KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Ejakulasi Retrograde: Ini Penjelasan Lengkapnya!

Ejakulasi Retrograde: Ini Penjelasan Lengkapnya!

Ilustrasi ejakulasi retrograde yang menunjukkan sperma mengalir ke kandung kemih saat orgasme akibat leher kandung kemih tidak menutup sempurna.

Ejakulasi retrograde adalah kondisi ketika air mani masuk ke kandung kemih saat orgasme sehingga hanya sedikit atau bahkan tidak keluar melalui penis. Meskipun tidak selalu berbahaya, kondisi ini dapat memengaruhi kesuburan pria dan memerlukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab serta penanganan yang tepat.

Apa Itu Ejakulasi Retrograde?

Ejakulasi retrograde adalah kondisi ketika air mani masuk ke kandung kemih saat orgasme, bukan keluar melalui uretra di ujung penis. Akibatnya, jumlah air mani yang keluar menjadi sangat sedikit atau bahkan tidak keluar sama sekali meskipun pria tetap merasakan orgasme.

Dalam kondisi normal, terdapat otot yang berada di leher kandung kemih (bladder neck) yang akan menutup saat ejakulasi. Penutupan ini bertujuan agar air mani mengalir ke luar melalui penis.

Pada ejakulasi retrograde, otot tersebut tidak menutup dengan sempurna sehingga air mani mengalir ke arah kandung kemih yang memiliki tekanan lebih rendah.

Apakah Ejakulasi Retrograde Berbahaya?

Secara umum, ejakulasi retrograde tidak berbahaya dan tidak menyebabkan gangguan pada kemampuan ereksi maupun hasrat seksual. Sebagian besar pria dengan kondisi ini masih dapat mengalami orgasme seperti biasa.

Namun, ejakulasi retrograde dapat menyebabkan gangguan kesuburan karena sperma tidak keluar saat ejakulasi sehingga peluang terjadinya pembuahan menjadi lebih rendah.

Apa Penyebab Ejakulasi Retrograde?

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan ejakulasi retrograde.

1. Diabetes

Diabetes yang tidak terkontrol dalam waktu lama dapat merusak saraf yang mengatur kerja otot leher kandung kemih. Akibatnya, otot tersebut tidak dapat menutup dengan baik saat ejakulasi.

2. Operasi Prostat atau Kandung Kemih

Pria yang pernah menjalani operasi prostat, seperti Transurethral Resection of the Prostate (TURP), atau operasi pada kandung kemih memiliki risiko lebih tinggi mengalami ejakulasi retrograde karena perubahan pada otot maupun saraf di sekitar leher kandung kemih.

3. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi fungsi otot leher kandung kemih, misalnya:

  • Obat untuk pembesaran prostat.
  • Obat tekanan darah tertentu.
  • Antidepresan.
  • Beberapa obat untuk gangguan saraf.

Jangan menghentikan penggunaan obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

4. Cedera Saraf

Cedera pada tulang belakang, operasi panggul, atau penyakit yang memengaruhi sistem saraf dapat mengganggu mekanisme ejakulasi.

5. Kelainan Bawaan

Pada sebagian kecil pria, ejakulasi retrograde dapat terjadi akibat kelainan bawaan yang memengaruhi saluran reproduksi atau fungsi otot leher kandung kemih.

Gejala Ejakulasi Retrograde

Gejala yang paling khas adalah:

  • Air mani tidak keluar saat orgasme atau hanya keluar sedikit.
  • Urine tampak keruh setelah ejakulasi karena bercampur dengan sperma.
  • Sulit memiliki keturunan meskipun hubungan seksual dilakukan secara rutin tanpa kontrasepsi.
  • Tetap merasakan orgasme meskipun air mani tidak keluar.

Perlu diketahui bahwa kondisi ini berbeda dengan anejakulasi, yaitu keadaan ketika pria sama sekali tidak mengalami pengeluaran air mani akibat gangguan proses ejakulasi.

Bagaimana Dokter Menegakkan Diagnosis?

Dokter akan melakukan wawancara mengenai riwayat kesehatan, penggunaan obat, penyakit yang diderita, serta riwayat operasi sebelumnya.

Selanjutnya, pemeriksaan dapat meliputi:

  • Pemeriksaan fisik.
  • Analisis urine setelah orgasme untuk mencari adanya sperma di dalam urine.
  • Analisis sperma.
  • Pemeriksaan gula darah bila dicurigai diabetes.
  • Pemeriksaan tambahan sesuai kondisi pasien.

Adanya sperma dalam urine setelah orgasme merupakan salah satu petunjuk penting untuk menegakkan diagnosis ejakulasi retrograde.

Tonton juga video Dokter Rio di TikTok:

Ejakulasi Dini: Cara Kenali, Pahami, dan Atasi

Apakah Ejakulasi Retrograde Menyebabkan Mandul?

Ejakulasi retrograde tidak menyebabkan pria kehilangan kemampuan memproduksi sperma. Testis tetap menghasilkan sperma seperti biasa.

Namun, karena sperma masuk ke kandung kemih, jumlah sperma yang keluar saat ejakulasi menjadi sangat sedikit atau bahkan tidak ada. Hal ini dapat menyulitkan proses pembuahan secara alami.

Pada pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, dokter dapat memberikan terapi sesuai penyebab atau mempertimbangkan teknik reproduksi berbantu apabila diperlukan.

Bagaimana Cara Mengatasi Ejakulasi Retrograde?

Penanganan bergantung pada penyebabnya.

Mengobati Penyakit yang Mendasari

Apabila penyebabnya adalah diabetes, pengendalian kadar gula darah menjadi langkah penting untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut.

Jika disebabkan oleh efek samping obat, dokter dapat mempertimbangkan penggantian obat dengan alternatif yang lebih sesuai apabila memungkinkan.

Pemberian Obat

Beberapa obat dapat membantu meningkatkan kontraksi otot leher kandung kemih sehingga air mani kembali keluar melalui penis.

Penggunaan obat harus berdasarkan resep dokter karena tidak semua pasien cocok dengan terapi yang sama.

Program Kehamilan

Bagi pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan akibat ejakulasi retrograde, dokter dapat menyarankan prosedur pengambilan sperma dari urine yang telah diproses atau metode reproduksi berbantu sesuai indikasi.

Bisakah Dicegah?

Tidak semua kasus dapat dicegah, tetapi risiko dapat dikurangi dengan:

  • Mengontrol diabetes dengan baik.
  • Menjaga tekanan darah tetap stabil.
  • Mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.
  • Berkonsultasi sebelum menghentikan atau mengganti obat.
  • Menjalani gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan saraf dan pembuluh darah.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Air mani tidak keluar saat orgasme.
  • Volume air mani terus berkurang tanpa sebab yang jelas.
  • Urine selalu tampak keruh setelah ejakulasi.
  • Sulit memperoleh keturunan meskipun telah berhubungan seksual secara rutin tanpa kontrasepsi.
  • Memiliki riwayat diabetes, operasi prostat, atau operasi kandung kemih disertai perubahan proses ejakulasi.

Pemeriksaan sejak dini membantu menemukan penyebab sehingga penanganan dapat diberikan dengan lebih tepat.

Konsultasikan Keluhan Anda di Klinik Lelaki Indonesia

Apabila Anda mengalami air mani tidak keluar saat orgasme, volume sperma yang sangat sedikit, atau kesulitan memiliki keturunan yang diduga berkaitan dengan ejakulasi retrograde, jangan menunda untuk berkonsultasi dengan dokter.

Di Klinik Lelaki Indonesia, Anda akan mendapatkan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab gangguan ejakulasi, mulai dari evaluasi riwayat penyakit, pemeriksaan fisik, hingga pemeriksaan penunjang yang diperlukan. Dokter juga akan menilai apakah keluhan berkaitan dengan diabetes, efek samping obat, gangguan saraf, atau kondisi medis lainnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan menyusun rencana penanganan yang sesuai dengan kondisi Anda. Penanganan yang tepat tidak hanya membantu mengatasi gangguan ejakulasi, tetapi juga meningkatkan peluang memperoleh keturunan apabila Anda dan pasangan sedang merencanakan kehamilan.

Jangan abaikan perubahan pada proses ejakulasi. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang keberhasilan terapi. Segera periksakan diri ke Klinik Lelaki Indonesia apabila Anda mengalami gejala ejakulasi retrograde atau gangguan kesehatan reproduksi pria lainnya.

 

Baca juga: Istri Tidak Puas karena Suami Ejakulasi Dini?