diagnosis yang jelas, misalnya ejakulasi terjadi kurang dari satu menit setelah penetrasi dan sulit dikendalikan. Sementara itu, pada wanita belum terdapat batasan waktu tertentu karena respons seksual wanita jauh lebih kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Meskipun demikian, apabila orgasme terjadi secara konsisten lebih cepat dari yang diinginkan dan menyebabkan ketidakpuasan, kondisi tersebut tetap dapat dievaluasi oleh tenaga medis.

Perbedaan Orgasme dan Ejakulasi pada Wanita

Masih banyak yang menganggap orgasme dan ejakulasi merupakan hal yang sama. Padahal keduanya berbeda.

Orgasme

Orgasme adalah puncak kenikmatan seksual yang ditandai dengan kontraksi otot panggul, rasa nikmat yang intens, dan pelepasan ketegangan seksual.

Ejakulasi Wanita

Ejakulasi wanita adalah keluarnya cairan melalui uretra saat atau menjelang orgasme. Cairan ini diproduksi oleh kelenjar parauretra atau kelenjar Skene, yang sering disebut sebagai “prostat wanita”.

Tidak semua wanita mengalami ejakulasi, sehingga tidak mengalaminya bukan berarti terdapat gangguan.

Apa Penyebab Orgasme Terlalu Cepat pada Wanita?

Belum ada satu penyebab pasti yang dapat menjelaskan kondisi ini. Namun, beberapa faktor diduga berperan.

1. Sensitivitas Seksual yang Tinggi

Sebagian wanita memiliki respons saraf yang lebih sensitif terhadap rangsangan sehingga orgasme terjadi lebih cepat.

2. Faktor Psikologis

Kondisi seperti:

  • Kecemasan.
  • Antusiasme yang tinggi.
  • Stres.
  • Tekanan emosional.

dapat memengaruhi respons seksual seseorang.

3. Perubahan Hormon

Perubahan kadar hormon, misalnya saat masa subur, kehamilan, atau menopause, dapat memengaruhi gairah dan respons seksual.

4. Variasi Respons Seksual

Setiap wanita memiliki respons seksual yang berbeda. Ada yang membutuhkan waktu lama untuk mencapai orgasme, ada pula yang lebih cepat.

Apakah Kondisi Ini Berbahaya?

Pada umumnya, orgasme yang terjadi lebih cepat bukan merupakan penyakit dan tidak berbahaya apabila tidak menimbulkan keluhan.

Namun, apabila kondisi tersebut:

  • Menimbulkan stres.
  • Mengganggu hubungan dengan pasangan.
  • Disertai nyeri.
  • Disertai perdarahan.
  • Menyebabkan penurunan kualitas hidup.

maka pemeriksaan medis tetap dianjurkan.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Orgasme terlalu cepat secara konsisten dan mengganggu hubungan seksual.
  • Nyeri saat atau setelah orgasme.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Penurunan gairah seksual secara drastis.
  • Sulit mencapai orgasme setelah sebelumnya normal.
  • Keluhan disertai gangguan pada organ reproduksi.

Dokter akan membantu menentukan apakah keluhan berkaitan dengan kondisi fisik, hormonal, maupun faktor psikologis.

Bagaimana Dokter Melakukan Pemeriksaan?

Pemeriksaan biasanya meliputi:

Wawancara Medis

Dokter akan menanyakan:

  • Lama keluhan.
  • Frekuensi hubungan seksual.
  • Riwayat penyakit.
  • Penggunaan obat.
  • Kondisi psikologis.
  • Riwayat menstruasi.

Pemeriksaan Fisik

Dilakukan bila terdapat indikasi gangguan pada organ reproduksi.

Pemeriksaan Penunjang

Jika diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan hormon atau pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien.

Cara Menjaga Kesehatan Seksual Wanita

Untuk menjaga kesehatan reproduksi dan fungsi seksual, beberapa langkah berikut dapat dilakukan:

  • Menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan.
  • Mengelola stres.
  • Tidur yang cukup.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Mengonsumsi makanan bergizi.
  • Menghindari rokok dan alkohol.
  • Menjalani pemeriksaan kesehatan reproduksi secara berkala.

Kesimpulan

Istilah ejakulasi dini pada wanita sebenarnya lebih tepat disebut sebagai orgasme yang terjadi terlalu cepat (premature female orgasm). Hingga saat ini belum ada definisi medis yang baku mengenai kondisi tersebut seperti pada pria. Meski demikian, bila orgasme yang terlalu cepat menimbulkan stres, mengurangi kepuasan seksual, atau mengganggu hubungan dengan pasangan, kondisi ini tetap layak untuk dievaluasi oleh tenaga medis.

Baca juga: Wanita Kehilangan Gairah Seksual