Impotensi Pada Pria

impotensi klinik lelaki

impotensi

Bercinta Merupakan kegiatan yang menyenangkan sekaligus menyehatkan. Namun, sayangnya tidak semua pria bisa mendapatkan hal tersebut, dikarenakan beberapa hal mulai dari Impotensi hingga masalah Ejakulasi dini.

Impotensi merupakan gangguan yang umumnya terjadi pada pria berusia lanjut, akan tetapi tidak menutup kemungkinan pria muda juga bisa mengalami gangguan ini. Ketika masalah impoten ini tiba dapat memberikan dampak yang buruk salah satunya tentu performa di ranjang menurun.

Selain itu keharmonisan Anda dengan istri dapat berpengaruh ketika mengalami gangguan ini. Pada dasarnya seks merupakan kegiatan biologis yang memberikan dampak positif untuk mempererat tali kasih antara Anda dengan pasangan.

Apa Itu Impotensi?

Disfungsi ereksi atau lebih dikenal Impotensi adalah gangguan pada ereksi penis pria berupa tidak mampunya pria untuk mendapatkan ereksi atau mempertahankan ereksi.  Ereksi yang keras pada penis merupakan kunci sukses Anda dalam memuaskan pasangan di atas ranjang.

Impotensi memberikan konsekuensi psikologis yang buruk pada penderitanya, membuatnya cenderung menjadi kurang percaya diri dalam performanya di ranjang. Selain itu masalah ini juga dapat berpengaruh terhadap keharmonisan rumah tangga.

Penyebab Umum Terjadinya Impotensi

Pada dasarnya Impotensi terjadi ketika terdapat gangguan pada sistem pendukung terjadinya ereksi seperti saraf, otot, pembuluh darah, serta hormon dan emosi. Ketika salah satu pendukung ereksi tersebut mengalami gangguan maka tentunya bisa menimbulkan disfungsi ereksi atau impoten.

Terdapat beragam faktor penyebab dari masalah ini terjadi mulai dari faktor psikologis hingga faktor internal seperti masalah diabetes. Selain itu masih banyak lagi beberapa faktor penyebab dari masalah ini terjadi, berikut beberapa penyebabnya yang harus Anda perhatikan:

  • Kecanduan Alkohol.
  • Pengaruh rokok.
  • Gangguan psikologis seperti stres, depresi, gelisah, dan tidak percaya diri.

Penyebab Impoten akibat gangguan fisik:

  • Gangguan pada tiroid.
  • Gangguan pada ginjal.
  • Kerusakan pada pembuluh darah.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Testosteron rendah.
  • Obat resep, seperti antidepresan dan diuretik.
  • Trauma atau akibat pembedahan panggul atau sumsum tulang belakang.

Gejala Impoten Pada Pria

Disfungsi ereksi dapat ditandai dengan ketidakmampuan pria untuk mencapai ereksi atau mempertahankan ereksi secara berulang. Sering kali pria tidak mengetahui apa saja gejala awal impoten sehingga terlambat untuk menanganinya.

Gejala impotensi memiliki sekitar tiga level, berikut penjelasannya:

  • Level Pertama : Ereksi kurang keras dari biasanya.
  • Level Kedua : Ereksi yang cepat disertai dengan ejakulasi dini.
  • Level Ketiga : Tidak bisa ereksi sama sekali.

Jika Anda mengalami gejala seperti di atas lebih dari satu bulan maka, penanganan yang cepat merupakan hal tepat. Datanglah ke dokter dan konsultasikan masalah keluhan Anda agar impoten segera teratasi.

Diagnosis Impotensi     

Diagnosis gangguan disfungsi ereksi ini memiliki beberapa langkah, mulai dari pemeriksaan dari faktor psikologis hingga faktor fisik. Nantinya Dokter akan melakukan anamnesis (wawancara) dengan pasien.

Dari riwayat anamnesis ini maka dokter akan menentukan gangguan ereksi yang disebabkan oleh psikis atau ada sebab penyakit yang mendasarinya. Berikut jenis pemeriksaan yang dapat menunjang diagnosis dari disfungsi ereksi:

1. Diagnosis Fisik

Dalam diagnosis ini nantinya Anda akan dilakukan pemeriksaan fisik, dokter nantinya akan melakukan pengecekan pada detak jantung dan juga paru-paru. Selanjutnya dokter akan melakukan pemeriksaan pada beberapa bagian lain seperti pembuluh darah, memeriksa testis dan juga penis.

2. Nocturnal PenileTumescence (NPT)

Untuk menentukan seorang pria mengalami impoten, dengan mendeteksi adanya ereksi di malam hari akan jauh lebih akurat, salah satunya adalah dengan NPT ini. Untuk melakukan NPT suruh istri untuk meraba apakah terjadi ereksi atau tidak? atau tempelkan beberapa buah perangko dijajarkan memanjang dan dilingkarkan pada penis tanpa menggunakan lem.

3. USG

Diagnosis selanjutnya adalah dengan metode USG. Sebuah perangkat USG dapat digunakan untuk memeriksa pembuluh darah penis untuk menentukan apakah ada masalah dengan aliran darah penis atau tidak.

4. Tes Urine

Melakukan pengecekan urine merupakan hal yang wajib jika Anda merasa impoten terjadi akibat gangguan masalah fisik. Tes urine dapat digunakan untuk memeriksa diabetes atau kondisi kesehatan lain yang mendasari.

5. Tes Darah

Tes darah dapat digunakan untuk memeriksa kondisi seperti diabetes, penyakit jantung, masalah tiroid , dan rendahnya kadar testosteron pada tubuh Anda. Tes darah juga merupakan hal yang wajib agar impoten segera diketahui apa penyebabnya.

Pengobatan Impoten

Impoten atau disfungsi ereksi merupakan gangguan pada penis yang harus segera diatasi agar kepuasan Anda dalam bercinta kembali. Terdapat beberapa jenis cara mengatasi impotensi secara cepat yang umum dilakukan dengan metode medis (kedokteran) di antaranya adalah:

1. Obat Farmasi

Ini yang umum dilakukan di Klinik Lelaki. Dimana pasien biasanya akan diberikan obat-obatan khusus yang berfungsi untuk memperbaiki sirkulasi darah di penis. Ada pun beberapa jenis pengobatan medis seperti dengan penggunaan suntikan yang diberikan langsung di batang penis. 

Namun, cara ini sudah banyak ditinggalkan karena berpotensi menyebabkan masalah infeksi dikarenakan pasien yang kurang terampil menggunakan suntikan. Di Klinik Lelaki, suntikan untuk mengobati impotensi sudah tidak digunakan lagi.

Obat Impoten di Apotik yang Umum:

  • Sildenafil merek dagang Viagra
  • Tadalafil merek dagang Cialis
  • Vardenafil merek dagang Levitra.

Meskipun obat ini asli dan legal, tapi semuanya adalah jenis obat keras dan berpotensi mematikan. Bilamana, jenis obat ini dikonsumsi sembarangan tanpa indikasi dan pengawasan dari dokter bisa menyebabkan kematian dengan menghentikan jantung mendadak.

Terlebih lagi bila obat-obatan ini berinteraksi dengan beberapa jenis obat jantung yang berfungsi untuk melebarkan pembuluh darah.

Selain itu, beberapa jenis obat di atas, banyak dijual di pasaran dan palsu. Pastikan jika Anda berobat untuk masalah impotensi, harus mendapatkan pengawasan yang ketat, atau diberikan oleh dokter yang berpengalaman di bidangnya.

2. Pembedahan

Inilah teknik medis penanganan impotensi paling mutakhir dan biasanya cukup jarang dan hampir belum pernah dilakukan di Indonesia kecuali di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat.

Pembedahan biasanya dilakukan pada impotensi derajat berat dengan atau tidak ada respon sama sekali dengan pengobatan alias sudah tidak bisa ereksi sama sekali.

Teknik pembedahan mutakhir ini dilakukan dengan pemasangan implan pada penis, dimana implan ini berfungsi seperti pompa balon, dengan tombol khusus yang diletakkan di dalam kantung buah zakar (skrotum).

Yang bisa memompakan balon implan yang ditanam di dalam penis agar bisa ereksi dan pasien yang sudah menjalankan pembedahan ini bisa melakukan hubungan seks kembali tanpa terkendala masalah usia sama sekali.

Di Indonesia, belum ada laporan mengenai operasi pembedahan pemasangan implan bagi pria impotensi, namun bila Anda memiliki riwayat impotensi derajat berat, mungkin Anda bisa berkunjung ke beberapa negara maju seperti Amerika Serikat untuk melaksanakan operasi pembedahan pemasangan implan khusus ini.

Referensi:
  • Alternatif ‘alami’ untuk disfungsi ereksi: Proposisi berisiko. (2015). fda.gov/consumers/consumer-updates/all-natural-alternatives-erectile-dysfunction-risky-proposition
  • Capogrosso P, dkk. (2013). Satu dari empat pasien dengan disfungsi ereksi yang baru didiagnosis adalah seorang pria muda – gambaran yang mengkhawatirkan dari praktik klinis sehari-hari. DOI:10.1111 / jsm.12179
  • Chauhan NS, dkk. (2014). Sebuah tinjauan tentang tanaman yang digunakan untuk meningkatkan kinerja seksual dan kejantanan. DOI: 10.1155 / 2014/868062
  • Dhikav V, dkk. (2010). Yoga dalam fungsi seksual pria: Studi percontohan nonkomparatif. DOI: 10.1111 / j.1743-6109.2010.01930.x
  • Dorey G, dkk. (2005). Latihan dasar panggul untuk disfungsi ereksi. DOI: 10.1111 / j.1464-410X.2005.05690.x
  • El-Sakka AI. (2018). Dehydroepiandrosterone dan fungsi ereksi: Tinjauan. DOI: 10.5534 / wjmh.180005
  • Disfungsi ereksi. (2018). hormone.org/diseases-and-conditions/erectile-dysfunction
  • Disfungsi ereksi (DE). (2017).
    niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases/erectile-dysfunction/all-content
  • Disfungsi ereksi (DE). (nd). uwhealth.org/urology/erectile-dysfunction-ed/20537
  • Gerbild H, dkk. (2018). Aktivitas fisik untuk meningkatkan fungsi ereksi: Tinjauan sistematis studi intervensi. DOI: 10.1016 / j.esxm.2018.02.001
  • Gianfrilli D, dkk. (2012). Propionyl-L-karnitin, L-arginin dan niasin dalam pengobatan seksual: Pendekatan nutraceutical untuk disfungsi ereksi. DOI: 10.1111 / j.1439-0272.2011.01234.x
  • Jang DJ, dkk. (2008). Ginseng merah untuk mengobati disfungsi ereksi: Tinjauan sistematis. DOI: 10.1111 / j.1365-2125.2008.03236.x
  • Kotta S, dkk. (2013). Menjelajahi afrodisiak herbal yang terbukti secara ilmiah. DOI: 10.4103 / 0973-7847.112832
  • Lai BY, dkk. (2019). Akupunktur untuk pengobatan disfungsi ereksi: Tinjauan sistematis dan meta-analisis. DOI: 10.5534 / wjmh.180090
  • Lakin M, dkk. (2018). Disfungsi ereksi. clevelandclinicmeded.com/medicalpubs/diseasemanagement/endocrinology/erectile-dysfunction
  • Maiorino MI, dkk. (2014). Diabetes dan disfungsi seksual: Perspektif saat ini. DOI: 10.2147 / DMSO.S36455
  • Maiorino MI, dkk. (2015). Modifikasi gaya hidup dan disfungsi ereksi: Apa yang bisa diharapkan? DOI: 10.4103 / 1008-682X.137687
  • Staf Mayo Clinic. (2018). Disfungsi ereksi. mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/sym GEJALA-causes/syc-20355776
  • Staf Mayo Clinic. (2019). Suplemen makanan untuk disfungsi ereksi: Pengobatan alami untuk DE? mayoclinic.org/diseases-conditions/erectile-dysfunction/in-depth/erectile-dysfunction-herbs/ART-20044394
  • Myers C, dkk. (2019). Pelatihan otot dasar panggul meningkatkan disfungsi ereksi dan ejakulasi dini: Tinjauan sistematis. DOI: 10.1016 / j.physio.2019.01.002
  • Rew KT, dkk. (2016). Disfungsi ereksi. aafp.org/afp/2016/1115/p820.html
  • Apa itu disfungsi ereksi? (2018). urologyhealth.org/urologic-conditions/erectile-dysfunction
  • Yeo JK, dkk. (2018). Latihan mana yang lebih baik untuk meningkatkan kadar testosteron serum pada pasien dengan disfungsi ereksi? DOI: 10.5534 / wjmh.17030

13 tanggapan pada “Impotensi Pada Pria”

  1. Saya Punya Masalah bdengan Disfungsi ereksi, Ada sedikit gangguan pada testis seperti Pembesaran Pada saluran testis, pada saat Ejakulasi terlihat Semburan sperma tidak optimal, sering juga terjadi kram pada bawah pusar. Mohon penjelasannya tentang apa yang saya alamai ?

  2. Saya sudah beberapa tahun impoten tidak bisa ereksi dan berhubungan suami istri. Ini sangat membebani hidup saya di usia 62 tahun. Masih adakah solusi buat masalah saya ini dokter ?

    Saya banyak varises dibetis menurut seorang teman itu salah satu penyebab impotensi. Benarkah itu dokter ?

    Obat apa yang cocok saya konsumsi untuk mengembalikan kemampuan vitalis kejantan dokter ?

    Atas perhatian dokter saya ucapkan terima kasih.🙏

  3. Gimana cara nya supaya saya seks saya seperti semula seks saya kurang begitu bagus dan gak seperti dulu lagi cepat loyo dan gak begitu stamina saya cepat berkurang

  4. Saya hampir 4 th megurus istri yg sakit gagal ginjal, dan saya sudah tdk berhubungan dgn istri dan saat itu juga susah ereksi dan tidak sekeras sebelumnya, adakah harapan saya bisa sembuh seperti semula, kemana saya harus berobat dan adakah harapan utk sembuh ?, tks sebelumnya pak dokter.

Tinggalkan Balasan