Benarkah Sering Masturbasi Bisa Bikin Mandul? Ini Penjelasannya!

Kekhawatiran pria yang sering masturbasi terkait kesuburannya. Hal ini muncul karena beredar berbagai mitos yang menyebutkan bahwa terlalu sering mengeluarkan sperma dapat mengurangi jumlah sperma, melemahkan kesuburan, bahkan menyebabkan seseorang sulit memiliki keturunan. Akibatnya, tidak sedikit pria yang merasa cemas setiap kali melakukan masturbasi.
Padahal, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa masturbasi secara langsung menyebabkan kemandulan. Sebaliknya, kesuburan pria lebih dipengaruhi oleh kualitas sperma, kesehatan organ reproduksi, gaya hidup, serta adanya penyakit tertentu. Lalu, benarkah sering masturbasi bisa menyebabkan mandul? Simak penjelasan medis berikut.
Apa Itu Masturbasi?
Masturbasi adalah aktivitas merangsang organ seksual sendiri untuk mencapai orgasme. Perilaku ini merupakan bagian dari respons seksual yang umum terjadi pada pria maupun wanita.
Pada sebagian orang, masturbasi dilakukan sebagai cara untuk melepaskan ketegangan seksual, mengenali respons tubuh, atau memperoleh kepuasan seksual tanpa pasangan. Selama dilakukan secara wajar dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, masturbasi umumnya tidak dianggap sebagai gangguan kesehatan.
Benarkah Sering Masturbasi Bisa Bikin Mandul?
Jawabannya, tidak.
Sampai saat ini, penelitian menunjukkan bahwa masturbasi tidak menyebabkan kemandulan secara langsung. Produksi sperma berlangsung secara terus-menerus di dalam testis, sehingga tubuh akan terus membentuk sperma baru setiap hari.
Meskipun setelah ejakulasi jumlah sperma yang keluar sementara dapat berkurang bila ejakulasi dilakukan berulang dalam waktu singkat, kondisi tersebut bersifat sementara. Dalam beberapa waktu, tubuh akan kembali memproduksi sperma sehingga jumlahnya dapat pulih.
Artinya, masturbasi bukanlah penyebab utama pria menjadi mandul.
Mengapa Banyak Orang Menganggap Masturbasi Menyebabkan Mandul?
Anggapan ini berasal dari berbagai mitos yang telah beredar sejak lama.
Beberapa alasan yang sering dipercaya antara lain:
- Sperma dianggap memiliki jumlah yang terbatas.
- Terlalu sering ejakulasi diyakini dapat “menghabiskan” sperma.
- Masturbasi dianggap melemahkan organ reproduksi.
Faktanya, sperma diproduksi secara berkelanjutan oleh testis. Tubuh memiliki kemampuan untuk terus menghasilkan sel sperma baru selama fungsi testis tetap baik.
Apakah Masturbasi Memengaruhi Kualitas Sperma?
Dalam kondisi normal, masturbasi tidak menyebabkan penurunan kualitas sperma secara permanen.
Namun, bila ejakulasi dilakukan berkali-kali dalam waktu yang sangat singkat, misalnya beberapa kali dalam satu hari, pemeriksaan analisis sperma dapat menunjukkan:
- Volume air mani yang sedikit lebih rendah.
- Konsentrasi sperma sementara menurun.
- Jumlah sperma yang keluar lebih sedikit.
Perubahan ini umumnya bersifat sementara dan akan kembali normal setelah tubuh memiliki waktu untuk memproduksi cairan semen dan sperma.
Faktor yang Lebih Berpengaruh terhadap Kesuburan Pria
Dibandingkan masturbasi, terdapat berbagai faktor lain yang terbukti lebih berpengaruh terhadap kesuburan.
1. Varikokel
Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena di skrotum yang dapat meningkatkan suhu testis sehingga mengganggu pembentukan sperma.
2. Infeksi pada Organ Reproduksi
Infeksi, termasuk infeksi menular seksual (IMS), dapat memengaruhi kualitas sperma apabila tidak segera diobati.
3. Gangguan Hormon
Hormon testosteron dan hormon reproduksi lainnya berperan penting dalam proses pembentukan sperma.
4. Gaya Hidup Tidak Sehat
Beberapa kebiasaan berikut dapat menurunkan kualitas sperma:
- Merokok.
- Konsumsi alkohol berlebihan.
- Penyalahgunaan narkoba.
- Kurang olahraga.
- Obesitas.
5. Paparan Panas Berlebihan
Paparan suhu tinggi dalam waktu lama, misalnya sering menggunakan sauna atau bekerja di lingkungan bersuhu tinggi, dapat memengaruhi produksi sperma pada sebagian pria.
6. Penyakit Kronis
Beberapa penyakit yang dapat memengaruhi kesuburan antara lain:
- Diabetes.
- Gangguan tiroid.
- Penyakit ginjal.
- Penyakit hati.
Apakah Terlalu Sering Masturbasi Memiliki Dampak?
Meskipun tidak menyebabkan mandul, masturbasi yang dilakukan secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa dampak, terutama bila sudah mengganggu kehidupan sehari-hari.
Misalnya:
- Mengganggu pekerjaan atau aktivitas.
- Menurunkan kualitas tidur.
- Menyebabkan lecet atau iritasi pada penis akibat gesekan berulang.
- Menimbulkan rasa bersalah atau stres pada sebagian orang.
- Mengurangi minat untuk berinteraksi dengan pasangan jika dilakukan secara kompulsif.
Jika masturbasi mulai mengganggu aktivitas, hubungan dengan pasangan, atau kesehatan mental, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga medis atau psikolog.
Tonton juga video Dokter Rio di TikTok: Dokter Rio Bahas PMO dan Risiko Mandul
Kapan Masturbasi Dapat Memengaruhi Hasil Analisis Sperma?
Bagi pria yang sedang menjalani pemeriksaan kesuburan, dokter biasanya menyarankan untuk tidak ejakulasi selama 2–7 hari sebelum melakukan analisis sperma.
Tujuannya agar hasil pemeriksaan lebih akurat dalam menilai:
- Volume semen.
- Konsentrasi sperma.
- Pergerakan sperma (motilitas).
- Bentuk sperma (morfologi).
Bila ejakulasi dilakukan terlalu dekat dengan waktu pemeriksaan, jumlah sperma yang diperiksa dapat terlihat lebih rendah dari kondisi sebenarnya.
Cara Menjaga Kesuburan Pria
Untuk menjaga kualitas sperma dan kesehatan reproduksi, lakukan beberapa langkah berikut:
- Konsumsi makanan bergizi seimbang.
- Berolahraga secara rutin.
- Tidur yang cukup setiap malam.
- Menjaga berat badan ideal.
- Berhenti merokok.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Mengelola stres.
- Menghindari paparan panas berlebihan pada area testis.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan apabila terdapat keluhan pada organ reproduksi.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:
- Sulit memiliki keturunan setelah rutin berhubungan seksual tanpa kontrasepsi selama satu tahun.
- Nyeri atau benjolan pada testis.
- Pembengkakan skrotum.
- Volume air mani sangat sedikit secara menetap.
- Darah pada sperma.
- Gangguan ereksi atau ejakulasi.
- Riwayat infeksi menular seksual.
Pemeriksaan sejak dini membantu dokter menemukan penyebab gangguan kesuburan sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Kesimpulan
Sering masturbasi tidak terbukti menyebabkan mandul. Produksi sperma berlangsung secara terus-menerus sehingga tubuh akan terus membentuk sperma baru. Meski ejakulasi yang terlalu sering dapat menyebabkan penurunan sementara pada volume semen atau jumlah sperma yang keluar, kondisi tersebut umumnya akan kembali normal setelah tubuh memiliki waktu untuk memulihkan produksinya.
Sebaliknya, faktor seperti varikokel, infeksi, gangguan hormon, penyakit kronis, serta gaya hidup tidak sehat memiliki pengaruh yang jauh lebih besar terhadap kesuburan pria. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami kesulitan memiliki keturunan atau memiliki keluhan pada organ reproduksi, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.
Baca juga: Cepat Klimaks Saat Bercinta? Simak Solusinya