pedofilia

HATI-HATI! Ini Penyebab Pedofilia dan Cirinya

pedofilia

Pedofilia adalah kelainan psikologis yang harus segera di atasi jika tidak sangat berbahaya bagi dirinya maupun orang lain, oleh karena itu kenali tanda-tandanya agar Anda dapat waspada!

Pedofilia adalah kelainan psikoseksual, di mana orang dewasa atau remaja memiliki preferensi seksual terhadap anak-anak praremaja. Gangguan ini juga dianggap sebagai parafilia, yang adalah sekelompok gangguan yang didefinisikan sebagai aktivitas seksual yang abnormal.

Ketika fantasi atau tindakan seksual melibatkan seorang anak atau lebih, sebagai cara yang lebih disukai untuk mencapai gairah dan kepuasan seksual bagi seseorang, maka orang itu dianggap sebagai pedofil.

Para psikolog dan psikiater menganggap pedofilia sebagai gangguan mental, bukan preferensi seksual. Di banyak negara, pedofil dikategorikan sebagai kasus pidana.

Di Indonesia kasus pedofil ini sangat banyak yang paling menghebohkan yaitu kasus Baekuni alias Babe pada tahun 2010 silam. Ia mencabuli bocah yang merupakan anak jalanan dan membunuh 14 korbannya, empat di antaranya dimutilasi di Jakarta.

klinik lelaki

Penyebab pedofilia

Penyebab pedofil masih belum dapat diketahui dengan jelas karena penyakit psikologis ini baru belakangan ini dipelajari lebih lanjut. Kesulitan untuk menentukan penyebab yang pasti juga didasari oleh perbedaan karakteristik dan latar belakang pada setiap orang. Akan tetapi, beberapa faktor di bawah ini dapat mempengaruhi munculnya gangguan pedofil, yaitu:

  •    Pernah mengalami pelecehan seksual pada masa kanak-kanak.
  •    Gangguan perkembangan saraf, otak, atau kelainan pada hormon.
  •    Pernah mengalami cedera kepala serius sebelum usia 6 tahun.
  •    Memiliki ibu dengan riwayat gangguan psikiatri.
  •    Memiliki IQ rendah.

Ciri Umum dari Pedofil

Cenderung Mengasingkan Diri, Tetapi Agresif saat Dikonfrontasi

Beberapa individu pengidap pedofil mampu menampilkan diri mereka sebagai anggota masyarakat yang normal secara psikologis saat penyelidikan atau pertemuan sesaat. Kendati demikian, mereka memiliki gangguan kepribadian yang parah di balik semua tampak luar tersebut. Pengidap pedofil umumnya mengalami perasaan rendah diri, isolasi atau kesepian, ketidakpercayaan diri, disforia internal, dan ketidakmatangan emosi.

Selain itu, pedofil memiliki kesulitan untuk berinteraksi dengan orang dewasa lainnya yang sesuai dengan usia mereka. Terutama karena ketiadaan aspek ketegasan yang mereka miliki, peningkatan kadar pasif-agresif, dan kemarahan atau kekejaman.

Karakteristik perilaku ini menyebabkan mereka kesulitan untuk menangani pengaruh menyakitkan, yang mengakibatkan penggunaan mekanisme pertahanan diri yang berlebihan dengan cara intelektualisasi, penolakan, distorsi kognitif (misalnya, memanipulasi fakta), dan rasionalisasi. Walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan pengidap pedofil bisa menikah.

Umumnya Memiliki Cacat Fisik Khusus dan Bertangan Kidal

Studi terbaru oleh University of Windsor di Kanada menunjukkan bahwa pedofil cenderung bertangan kidal dan memiliki cacat wajah kecil, dikenal sebagai Minor Physical Anomalies (MPAs), dilansir dari Medical Daily. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa aspek tertentu dari perkembangan saraf dapat memengaruhi risiko seseorang terhadap kecenderungan pedofil.

Kelompok pria yang diidentifikasi sebagai pedofil cenderung untuk memiliki cacat wajah dan kepala minor dibanding kelompok pria lainnya yang bukan pedofil. Anomali wajah dan kepala ini termasuk cuping telinga yang memisah, bentuk telinga yang rendah atau cacat, lidah berkerut, jari kelima melengkung, jari kaki ketiga lebih panjang daripada jari kedua, jarak yang besar antara ibu jari kaki dengan jari kedua, dan langit-langit mulut yang tinggi atau terlalu landai.

Selain itu, sejumlah penelitian terdahulu menemukan bahwa pengidap pedofil cenderung untuk memiliki IQ 10-15 poin lebih rendah dibanding rata-rata. Mereka juga umumnya lebih pendek 2.3 sentimeter daripada pria pada umumnya.

Cacat wajah cenderung berkembang karena lapisan jaringan embrio utama yang membentuk sistem saraf utama selama trimester pertama dan kedua kehamilan. Cacat wajah ini, yang lebih umum di kalangan pria, biasanya disebabkan oleh paparan pralahir terhadap virus, alkohol atau obat-obatan, komplikasi kehamilan, atau kekurangan gizi.

Temuan dari penelitian ini juga mengungkapkan bahwa sebagian besar pedofil bertangan kidal, konsisten dengan sejumlah penelitian di masa lalu. Dominasi tangan diputuskan sangat awal di tahap kehidupan dan merupakan hasil langsung dari perkembangan kognitif pra-lahir, 30 hingga 35 persen pedofil bertangan kidal.

Itu tadi penjelasan mengenai pedofil ini, semoga artikel ini dapat membantu Anda sebagai orang tua untuk menjaga anak tetap aman.

Berpotensi Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segera tanya dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *