KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Keluar Nanah Dari Penis

Keluar Nanah dari Penis: Apakah Infeksi Menular Seksual?

Keluar nanah dari penis merupakan keluhan yang tidak boleh dianggap sepele.

Keluar nanah dari penis merupakan keluhan yang tidak boleh dianggap sepele. Kondisi ini umumnya ditandai dengan keluarnya cairan berwarna putih kekuningan, kuning kehijauan, atau kental menyerupai nanah dari lubang saluran kemih (uretra). Dalam banyak kasus, gejala ini merupakan tanda adanya infeksi atau peradangan pada saluran reproduksi pria yang memerlukan pemeriksaan dan pengobatan segera.

Meskipun infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore menjadi salah satu penyebab yang paling sering, tidak semua kasus keluar nanah dari penis disebabkan oleh penyakit tersebut. Infeksi bakteri lain, radang saluran kemih, hingga peradangan pada uretra juga dapat menimbulkan keluhan serupa.

Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan oleh dokter sangat penting agar diagnosis dapat ditegakkan secara tepat dan pengobatan yang diberikan sesuai dengan penyebabnya.

Apa yang Dimaksud dengan Keluar Nanah dari Penis?

Keluar nanah dari penis adalah kondisi ketika muncul cairan abnormal dari uretra yang mengandung sel darah putih, bakteri, dan sisa jaringan akibat proses peradangan atau infeksi.

Cairan ini berbeda dengan air mani, cairan pra-ejakulasi, maupun urin. Nanah biasanya memiliki tekstur lebih kental dan dapat disertai bau yang tidak sedap.

Pada sebagian pria, cairan hanya keluar pada pagi hari, sedangkan pada yang lain dapat keluar sepanjang hari atau muncul saat buang air kecil.

Penyebab Keluar Nanah dari Penis

Beberapa kondisi medis yang dapat menyebabkan keluar nanah dari penis antara lain:

1. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore merupakan salah satu penyebab paling umum keluarnya nanah dari penis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang ditularkan melalui hubungan seksual tanpa pengaman, baik vaginal, anal, maupun oral.

Gejala gonore biasanya muncul dalam beberapa hari hingga dua minggu setelah terpapar dan dapat berupa:

  • Keluar nanah berwarna kuning atau hijau.
  • Nyeri atau rasa terbakar saat buang air kecil.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat.
  • Nyeri atau pembengkakan pada testis pada sebagian kasus.

Tanpa pengobatan, gonore dapat menyebabkan komplikasi pada saluran reproduksi.

2. Klamidia

Infeksi Chlamydia trachomatis juga dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis. Cairan pada klamidia sering kali lebih bening atau putih dibandingkan gonore, tetapi pada beberapa kasus dapat tampak menyerupai nanah.

Karena gejalanya sering ringan atau bahkan tidak terasa, banyak penderita tidak menyadari dirinya terinfeksi.

3. Uretritis

Uretritis adalah peradangan pada uretra yang dapat disebabkan oleh bakteri, virus, atau iritasi.

Selain keluar nanah, gejalanya meliputi:

  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Gatal pada saluran kemih.
  • Sensasi terbakar di ujung penis.
  • Keluar cairan dari uretra.

4. Infeksi Saluran Kemih

Meskipun lebih sering terjadi pada wanita, pria juga dapat mengalami infeksi saluran kemih.

Pada kondisi tertentu, infeksi yang berat dapat menyebabkan keluarnya cairan bernanah dari uretra disertai nyeri saat berkemih dan demam.

5. Prostatitis

Peradangan pada kelenjar prostat akibat infeksi bakteri dapat menyebabkan keluarnya cairan dari penis, terutama setelah buang air kecil atau buang air besar.

Keluhan lain yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri pada panggul.
  • Demam.
  • Sulit buang air kecil.
  • Nyeri saat ejakulasi.

Faktor Risiko Keluar Nanah dari Penis

Risiko mengalami kondisi ini meningkat pada pria yang:

  • Melakukan hubungan seksual tanpa kondom.
  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki riwayat infeksi menular seksual.
  • Tidak segera mengobati infeksi saluran kemih.
  • Memiliki daya tahan tubuh yang menurun.

Mengurangi faktor risiko tersebut dapat membantu mencegah terjadinya infeksi.

Gejala yang Sering Menyertai Keluar Nanah dari Penis

Selain keluarnya cairan bernanah, penderita dapat mengalami:

  • Nyeri atau rasa panas saat buang air kecil.
  • Gatal pada saluran kemih.
  • Kemerahan di sekitar lubang penis.
  • Pembengkakan pada penis atau testis.
  • Bau tidak sedap dari cairan yang keluar.
  • Nyeri saat berhubungan seksual atau ejakulasi.
  • Demam pada infeksi yang lebih berat.

Apabila gejala semakin berat atau disertai pembengkakan hebat, segera cari pertolongan medis.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebabnya?

Karena gejala beberapa penyakit dapat menyerupai satu sama lain, dokter perlu melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Wawancara mengenai riwayat keluhan dan aktivitas seksual.
  • Pemeriksaan fisik pada organ reproduksi.
  • Pengambilan sampel cairan dari uretra untuk pemeriksaan laboratorium.
  • Tes urin.
  • Pemeriksaan infeksi menular seksual sesuai indikasi.
  • Pemeriksaan darah bila diperlukan.

Hasil pemeriksaan akan membantu dokter menentukan penyebab dan memilih terapi yang tepat.

Tonton juga video Dokter Rio di TikTok:
Penyakit Kencing Nanah: Gejala dan Solusi dengan Dok Trio

Cara Mengatasi Keluar Nanah dari Penis

Pengobatan bergantung pada penyebab yang mendasarinya.

Antibiotik

Apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri seperti gonore atau klamidia, dokter akan memberikan antibiotik sesuai hasil pemeriksaan dan pedoman medis.

Penggunaan antibiotik harus dihabiskan sesuai anjuran meskipun gejala sudah membaik.

Mengobati Pasangan Seksual

Pada infeksi menular seksual, pasangan juga perlu diperiksa dan diobati apabila terbukti terinfeksi. Langkah ini penting untuk mencegah penularan kembali.

Menghindari Hubungan Seksual Sementara

Selama masa pengobatan, pasien dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seksual hingga dokter menyatakan infeksi telah sembuh.

Menjaga Kebersihan Organ Intim

Membersihkan area genital setiap hari dan menjaga kebersihan pakaian dalam dapat membantu mengurangi risiko infeksi lanjutan.

Minum Air Putih yang Cukup

Asupan cairan yang cukup membantu menjaga kesehatan saluran kemih, meskipun bukan pengganti pengobatan.

Apakah Keluar Nanah dari Penis Bisa Sembuh?

Ya, sebagian besar kasus dapat sembuh apabila penyebabnya diketahui dan ditangani sejak dini.

Namun, apabila infeksi dibiarkan tanpa pengobatan, komplikasi dapat terjadi, seperti:

  • Penyebaran infeksi ke organ reproduksi lainnya.
  • Peradangan epididimis.
  • Gangguan kesuburan pada beberapa kasus.
  • Penyempitan uretra akibat jaringan parut.
  • Penularan infeksi kepada pasangan seksual.

Karena itu, jangan menunda pemeriksaan apabila mengalami gejala.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Keluar nanah dari penis.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Keluar cairan berbau tidak sedap.
  • Nyeri atau bengkak pada testis.
  • Demam.
  • Riwayat hubungan seksual berisiko.
  • Keluhan tidak membaik dalam beberapa hari.

Semakin cepat mendapatkan pengobatan, semakin kecil risiko komplikasi.

Konsultasikan di Klinik Lelaki Indonesia Bersama Dokter Rio

Apabila Anda mengalami keluar nanah dari penis, nyeri saat buang air kecil, atau mencurigai adanya infeksi menular seksual, jangan menunda untuk memeriksakan diri.

Klinik Lelaki Indonesia menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan berbagai gangguan kesehatan reproduksi pria yang ditangani langsung oleh Dokter Rio. Pemeriksaan dilakukan secara profesional, menjaga kerahasiaan pasien, serta didukung pendekatan medis yang bertujuan menemukan penyebab utama keluhan sehingga terapi yang diberikan lebih tepat sasaran.

Deteksi dan pengobatan sejak dini sangat penting untuk mencegah komplikasi, mengurangi risiko penularan kepada pasangan, serta membantu menjaga kesehatan reproduksi dalam jangka panjang.

Kesimpulan

Keluar nanah dari penis merupakan gejala yang paling sering berkaitan dengan infeksi atau peradangan pada saluran reproduksi pria. Penyebabnya dapat berupa gonore, klamidia, uretritis, infeksi saluran kemih, maupun prostatitis. Karena gejala antarpenyakit dapat menyerupai, pemeriksaan oleh dokter diperlukan agar penyebab dapat dipastikan dan pengobatan yang diberikan sesuai.

Apabila Anda mengalami keluar nanah dari penis, jangan mencoba mengobati sendiri atau menunda pemeriksaan. Penanganan medis yang cepat dapat mempercepat penyembuhan, mencegah komplikasi, dan melindungi kesehatan reproduksi Anda maupun pasangan.

 

Baca juga: Apakah Gonore Bisa Menyebabkan HIV?