KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Penyakit Wanita Ditularkan Pria?

Penyakit Wanita yang Ditularkan Pria: Kenali ini!

Penyakit wanita ditularkan pria masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian.

Penyakit wanita ditularkan pria masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Penularannya dapat terjadi melalui hubungan seksual ketika pria membawa bakteri, virus, atau parasit penyebab infeksi, bahkan tanpa mengalami gejala apa pun. Kondisi ini membuat banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko menularkan penyakit kepada pasangan.

Akibatnya, tidak sedikit wanita baru mengetahui dirinya terinfeksi setelah muncul komplikasi, seperti radang panggul, gangguan kesuburan, atau masalah selama kehamilan. Oleh karena itu, setiap pasangan perlu memahami cara penularan, gejala, serta langkah pencegahan penyakit ini agar diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin.

Apa Itu Penyakit Wanita yang Ditularkan Pria?

Penyakit wanita yang ditularkan pria adalah infeksi yang berpindah dari pria ke wanita melalui hubungan seksual, baik vaginal, anal, maupun oral. Penyebabnya dapat berupa bakteri, virus, jamur, maupun parasit.

Penularan tidak hanya terjadi saat muncul gejala. Banyak pria yang menjadi carrier (pembawa) tanpa menyadari dirinya telah terinfeksi. Akibatnya, pasangan wanita memiliki risiko tertular meskipun pria merasa sehat.

Semakin sering berganti pasangan seksual atau melakukan hubungan seksual tanpa kondom, maka semakin tinggi pula risiko penularannya.

Jenis Penyakit Wanita yang Sering Ditularkan Pria

1. Gonore (Kencing Nanah)

Gonore merupakan infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae yang sangat mudah menular melalui hubungan seksual.

Pada wanita, gonore sering kali tidak menimbulkan gejala yang khas. Namun apabila muncul keluhan, biasanya berupa:

  • Keputihan berwarna kuning atau kehijauan
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri panggul
  • Perdarahan di luar jadwal menstruasi
  • Nyeri saat berhubungan intim

Jika tidak diobati, gonore dapat menyebar ke rahim dan saluran tuba sehingga menyebabkan penyakit radang panggul (Pelvic Inflammatory Disease/PID) yang berisiko menimbulkan infertilitas.

2. Klamidia

Klamidia disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini sering disebut sebagai “silent infection” karena sebagian besar penderitanya tidak mengalami gejala.

Bila gejala muncul, wanita dapat mengalami:

  • Keputihan yang tidak normal
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual
  • Perdarahan setelah berhubungan intim
  • Nyeri perut bagian bawah

Apabila tidak ditangani, klamidia juga dapat menyebabkan radang panggul dan meningkatkan risiko kehamilan ektopik.

3. Sifilis

Sifilis disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.

Tahap awal biasanya ditandai dengan muncul luka kecil yang tidak terasa nyeri pada area genital. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, banyak penderita mengabaikannya.

Jika tidak segera diobati, infeksi dapat berkembang menjadi:

  • Ruam pada kulit
  • Demam
  • Pembesaran kelenjar getah bening
  • Gangguan saraf
  • Gangguan jantung
  • Kerusakan organ tubuh

Pada ibu hamil, sifilis dapat ditularkan kepada janin dan menyebabkan sifilis kongenital.

4. Human Papillomavirus (HPV)

HPV merupakan virus yang sangat umum ditularkan melalui kontak seksual.

Beberapa tipe HPV dapat menyebabkan:

  • Kutil kelamin
  • Perubahan sel leher rahim
  • Kanker serviks
  • Kanker vagina
  • Kanker vulva

Sebagian besar penderita tidak mengalami gejala sehingga pemeriksaan rutin seperti Pap smear dan tes HPV menjadi sangat penting.

5. Herpes Genital

Herpes genital disebabkan oleh virus Herpes Simplex Virus (HSV).

Gejala yang sering muncul antara lain:

  • Lepuhan berisi cairan di area kelamin
  • Luka yang terasa nyeri
  • Gatal
  • Perih saat buang air kecil
  • Demam pada infeksi pertama

Virus herpes akan menetap di dalam tubuh sehingga dapat kambuh sewaktu-waktu ketika daya tahan tubuh menurun.

6. Trikomoniasis

Penyakit ini disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis.

Gejalanya meliputi:

  • Keputihan berbusa
  • Berbau menyengat
  • Gatal pada vagina
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Nyeri saat berhubungan seksual

Untungnya, trikomoniasis dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat.

Mengapa Wanita Lebih Mudah Terinfeksi?

Secara anatomi, wanita memang lebih rentan mengalami infeksi menular seksual dibandingkan pria.

Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Permukaan mukosa vagina lebih luas sehingga memudahkan masuknya bakteri dan virus.
  • Cairan sperma dapat membawa mikroorganisme penyebab infeksi.
  • Banyak IMS tidak menimbulkan gejala pada pria sehingga penularan sering tidak disadari.
  • Leher rahim lebih rentan terhadap infeksi, terutama pada wanita usia muda.

Inilah alasan mengapa pemeriksaan kesehatan seksual sebaiknya dilakukan oleh kedua pasangan, bukan hanya salah satunya.

Tonton juga video Dokter Rio di TikTok:
7 Tanda Fisik Lelaki Doyan "Jajan"

Faktor Risiko Penularan

Risiko seorang wanita tertular penyakit dari pasangan pria akan meningkat apabila:

  • Berganti-ganti pasangan seksual.
  • Tidak menggunakan kondom.
  • Memiliki riwayat IMS sebelumnya.
  • Pasangan memiliki riwayat hubungan seksual berisiko.
  • Memiliki daya tahan tubuh yang rendah.
  • Tidak pernah menjalani skrining IMS.

Apa Komplikasi Jika Tidak Diobati?

Infeksi menular seksual yang tidak mendapatkan pengobatan dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius, seperti:

  • Penyakit radang panggul (PID)
  • Infertilitas
  • Kehamilan ektopik
  • Nyeri panggul kronis
  • Keguguran
  • Persalinan prematur
  • Penularan kepada bayi saat persalinan
  • Kanker serviks akibat HPV
  • Infeksi menyebar ke organ lain

Semakin cepat infeksi diketahui, semakin besar peluang kesembuhannya dan semakin kecil risiko komplikasi jangka panjang.

Bagaimana Cara Mencegahnya?

Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko penularan antara lain:

  • Setia pada satu pasangan seksual.
  • Menggunakan kondom secara benar dan konsisten.
  • Menjalani pemeriksaan IMS secara berkala.
  • Mendapatkan vaksin HPV sesuai anjuran dokter.
  • Menghindari hubungan seksual ketika terdapat luka atau keluar cairan abnormal dari alat kelamin.
  • Mengajak pasangan untuk ikut diperiksa apabila salah satu terdiagnosis IMS.

Pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati komplikasi yang mungkin muncul di kemudian hari.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:

  • Keputihan yang berubah warna atau berbau.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Luka pada area kelamin.
  • Benjolan atau kutil di sekitar genital.
  • Nyeri panggul berkepanjangan.
  • Perdarahan setelah berhubungan seksual.
  • Pasangan didiagnosis mengalami infeksi menular seksual.

Perlu diingat bahwa tidak semua IMS menimbulkan gejala. Oleh sebab itu, pemeriksaan tetap dianjurkan meskipun merasa sehat, terutama jika memiliki faktor risiko.

Periksakan Diri di Klinik Lelaki Indonesia

Jika Anda atau pasangan mengalami gejala yang mengarah pada infeksi menular seksual, jangan menunda pemeriksaan. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah komplikasi yang lebih serius serta mengurangi risiko penularan kepada pasangan.

Di Klinik Lelaki Indonesia, pemeriksaan dan penanganan dilakukan secara profesional, rahasia, serta ditangani langsung oleh Dokter Rio, yang berpengalaman dalam menangani berbagai masalah kesehatan reproduksi dan infeksi menular seksual pada pria maupun pasangan. Dokter akan melakukan evaluasi menyeluruh, menentukan pemeriksaan yang diperlukan, dan memberikan terapi sesuai penyebab penyakit sehingga penanganan menjadi lebih tepat.

Semakin cepat diagnosis ditegakkan, semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko terjadinya komplikasi pada kesehatan reproduksi.

Baca juga: Solusi Keharmonisan Rumah Tangga!