KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Jangan Ragu Periksakan Organ Intim!

Kenali Tanda yang Tidak Boleh Diabaikan

Ilustrasi pasangan jangan ragu untuk konsultasikan masalah kesehatan organ intim

Jangan ragu periksakan organ intim apabila muncul perubahan yang tidak biasa. Keluhan yang biasa dirasakan seperti gatal, keluar cairan tidak biasa, luka, benjolan, nyeri saat buang air kecil, atau perubahan pada penis dan vagina terkadang dibiarkan dengan harapan akan sembuh sendiri.

Padahal, keluhan pada organ intim dapat disebabkan oleh banyak kondisi, mulai dari iritasi kulit yang relatif ringan, infeksi saluran kemih, peradangan, infeksi menular seksual (IMS), hingga penyakit yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Hal penting lainnya adalah tidak semua penyakit pada organ intim menimbulkan gejala yang jelas. WHO menyatakan bahwa sebagian besar IMS dapat berlangsung tanpa gejala atau hanya menyebabkan keluhan ringan dan tidak spesifik. Ketika muncul, gejalanya dapat berupa cairan dari vagina atau uretra, luka pada genital, dan nyeri perut bagian bawah.

Kenapa Keluhan Organ Intim Sering Terlambat Diperiksa?

Rasa malu menjadi salah satu alasan seseorang menunda konsultasi. Ada pula yang takut dianggap memiliki penyakit menular seksual atau khawatir pemeriksaan akan terasa tidak nyaman.

Padahal, dokter membutuhkan informasi mengenai keluhan dan riwayat kesehatan untuk menentukan pemeriksaan yang tepat. Bila terdapat kemungkinan IMS, riwayat aktivitas seksual juga dapat membantu menentukan jenis dan lokasi tes yang diperlukan.

CDC menganjurkan orang yang aktif secara seksual untuk berdiskusi secara terbuka mengenai riwayat seksual dan kebutuhan pemeriksaan IMS dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan menjadi penting karena seseorang dapat memiliki IMS meskipun tidak merasa sakit.

Menunda pemeriksaan justru dapat membuat masalah yang sebenarnya dapat ditangani sejak awal menjadi lebih sulit diketahui.

1. Keluar Cairan yang Tidak Biasa

Cairan dari penis atau perubahan cairan vagina merupakan salah satu keluhan yang sebaiknya diperhatikan.

Pada uretritis atau peradangan saluran kencing, misalnya, seseorang dapat mengalami rasa terbakar saat buang air kecil dan keluarnya cairan putih atau keruh. Uretritis dapat berkaitan dengan IMS dan bahkan dapat terjadi tanpa gejala.

Pada wanita, perubahan cairan vagina juga mempunyai banyak kemungkinan penyebab. Tidak semua perubahan berarti penyakit menular seksual.

Karena itu, jangan mencoba menentukan penyakit hanya berdasarkan warna atau bau cairan. Pemeriksaan diperlukan terutama jika perubahan tersebut disertai rasa sakit, gatal, perdarahan, bau yang tidak biasa, atau terjadi setelah aktivitas seksual yang berisiko.

2. Luka, Lepuhan, atau Benjolan di Area Genital

Luka pada penis, vulva, vagina, anus, atau daerah di sekitarnya sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai jerawat biasa.

Infeksi seperti herpes genital dapat menyebabkan luka atau lepuhan. Namun, herpes juga sering mempunyai gejala yang sangat ringan hingga kelainannya disangka sebagai jerawat atau rambut tumbuh ke dalam.

Sifilis juga dapat menyebabkan luka genital, tetapi karakteristiknya berbeda dan tidak selalu mudah dibedakan sendiri.

Begitu pula dengan benjolan. Sebagian benjolan dapat berupa kondisi kulit yang tidak berbahaya, tetapi beberapa jenis HPV dapat menyebabkan kutil genital. HPV risiko tinggi bahkan sering tidak memberikan gejala, sementara infeksi yang menetap dalam jangka panjang dapat berhubungan dengan perubahan prakanker dan kanker.

Jadi, jangan memecahkan, memotong, atau mengoleskan obat sembarangan pada benjolan atau luka di area genital.

3. Nyeri atau Terbakar Saat Buang Air Kecil

Rasa perih atau terbakar ketika berkemih dapat terjadi pada berbagai kondisi, termasuk infeksi saluran kemih, uretritis, maupun IMS tertentu.

Uretritis, misalnya, dapat menyebabkan rasa sakit atau terbakar ketika buang air kecil serta cairan dari penis atau vagina.

Karena gejalanya dapat tumpang tindih, penggunaan antibiotik tanpa pemeriksaan tidak dianjurkan. Antibiotik yang sesuai untuk satu penyakit belum tentu tepat untuk penyakit lainnya.

Dokter dapat menentukan apakah diperlukan pemeriksaan urine, swab, atau pemeriksaan tambahan berdasarkan gejala dan riwayat pasien.

4. Gatal dan Kemerahan yang Tidak Kunjung Hilang

Gatal pada organ intim sering dianggap hanya disebabkan kebersihan yang kurang. Padahal, penyebabnya dapat berupa iritasi, alergi terhadap produk tertentu, infeksi jamur, peradangan kulit, maupun infeksi lain.

Pada pria, balanitis dapat menyebabkan kepala penis menjadi merah, nyeri, bengkak, atau mengalami perubahan kulit. Keluhan pada penis juga dapat disertai cairan maupun rasa tidak nyaman ketika berkemih pada beberapa kondisi.

Jika gatal terus terjadi, memburuk, disertai luka atau cairan, atau kembali berulang setelah menggunakan obat sendiri, sebaiknya lakukan pemeriksaan.

5. Nyeri atau Benjolan pada Testis

Pria juga perlu memperhatikan perubahan pada testis dan skrotum.

Benjolan atau pembengkakan testis mempunyai banyak kemungkinan penyebab dan tidak selalu berarti kanker. Namun, perubahan baru tetap perlu diperiksa untuk mengetahui penyebabnya.

Yang harus lebih diwaspadai adalah nyeri testis yang muncul mendadak dan sangat berat. Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah torsio testis, yaitu testis terpuntir sehingga aliran darahnya terputus. Kondisi ini merupakan keadaan darurat dan harus segera mendapat penanganan karena keterlambatan dapat menyebabkan kerusakan atau kehilangan testis.

Nyeri mendadak yang disertai mual, muntah, atau pembengkakan testis juga membutuhkan pertolongan segera.

6. Perdarahan yang Tidak Biasa

Perdarahan dari organ intim tidak boleh selalu dianggap normal.

Pada wanita, perdarahan di antara menstruasi atau setelah berhubungan seksual dapat mempunyai berbagai penyebab, termasuk perubahan pada leher rahim, polip, kekeringan vagina, maupun IMS seperti klamidia. Perdarahan yang tidak biasa juga dapat menjadi salah satu gejala kanker serviks sehingga perlu diperiksakan.

Pada pria, luka, cairan, perdarahan, benjolan, atau iritasi menetap pada penis juga perlu diperiksa. NCI mencantumkan luka, cairan, perdarahan, kemerahan, dan benjolan sebagai beberapa tanda yang dapat ditemukan pada kanker penis, walaupun keluhan tersebut lebih sering dapat disebabkan oleh kondisi lain.

Tujuan pemeriksaan bukan untuk langsung menganggap keluhan sebagai kanker, tetapi untuk memastikan penyebabnya.

7. Darah dalam Urine

Darah dalam urine dapat berasal dari berbagai bagian saluran kemih, termasuk ginjal, kandung kemih, dan uretra. Penyebabnya sangat beragam, mulai dari infeksi hingga kondisi lainnya. NHS menyarankan darah dalam urine untuk diperiksakan dan tidak didiagnosis sendiri.

Meskipun baru terjadi satu kali atau tidak disertai rasa sakit, pemeriksaan tetap diperlukan untuk mencari sumber perdarahannya.

Jangan Hanya Periksa Ketika Ada Gejala

Tidak adanya keluhan bukan berarti seseorang pasti bebas IMS.

WHO menegaskan bahwa sebagian besar IMS dapat berlangsung tanpa gejala. Karena itu, pemeriksaan IMS dapat diperlukan berdasarkan faktor risiko, misalnya setelah aktivitas seksual tanpa perlindungan, ketika pasangan didiagnosis IMS, atau berdasarkan rekomendasi skrining tertentu.

Jenis pemeriksaan juga tidak selalu hanya berupa tes darah. Pemeriksaan dapat melibatkan urine atau swab dari lokasi tertentu sesuai jenis infeksi dan paparan.

Untuk herpes, misalnya, sampel dari lepuhan atau luka yang masih aktif dapat digunakan untuk membantu diagnosis dan pemeriksaan tersebut bekerja paling baik ketika lesinya belum mengering atau sembuh.

Hindari Mengobati Organ Intim Sembarangan

Internet membuat informasi kesehatan mudah diperoleh, tetapi foto atau daftar gejala tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis.

Luka herpes dapat menyerupai masalah kulit biasa. Cairan genital dapat disebabkan oleh berbagai infeksi. Gatal belum tentu jamur, dan benjolan belum tentu kutil kelamin.

Menggunakan antibiotik, antijamur, steroid, antiseptik, atau obat oles tanpa mengetahui diagnosis dapat membuat terapi tidak tepat.

Lebih aman melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sehingga pengobatan dapat disesuaikan dengan penyebab sebenarnya.

Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?

Tidak semua keluhan membutuhkan penanganan darurat. Namun, nyeri testis yang tiba-tiba dan sangat berat, khususnya jika disertai mual atau muntah, membutuhkan pertolongan medis segera karena kemungkinan torsio testis.

Untuk keluhan lain, buat jadwal pemeriksaan bila terdapat luka atau benjolan genital yang menetap, cairan tidak biasa, nyeri saat berkemih, darah dalam urine, perdarahan setelah hubungan seksual, gatal atau kemerahan yang tidak membaik, atau pasangan diketahui mengalami IMS.

Konsultasikan di Klinik Lelaki Indonesia

Jika Anda mengalami gejala keluar cairan tidak biasa dari penis atau vagina, rasa terbakar ketika buang air kecil, gatal atau rasa tidak nyaman pada area genital dan perubahan fungsi seksual, segera lakukan konsultasi di Klinik Lelaki Indonesia. Pemeriksaan dilakukan secara privat dan profesional untuk membantu menemukan penyebab keluhan serta menentukan penanganan yang sesuai.

Anda dapat berkonsultasi langsung dengan dr. Mohammad Caesario (Dokter Rio), jangan menunggu hingga infeksi berkembang menjadi lebih serius. Semakin cepat mendapatkan pengobatan, semakin besar peluang untuk sembuh dan terhindar dari komplikasi jangka panjang.

Kesimpulan

Jangan ragu periksakan organ intim ketika muncul perubahan yang tidak biasa. Keluhan pada penis, vagina, vulva, testis, maupun daerah anus dapat mempunyai banyak penyebab dan tidak selalu berkaitan dengan penyakit menular seksual.

Namun, menunda pemeriksaan juga bukan pilihan yang baik. Banyak IMS dapat terjadi tanpa gejala, sedangkan keluhan seperti luka, cairan genital, rasa terbakar saat buang air kecil, perdarahan, dan benjolan dapat membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

Pemeriksaan sejak dini membantu mengetahui penyebab dan menentukan terapi yang tepat. Jika terdapat risiko IMS, pemeriksaan juga dapat membantu melindungi pasangan dan mencegah komplikasi lebih lanjut.

Keluhan organ intim adalah masalah kesehatan seperti keluhan pada bagian tubuh lainnya. Semakin terbuka informasi yang diberikan kepada tenaga kesehatan, semakin baik pula dokter dapat menentukan pemeriksaan dan penanganan yang sesuai.

 

Baca juga: Kesehatan Organ Reproduksi Pria