Perilaku Seksual dapat mempengaruhi Mikrobioma usus

seksual

Mikrobioma adalah kumpulan bakteri, virus, dan sel eukariotik yang mendiami dan berinteraksi dengan tubuh manusia. Mikrobioma pada tubuh manusia paling banyak terdapat di usus. Mikrobioma berperan dalam mengatur proses biologis dan fisiologis tubuh.

Perilaku tersebut dapat memengaruhi microbiome dan sistem kekebalan tubuh mereka, yang berpotensi meningkatkan risiko infeksi HIV, menurut sebuah penelitian baru dari para peneliti di University of Colorado Anschutz Medical Campus.

Mikrobioma, komunitas mikroba dalam usus, memainkan peran utama dalam mendorong dan membentuk sistem kekebalan tubuh manusia. Tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa laki-laki yang melakukan hubungan seks dengan laki-laki (LSL) memiliki mikrobioma yang sangat berbeda dibandingkan dengan laki-laki yang berhubungan seks dengan perempuan (LSL), terlepas dari status infeksi HIV.

Para peneliti CU Anschutz ingin tahu apakah mikrobioma yang diubah ini menginduksi aktivasi sel T yang terkait dengan risiko penularan HIV dan peningkatan keparahan penyakit.

Mereka juga mengisolasi sel-sel kekebalan dari usus orang-orang yang HIV-negatif dan memaparkannya pada bakteri dari kotoran MSM dan MSW. Sel imun turunan usus manusia yang terpapar bakteri feses MSM lebih mungkin terinfeksi oleh virus HIV in vitro. Ini sekali lagi dikaitkan dengan peningkatan aktivasi kekebalan oleh bakteri feses ini.

Mengapa mikrobioma  pria yang berhubungan seks dengan pria sangat berbeda masih belum diketahui. Beberapa orang berteori bahwa diet dapat meningkatkan peradangan dan dengan demikian mengaktifkan sel T.

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segerakan Konsultasi dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: