Obat Impotensi Diuji Untuk Obat Pasien Virus Corona

impotensi virus corona

impotensi virus corona

Sebuah perusahaan farmasi sedang menguji obat impotensi untuk mengatasi masalah virus corona.

Dikutip dari tirto.id Data Gugus Tugas juga menunjukkan jumlah pasien positif Covid-19 yang sampai sekarang masih menjalani perawatan di Indonesia sebanyak 1.911 orang. Pasien yang berhasil sembuh juga bertambah menjadi 164 orang. Angka kesembuhan ini setara 7,21 persen dari total jumlah kasus positif.

Para peneliti sampai saat ini masih mencari obat atau vaksin untuk mengatasi virus corona. Berbagai eksperimen dan uji coba obat dan cara penyembuhan dilakukan untuk menemukan formula terbaik untuk melayani ribuan pasien.

Dilansir dari kumparan.com sebuah peneliti dari perusahaan farmasi ternyata obat impotensi yang mengandung  Aviptadil dapat mengobati virus corona.

Kini berdasarkan hasil penelitian terbaru, obat disfungsi ereksi memiliki potensi untuk membantu pasien COVID-19. Obat itu bernama Aviptadil (VIP) yang diklaim mampu mengobati pasien virus corona yang berada dalam situasi krisis.

Diketahui, pasien COVID-19 yang berada dalam kondisi kritis biasanya akan mengalami permasalahan pernapasan akut (acute respiratory distress syndrome alias ARDS) hingga membutuhkan alat bantu napas ventilator. Obat Aviptadil dianggap mampu membantu pasien kritis merasa lebih baik setelah mengonsumsinya.

Uji coba ini dilakukan oleh dua perusahaan farmasi, NeuroRx yang merupakan hasil kerja sama AS dan Israel serta Relief Therapeutic dari Swiss.

“Jika hasil awal uji coba ini dapat direplikasi ke pada pasien dengan permasalahan penapasan akut karena COVID-19, perawatan ini akan memiliki dampak besar pada kelangsungan hidup pasien COVID-19 dan pada ketersediaan ventilator untuk pasien yang sangat membutuhkan,” kata CEO NeuroRx, Prof. Jonathan Javitt, dilansir BGR.

Menurut Javitt, berdasarkan hasil uji coba obat tersebut, tujuh dari delapan pasien yang membutuhkan bantuan ventilator untuk bertahan hidup dari COVID-19 kini dalam keadaan yang semakin baik. Sementara enam di antaranya diizinkan untuk meninggalkan rumah sakit. Ia mengatakan kemungkinan bertahan hidup pasien COVID-19 yang memakai ventilator hanya 50 persen.

Obat ini telah digunakan selama 20 tahun dalam uji coba untuk sarkoidosis, fibrosis paru, dan hipertensi paru. Obat ini memang sudah disetujui untuk pengobatan penyakit paru-paru akut, dan digunakan untuk mengobati disfungsi ereksi di Eropa.

Javitt menambahkan apabila uji coba menunjukkan kemanjuran pada pasien COVID-19, Relief Therapeutic memiliki cukup persediaan untuk merawat 100.000 pasien COVIID-19 yang kritis.

Namun, hingga saat ini, obat Aviptadil ini belum mendapatkan persetujuan dari Food and Drugs Administration (FDA) untuk dipakai mengobati pasien COVID-19 secara luas. FDA sejauh ini baru setuju untuk memberikan izin kepada kedua perusahaan agar melanjutkan studi dan uji coba di tahap kedua untuk penggunaan Aviptadil pada pasien COVID-19.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segerakan tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Tinggalkan Balasan