Memeriksa Tingkat Impoten dengan IIEF

berkonsultasi, impoten

Setiap pria pasti pernah mengalami gangguan ereksi dalam hidupnya minimal 1 kali. Bisa terjadi ketika kondisi tubuh atau psikis dalam keadaan terganggu. Namun kembali normal  ketika kondisi tubuh dan psikis sudah membaik. Jika keadaan gangguan ereksi ini terjadi selama 3 bulan berturut-turut, maka dapat dikategorikan ke dalam impoten. Dapat merupakan indikasi bahwa ada yang salah dengan kondisi tubuh. Alangkah baiknya jika segera periksakan diri ke dokter.

Tingkat ereksi seorang pria biasanya sulit untuk ditentukan karena berhubungan pula dengan kondisi fisik dan psikis penderita, bahkan dapat pula dipengaruhi oleh kedua faktor tersebut. Jadi diperlukan standar khusus untuk mengetahui tingkat ereksi seseorang. Terdapat beberapa metode untuk mendeteksi tingkat ereksi seorang pria mulai dari cara yang paling sederhana hingga test laboratorium dengan peralatan yang canggih. Cara paling sederhana dan umum yang dilakukan dokter adalah dengan mengajukan pertanyaan kepada pasien.

Metode ini disebut dengan IIEF (International Index of  Erectile Function). Metode ini mengunakan kuis atau sejumlah pertanyaan kepada pasien untuk mengetahui tingkat ereksi pasien. Terdiri dari 15 pertanyaan yang wajib dijawab oleh pasien. Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut pasien dapat mengetahui tingkat berat, sedang dan ringannya impoten mereka. Lalu bersama dokter akan memulai penanganannya secara spesifik. Metode kuis ini ditentukan oleh sebuah komite untuk menilai derajat impoten seseorang. Cara sederhana ini harus dijawab dengan jujur oleh pasien. Karena dari jawaban atas pertanyaan tersebut dapat digunakan untuk menilai tindakan selanjutnya. Metode ini hanya dapat digunakan untuk mengukur performa dan tidak dapat digunakan untuk mengetahui penyebab impoten itu sendiri. Dengan metode ini diharapkan adanya kerja sama dari pasien dalam menentukan kesimpulan derajat berat, sedang, dan ringannya kondisi impoten mereka.

Tinggalkan Balasan