Proses terjadinya Ereksi pada Pria

cara menjaga kesehatan penis, proses ereksi, impoten, impotensi, klinik lelaki

Ereksi adalah proses mengeras dan memanjangnya penis akibat mengalirnya darah dengan cepat menuju penis. Akibat lebih banyak darah yang terkumpul di daerah penis dari pada yang keluar, maka darah akan mengisi area-area kosong di rongga-rongga penis membuat penis membesar.

Ereksi adalah proses normal yang terjadi ketika adanya rangsangan seksual pada pria. Semua pria normal mulai dari bayi hingga dewasa akan mengalami ereksi. Pada bayi, ereksi terjadi karena sentuhan fisik sedangkan pada remaja pria hingga dewasa terjadi akibat adanya rangsangan seksual.

Penyebab utama ereksi adalah gairah seksual. Pria sebagai mahluk visual menggunakan panca inderanya untuk merasakan sesuatu. Pria juga mampu mengubah benda fisik menjadi abstrak di otaknya. Khayalan erotis dan imajinasi seksual dapat membuat penis menjadi ereksi.

Ereksi pria dapat terjadi kapan saja walau tanpa rangsangan seksual, karena sentuhan yang sangat halus sekalipun dapat menyebabkan penis ereksi.

Dimulai dari adanya rangsangan seksual, bagian otak pada pria langsung bereaksi dan mengirim impuls. Impuls tersebut langsung menuju sistem persyarafan pada penis, melalui sistem saraf otonom di tulang belakang. Yang kemudian akan mengirimkan darah untuk mengisi rongga-rongga dalam penis. Kemudian otot-otot pada penis pun akan dalam fase relaksasi. Serat otot pembuluh darah pada penis semakin rileks dan terjadilah peningkatan volume darah pada pembuluh darah penis. Dan penis pun akan membesar. Kemudian darah akan terperangkap dalam penis yang menyebabkan tekanan pada penis meninggi. Maka terjadilah ereksi.

Pada saat terjadinya orgasme, sinyal dalam otak pun berubah drastis. Terjadi peningkatan noradrenalin di penis, yang akan memicu kontraksi otot pada penis, sehingga tekanan pun akan berkurang. Maka penis pun menjadi lembek.

Ini merupakan proses ereksi secara normal, tetapi tekanan yang tinggi ini tidak akan terjadi pada pria yang mengalami impotensi. Demikian pula pada pria dengan ejakulasi dini mengalami masalah pada kemampuan kontraksi otot-otot penis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Official