Kutil pada Pria

klinik lelaki, impotensi, impoten, kutil

Kebanyakan kasus HPV atau Human Papilloma Virus lebih dikaitkan dengan wanita, dengan resiko terbesarnya dapat menyebabkan kanker servik. Namun ternyata HPV pada pria pun dapat menjadi masalah. Sehingga pria pun perlu tahu bagaimana mencegah infeksi HPV ini. HPV dapat menyebabkan tingginya kanker di daerah genital pria. Juga sebagai penyebab kutil pada pria dan wanita. Setengah dari populasi pria di Amerika bisa terjangkit HPV, namun pada pria dapat sembuh dengan baik tanpa menimbulkan keluhan apa pun.

30% kasus HPV pada pria dapat mengantarkan kepada kanker anus atau penis. Kasus kedua kanker ini jarang terjadi, terutama bagi mereka yang memiliki sistem imun yang baik. Diagnosa untuk menegakkan kutil ini adalah dengan memeriksa daerah genital pria. Beberapa dokter akan membubuhkan larutan asam agar kutil tersebut dapat muncul dan nyata. Namun tes ini tidak sepenuhnya membuktikan. Karena terkadang kulit normal pun tampak seperti berbintil. Tidak ada test rutin untuk mendeteksi kutil pada pria dengan resiko tinggi mendapat kanker akibat HPV. Tidak ada pengobatan spesifik untuk gejala yang ditimbulkan oleh HPV. Pengobatan awal sangat mempengaruhi pengobatan terhadap infeksi HPV. Ada vaksin yang dapat digunakan oleh wanita, namun belum ditemukan efektifitasnya pada pria.

Jika seorang pria memiliki pasangan dengan HPV dalam jangka panjang, maka telah dipastikan pria tersebut memiliki HPV positif. Kutil pada pria dapat hilang dengan sendirinya, namun tidak demikian pada wanita. Umumnya tubuh wanita dapat menghilangkan HPV setelah 2-3 tahun. Kondom dapat menjadi solusi pencegahan tertular HPV. Namun tidak efektif 100%, karena HPV menular melalui kontak kulit ke kulit. HPV masih dapat menular melalui kulit yang tidak tertutupi kondom.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Official