Hubungan Scrotum dan Impoten

cara menjaga kesehatan penis, impoten, impotensi, klinik lelaki

Srotum adalah tempat produksinya hormon testosteron. Banyak kasus gangguan seks dan kesuburan pada pria melibatkan scrotum. Scrotum atau buah zakar ini berisi saraf dan pembuluh darah, jika scrotum bermasalah maka produksi hormon testosteron pun akan terganggu, hal ini akan menyebabkan terganggunya juga produksi sperma bahkan dapat menyebabkan menurunnya gairah seksual dan juga impoten.

Kerutan pada scrotum penting untuk mempertahankan suhu di dalam scrotum yang berisi testis. Jika suhu testis berada di bawah suhu tubuh, maka produksi testosteron akan baik. Demikian pula sebaliknya, jika suhu testis berada di atas suhu tubuh, maka produksi testosteron akan menurun. Semakin banyak kerutan pada scrotum maka akan semakin baik produksi hormon testosteron. Kerutan pada scrotum melindungi testis dalam memproduksi sprema. Jika suhu tubuh lebih tinggi dari suhu testis, maka scrotum akan melebar dan melepaskan panas. Jika suhu tubuh lebih rendah dari testis, maka scrotum akan mengkerut agar testis tetap dapat memproduksi testosteron yang berperanan pada produksi sperma. Scrotum pada pria dapat berfungsi secara otomatis terhadap suhu di luar scrotum.

Seperti telah diketahui bahwa testosteron juga berpengaruh terhadap libido dan gairah pria. Maka keadaan scrotum yang memproduksi testosteron akan mempengaruhi tingkat ereksi dan kondisi impoten seorang pria. Scrotum pada pria yang banyak kerutannya mungkin akan tampak menjijikkan, namun ternyata scrotum yang seperti inilah ternyata yang baik dalam proses kesuburan, libido, dan juga dapat terhindar dari kondisi impoten yang berkenaan dengan kondisi produksi testosteron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Official