Sering Tak Disadari, Kencing Nanah Tanpa Sakit Tetap Menular ke Pasangan!

Kencing nanah atau gonore sering dianggap selalu disertai rasa perih atau sakit saat buang air kecil. Padahal, tidak semua orang mengalami keluhan tersebut. Seseorang bisa mengalami keluar cairan seperti nanah dari penis tanpa rasa sakit yang berarti, tetapi tetap mengalami infeksi gonore dan masih dapat menularkannya kepada pasangan. Karena gejalanya tidak selalu jelas, seseorang terkadang tidak menyadari bahwa dirinya sedang terinfeksi.
Apa Itu Kencing Nanah?
Istilah “kencing nanah” sering digunakan untuk menggambarkan gonore karena salah satu gejalanya adalah keluarnya cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
Pada pria, bakteri gonore biasanya menginfeksi uretra, yaitu saluran yang membawa urine dan sperma keluar dari tubuh. Ketika terjadi infeksi, uretra dapat mengalami peradangan sehingga muncul cairan yang keluar dari ujung penis.
Selain cairan dari penis, gejala gonore pada pria dapat berupa rasa terbakar ketika buang air kecil dan terkadang nyeri atau pembengkakan pada testis. Namun, tingkat keluhan dapat berbeda-beda pada setiap orang.
Kencing Nanah Tapi Tidak Sakit, Apakah Tetap Gonore?
Bisa. Tidak adanya rasa sakit tidak berarti seseorang bebas dari gonore.
Gonore dapat menimbulkan gejala yang ringan atau bahkan tidak menimbulkan gejala sama sekali. Sebuah penelitian terhadap pria heteroseksual yang terdiagnosis gonore uretra menemukan bahwa sebagian kecil tidak mengalami gejala. Penelitian lain pada pria yang berhubungan seks dengan pria juga menemukan adanya kasus gonore uretra tanpa gejala.
Karena itu, jika seseorang menemukan cairan yang tidak biasa keluar dari penis, sebaiknya tidak menunggu sampai muncul rasa perih atau nyeri. Keluhan tersebut perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.
Mengapa Tetap Bisa Menular ke Pasangan?
Gonore ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Penularan dapat terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral. Seseorang yang tidak merasakan sakit tetap dapat membawa bakteri N. gonorrhoeae di tubuhnya.
Inilah alasan mengapa gonore dapat menyebar tanpa disadari.
Misalnya, seorang pria melihat ada sedikit cairan dari penis tetapi tidak merasakan sakit. Karena merasa tubuhnya baik-baik saja, ia mungkin menganggap keluhan tersebut tidak serius dan tetap melakukan hubungan seksual. Jika cairan tersebut ternyata disebabkan oleh gonore, bakteri dapat berpindah kepada pasangan.
CDC juga menjelaskan bahwa infeksi gonore pada pria dapat menimbulkan gejala yang mendorong seseorang mencari pengobatan, tetapi penularan kepada orang lain masih dapat terjadi sebelum pengobatan dilakukan. Pada perempuan, gonore lebih sering tidak menimbulkan gejala yang jelas.
Gonore Tidak Selalu Menimbulkan Gejala yang Jelas
Salah satu masalah utama gonore adalah banyak infeksi tidak terdeteksi karena gejalanya tidak ada atau tidak dianggap penting.
WHO menyebutkan bahwa sebagian besar perempuan dengan gonore tidak mengalami gejala. Infeksi pada tenggorokan juga sering tidak menimbulkan gejala. Kondisi tanpa gejala ini membuat seseorang dapat membawa dan menularkan infeksi tanpa menyadarinya.
Karena itu, seseorang tidak dapat memastikan dirinya bebas dari gonore hanya berdasarkan ada atau tidaknya rasa sakit.
Jika memiliki riwayat hubungan seksual berisiko atau pasangan seksual didiagnosis gonore, pemeriksaan medis dapat menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi.
Apa Saja Gejala Gonore yang Perlu Diwaspadai?
Pada pria, beberapa gejala gonore yang dapat muncul antara lain:
- Keluar cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis.
- Rasa terbakar atau perih saat buang air kecil.
- Ujung penis terasa tidak nyaman atau mengalami iritasi.
- Nyeri atau pembengkakan pada testis.
- Keluhan pada anus jika terjadi infeksi di area tersebut.
- Sakit tenggorokan pada sebagian kasus infeksi tenggorokan.
Namun, tidak semua orang mengalami gejala tersebut.
Pada perempuan, gejalanya dapat berupa keputihan yang tidak biasa, rasa terbakar saat buang air kecil, atau perdarahan di luar menstruasi. Bahkan, banyak perempuan tidak menyadari dirinya terinfeksi.
Apakah Kencing Nanah Pasti Gonore?
Tidak selalu.
Meskipun keluarnya cairan seperti nanah dari penis merupakan salah satu tanda yang dapat ditemukan pada gonore, keluhan tersebut juga dapat disebabkan oleh infeksi lain. Karena itu, diagnosis tidak sebaiknya dibuat hanya berdasarkan tampilan cairan atau ada tidaknya rasa sakit.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab infeksi. Salah satu metode yang digunakan adalah nucleic acid amplification test (NAAT), yang dapat mendeteksi materi genetik N. gonorrhoeae. Pada pria, sampel urine sering digunakan untuk pemeriksaan. Pemeriksaan swab juga dapat dilakukan sesuai lokasi infeksi dan riwayat paparan.
Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan IMS lainnya, seperti klamidia, sifilis, dan HIV.
Jangan Mengobati Kencing Nanah Sembarangan
Jika muncul cairan dari penis, hindari membeli antibiotik sendiri atau menggunakan sisa obat dari pengobatan sebelumnya.
Gonore menghadapi masalah resistensi antibiotik yang semakin serius. Artinya, sebagian bakteri N. gonorrhoeae dapat menjadi tidak mempan terhadap antibiotik tertentu. WHO menyebut resistensi antimikroba sebagai salah satu tantangan besar dalam pengendalian gonore.
Pengobatan harus diberikan berdasarkan diagnosis dan pertimbangan tenaga medis. Pedoman CDC saat ini merekomendasikan ceftriaxone untuk gonore tanpa komplikasi pada populasi yang tercakup dalam pedoman tersebut, dengan regimen yang disesuaikan berdasarkan kondisi pasien.
Jadi, jangan menganggap obat yang pernah berhasil untuk orang lain pasti cocok untuk Anda.
Tonton juga video Dokter Rio di TikTok: Kencing Nanah Gak Sakit Tapi Menular?
Bagaimana Agar Tidak Menularkan Gonore ke Pasangan?
Jika gonore dicurigai atau sudah terdiagnosis, sebaiknya hindari hubungan seksual sampai mendapatkan penanganan yang tepat.
CDC menyarankan orang yang telah mendapatkan pengobatan gonore untuk tidak melakukan aktivitas seksual selama 7 hari setelah pengobatan dan sampai pasangan seksualnya juga telah mendapatkan pengobatan. Pasangan seksual juga perlu diberi tahu agar dapat menjalani pemeriksaan dan mendapatkan penanganan bila diperlukan.
Penggunaan kondom secara konsisten dan benar juga dapat membantu menurunkan risiko penularan gonore dan IMS lainnya.
Kapan Harus Periksa ke Dokter?
Segera periksakan diri jika Anda mengalami:
- Keluar cairan seperti nanah dari penis.
- Perih atau terbakar saat buang air kecil.
- Nyeri atau bengkak pada testis.
- Pasangan seksual diketahui mengalami gonore.
- Pernah melakukan hubungan seksual berisiko dan merasa khawatir tertular IMS.
- Keluhan tetap muncul setelah mendapatkan pengobatan.
Jangan menunggu sampai rasa sakit muncul. Kencing nanah tanpa sakit tetap perlu diperiksa, karena tidak adanya nyeri bukan berarti infeksi tidak ada atau tidak dapat menular.
Kesimpulan
Kencing nanah tanpa rasa sakit tetap perlu diwaspadai sebagai kemungkinan gonore. Infeksi ini dapat berlangsung dengan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala, tetapi bakteri tetap dapat ditularkan kepada pasangan melalui aktivitas seksual.
Jika muncul cairan tidak normal dari penis, langkah yang tepat bukan menunggu sampai sakit, melainkan melakukan pemeriksaan medis. Diagnosis dan pengobatan yang tepat tidak hanya membantu menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga membantu mencegah penularan kepada pasangan.
Jangan tunggu sampai sakit untuk memeriksa kencing nanah.
📢 Mengalami Keluhan Berbahaya pada Organ Vital atau Gejala Infeksi Menular Seksual?
Jangan biarkan rasa malu dan takut menghambat Anda untuk sembuh! Jika Anda mengalami gejala seperti keluar nanah saat buang air kecil, luka tanpa rasa sakit pada organ vital, rasa terbakar, atau ruam kulit—bisa jadi itu adalah indikasi infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah), klamidia, atau sifilis.
Infeksi ini membutuhkan penanganan antibiotik yang tepat dari tenaga medis profesional, bukan pengobatan asal-asalan yang justru bisa memperparah kondisi Anda.
Dapatkan layanan Konsultasi Online GRATIS bersama Klinik Lelaki Indonesia yang ditangani langsung oleh pakar kesehatan pria, Dokter Rio.
Privasi Anda dijamin aman 100% dan penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan rahasia.
👉 [Klik di Sini untuk Konsultasi Online Gratis dengan Dokter Rio di Klinik Lelaki Indonesia] (Hubungi Hotline kami sekarang!)
Baca juga: Cegah Gonore, Lindungi Diri dari Ancaman HIV