8-Mitos-Tentang-Impoten-klinik-lelaki

Mitos-Mitos Impoten Yang Masih Dipercayai

8-Mitos-Tentang-Impoten-klinik-lelaki

Banyak mitos tentang impoten yang masih dipercayai oleh pria, oleh karena itu simak artikel ini agar tidak salah kaprah.

Mitos-mitos mengenai impoten begitu sangat menjamur, karena kurangnya informasi yang benar dari berbagai instansi terkait dan juga ditambah banyaknya iklan di televisi dan koran perihal kejantanan pria yang malah semakin memburamkan makna sebenarnya.

Informasi yang mengenai impoten yang tidak lengkap terkadang bisa membuat banyak pria salah menanggapi tentang masalah ereksi yang para pria derita. Apalagi dijaman sekarang banyak mitos dan informasi yang tidak benar terkait masalah kenjantanan pada pria dikalangan masyarakat saat ini.

Semakin banyaknya pria terkena impoten sangat mempengaruhi pengetahuan masyarakat perihal impoten. Di indonesia saja penderita impoten bisa meningkat dari waktu ke waktu, hal tersebut disebabkan oleh simpang siurnya mitos-mitos dan informasi mengenai impoten.

Berikut ini adalah 8 mitos impoten yang banyak dipercayai oleh kebanyakan pria, sebagaimana telah di kutip dari survey yang bertajuk Asia Pacific Sexual Healht and Overall Wellness (APSHOW).

1. Sulitnya ereksi berarti hilangnya gairah seks

Ini adalah salah satu mitos impoten yang tidak benar, sebabnya pria yang sulit untuk mendapatkan ereksi masih memiliki hasrat seksual dan keinginan untuk mendapatkan orgasme. Pada kondisi ini banyak membuat pria penderita impoten merasa frustasi, ketika dimana keinginannya untuk berhubungan seks yang tidak bisa disalurkan karena ereksinya yang tidak keras.

Pada dasarnya, tidak bisanya ereksi berkaitan dengan kemampuan menahan ereksinya saat berhubungan seks dan tidak ada kaitannya dengan gairah seks yang hilang. Malah sebaliknya, gairah seks yang rendah itu bisa menyebabkan impoten. Berkurangnya gairah seks akan menghambat implus seksual yang ada sehinggal menyebabkan penis tidak ereksi.

2. Pria selalu siap untuk berhubungan seks

Salah satu mitos impoten ini, dianggap keliru karena aktifitas seks tidak hanya dipengaruhi oleh gairah seks tapi kesepian fisik. Tubuh yang merasa lemah atau sedang menghadapi tekanan mental yang bisa membuat gairah untuk berhubungan seks menjadi menurun.

Gairah seks yang menurun tidak akan merangsang organ jantung untuk memompa darah lebih cepat yang menyebabkan suplai darah yang dibutuhkan untuk ereksi menjadi berkurang.

3. Impoten hanya akan berdampak pada pria

Meskipun impoten hanya berdampak pada pria tapi juga berdampak pada pasangannya. Tidak mampunya penis untuk ereksi menyebabkan hubungan seks atau penetrasi tidak dapat dilakukan. Pada intinya impoten berdampak pada keduanya baik pria maupun wanitanya dikarenakan pengobatannya harus dilakukan oleh keduanya.

Pada dasarnya impoten juga bisa berdampak pada wanita. Bahkan banyak pernikahan harus berpisah karena masalah gairah seksual yang tidak terselesaikan.

4. Pria sejati selalu bisa ereksi

Salah satu mitos impoten ini yang sering disuarakan iklan pada televisi yang membuat pria semain percaya. Pada faktanya semua pria pernah mengalami impoten maupun hanya sekali dalam hidupnya.

Banyak faktor yang mempengaruhi kesiapan pria untuk berhubungan seks baik secara fisik maupun psikologis yang membuat ereksi sulit dicapai bahkan pria yang sehat sekalipun.

5. Mengobati impoten adalah hal yang memalukan

Untuk mitos yang satu ini bisa diterima oleh banyak pria karena memang pada umumnya pria merasa malu untuk dapat mengobati impoten. Bila ini dibiarkan saja atau tidak diobati maka impoten bisa lebih parah.

Perasaan malu itu muncul dikarenakan faktor psikologis dari informasi yang simpang siur. Intinya impoten bisa diobati dengan berkominukasi dengan pasangan kemudian melakukan berkonsultasi dengan dokter ahli atau anda bisa mengkases situs : https://kliniklelaki.com/ karena disitu anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli secara GRATIS.

6. Impoten adalah masalah pria berusia tua

Meski umumnya impoten dialami oleh pria yang sudah tua, faktanya pria berusia muda pun bisa terkena impoten penyebabnya bisa faktor psikologis atau faktor kurangnya hormon tertoteron.

Disisi lain, pria yang berusia tua masih mampu untuk ereksi dan bahkan masih mampu untuk membuahi wanita, selama pria memiliki tubuh yang sehat biasanya gairah seksualnya tidak ada masalah. Meski kemampuan ereksi dipengaruhi oleh usia, tidak menutup kemungkinan pria muda pun mendapat masalah ereksi. Maka bila menyebut impoten adalah masalah usia itu adalah mitos.

7. Impoten adalah masalah pola pikir

Faktanya kedokteran menemukan bahwa 80% penyebab impoten terjadi karena faktor fisik seperti hipertensi atau penyakit diabetes.

Memang betul salah satu penyebab impoten adalah faktor pola pikir yang negatif, tapi kalau impoten adalah masalah pola pikir itu adalah mitos.

8. Masalah impoten akan berlalu 

Pada faktnya, impoten adalah masalah medis yang bila tidak segera diatasi akan jauh lebih parah. Karena masalah ini tidak bisa sembuh begitu saja, karena harus dilakukan pemeriksaan untuk mengetahui apa penyebabnya, sehingga dokter dapat memberi alternatif pengobatan untuk mengatasi masalah tersebut.

Sebenarnya penyebab impoten ada dua faktor yaitu faktor fisik dan psikologis. Banyaknya informasi tentang impoten membuat pria semakin percaya bahwa pria tersebut mengalami impoten. Banyaknya mitospun membuat pria bingung bahkan tidak tahu harus bagaimana cara mengatasi impoten yang diderita.

Demikian mitos-mitos tentang impoten yang membuat informasi tentang impoten menjadi simpang siur bahkan tidak jelas.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segerakan Konsultasi dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *