Apa Saja Tanda IMS yang Perlu Diwaspadai? Simak Berikut Ini

Kebanyakan orang tidak tahu kalau tanda infeksi menular seksual (IMS) itu tidak selalu terlihat jelas. Karena yang kita ketahui, infeksi menular seksual (IMS) sering ditandai dengan luka di bagian kelamin saja. Padahal, tidak semua IMS itu menunjukan tanda-tanda yang khas. Akibatnya, banyak yang tidak sadar kalau dirinya telah tertular penyakit seksual tersebut.
Karena itu, mengenali tanda infeksi menular seksual yang perlu diwaspadai sangat penting agar diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan sedini mungkin. Semakin cepat IMS ditangani, semakin kecil risiko terjadinya komplikasi, seperti gangguan kesuburan, infeksi pada organ reproduksi, hingga penyebaran infeksi ke organ lain. Berikut penjelasan medis yang mudah dipahami.
Apa Itu Infeksi Menular Seksual (IMS)?
Infeksi menular seksual (IMS) adalah kelompok penyakit yang umumnya ditularkan melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral dengan pasangan yang telah terinfeksi.
IMS dapat disebabkan oleh berbagai mikroorganisme, seperti:
- Bakteri, misalnya gonore, klamidia, dan sifilis.
- Virus, seperti HIV, herpes genital, dan human papillomavirus (HPV).
- Parasit, misalnya trikomoniasis.
Beberapa IMS dapat disembuhkan dengan pengobatan yang tepat, sedangkan sebagian lainnya dapat dikendalikan tetapi belum dapat disembuhkan sepenuhnya.
Mengapa IMS Sering Tidak Disadari?
Salah satu alasan IMS sering terlambat diketahui adalah karena gejalanya dapat sangat ringan atau bahkan tidak muncul sama sekali.
Seseorang tetap dapat menularkan infeksi kepada pasangan meskipun tidak merasakan keluhan apa pun. Oleh sebab itu, pemeriksaan IMS sangat dianjurkan pada orang yang memiliki faktor risiko, meskipun merasa sehat.
Tanda-Tanda Infeksi Menular Seksual yang Perlu Diwaspadai
Berikut beberapa gejala yang sebaiknya tidak diabaikan.
1. Keluar Cairan dari Penis atau Vagina
Cairan yang keluar dapat berwarna putih, kuning, kehijauan, atau keruh dan terkadang berbau tidak sedap.
Pada pria, kondisi ini sering ditemukan pada gonore atau klamidia.
2. Nyeri atau Rasa Terbakar Saat Buang Air Kecil
Keluhan ini dapat terjadi akibat peradangan pada saluran kemih yang disebabkan oleh infeksi bakteri, seperti gonore atau klamidia.
Namun, gejala tersebut juga dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut.
3. Luka pada Area Kelamin
Luka dapat berupa:
- Luka tunggal tanpa nyeri, seperti pada sifilis stadium awal.
- Luka yang terasa nyeri, seperti pada herpes genital.
- Luka yang disertai lepuhan atau koreng.
Jangan menganggap luka pada organ intim sebagai iritasi biasa tanpa pemeriksaan.
4. Benjolan atau Kutil di Kelamin
Munculnya benjolan menyerupai kutil dapat menjadi tanda infeksi HPV.
Beberapa tipe HPV dapat menyebabkan kutil kelamin, sedangkan tipe lainnya berhubungan dengan peningkatan risiko kanker serviks, penis, anus, maupun tenggorokan.
5. Gatal pada Area Kelamin
Gatal dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, termasuk infeksi jamur, parasit, alergi, maupun IMS tertentu.
Apabila gatal disertai luka, cairan tidak normal, atau keluhan lain, sebaiknya segera diperiksakan.
6. Nyeri Saat Berhubungan Seksual
Pada wanita, nyeri saat berhubungan dapat menjadi tanda infeksi pada organ reproduksi.
Pada pria, keluhan ini dapat terjadi bila terdapat peradangan pada uretra, prostat, atau kondisi medis lainnya.
7. Nyeri atau Bengkak pada Testis
Infeksi gonore dan klamidia yang tidak diobati dapat menyebabkan peradangan pada epididimis (epididimitis), sehingga testis terasa nyeri atau membengkak.
Kondisi ini memerlukan penanganan segera untuk mengurangi risiko komplikasi.
8. Nyeri Panggul
Pada wanita, IMS yang tidak diobati dapat berkembang menjadi penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID).
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kehamilan ektopik dan gangguan kesuburan.
9. Darah pada Air Mani atau Cairan Keluar dari Dubur
Pada beberapa kasus, IMS dapat menyebabkan peradangan pada saluran reproduksi atau rektum sehingga muncul darah atau cairan yang tidak normal.
Gejala ini memerlukan evaluasi oleh dokter.
Apakah Semua IMS Menimbulkan Gejala?
Tidak.
Beberapa IMS, seperti klamidia, HPV, dan HIV, sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal.
Karena itu, seseorang dapat terinfeksi tanpa menyadarinya. Inilah alasan mengapa skrining atau pemeriksaan IMS memiliki peran penting, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko.
Siapa yang Berisiko Mengalami IMS?
Risiko IMS lebih tinggi pada seseorang yang:
- Memiliki lebih dari satu pasangan seksual.
- Berhubungan seksual tanpa kondom.
- Memiliki pasangan yang terdiagnosis IMS.
- Pernah mengalami IMS sebelumnya.
- Berganti pasangan seksual dalam waktu singkat.
Memiliki faktor risiko bukan berarti pasti terkena IMS, tetapi meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.
Bagaimana Dokter Menentukan Diagnosis?
Dokter tidak dapat memastikan jenis IMS hanya berdasarkan gejala.
Untuk menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa tahapan pemeriksaan.
Wawancara Medis
Dokter akan menanyakan:
- Keluhan yang dialami.
- Riwayat hubungan seksual.
- Riwayat IMS sebelumnya.
- Penggunaan obat.
- Riwayat pasangan seksual.
Pemeriksaan Fisik
Dokter akan memeriksa organ reproduksi dan area lain yang dicurigai mengalami infeksi.
Pemeriksaan Laboratorium
Sesuai indikasi, dokter dapat menyarankan:
- Tes NAAT (Nucleic Acid Amplification Test) untuk gonore dan klamidia.
- Tes darah untuk HIV dan sifilis.
- Pemeriksaan cairan atau swab dari area yang terinfeksi.
- Kultur bakteri bila diperlukan.
- Pemeriksaan urine pada kondisi tertentu.
Pemeriksaan yang dipilih akan disesuaikan dengan gejala dan hasil evaluasi dokter.
Apa yang Terjadi Jika IMS Tidak Diobati?
IMS yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti:
- Infertilitas pada pria maupun wanita.
- Epididimitis.
- Penyakit radang panggul.
- Nyeri panggul kronis.
- Penyempitan saluran kemih.
- Penularan kepada pasangan.
- Peningkatan risiko tertular atau menularkan HIV.
- Komplikasi pada kehamilan dan bayi apabila terjadi pada ibu hamil.
Semakin lama infeksi dibiarkan, semakin besar risiko terjadinya komplikasi.
Cara Mencegah Infeksi Menular Seksual
Beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risiko IMS:
- Menggunakan kondom secara konsisten dan benar.
- Tidak berganti-ganti pasangan seksual.
- Melakukan pemeriksaan IMS secara berkala bila memiliki faktor risiko.
- Menghindari hubungan seksual ketika terdapat gejala yang mencurigakan.
- Memastikan pasangan juga menjalani pemeriksaan dan pengobatan bila terdiagnosis IMS.
- Mendapatkan vaksin HPV dan hepatitis B sesuai rekomendasi tenaga kesehatan.
Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?
Segera lakukan pemeriksaan apabila mengalami:
- Keluar cairan dari penis atau vagina.
- Nyeri saat buang air kecil.
- Luka atau lepuhan pada area kelamin.
- Benjolan atau kutil pada organ intim.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Nyeri atau bengkak pada testis.
- Riwayat hubungan seksual berisiko meskipun belum muncul gejala.
Pemeriksaan sejak dini memungkinkan pengobatan dilakukan lebih cepat dan membantu mencegah penularan kepada pasangan.
Konsultasikan di Klinik Lelaki Indonesia
Apabila Anda mengalami salah satu tanda infeksi menular seksual atau memiliki riwayat hubungan seksual yang berisiko, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan.
Di Klinik Lelaki Indonesia, Anda akan mendapatkan pelayanan yang profesional, menjaga privasi pasien, dan ditangani langsung oleh Dokter Rio. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab keluhan, dilanjutkan dengan terapi yang disesuaikan berdasarkan hasil evaluasi medis. Penanganan yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serta mengurangi risiko penularan kepada pasangan.
Kesimpulan
Infeksi menular seksual tidak selalu menimbulkan gejala yang jelas. Keluar cairan dari alat kelamin, nyeri saat buang air kecil, luka, benjolan, hingga nyeri pada testis atau panggul merupakan beberapa tanda yang perlu diwaspadai. Namun, sebagian IMS juga dapat berlangsung tanpa gejala sehingga pemeriksaan menjadi sangat penting, terutama pada individu yang memiliki faktor risiko.
Apabila Anda mengalami keluhan yang mengarah pada IMS atau baru saja melakukan hubungan seksual berisiko, segera konsultasikan ke Klinik Lelaki Indonesia. Pemeriksaan dan penanganan langsung oleh Dokter Rio dapat membantu memastikan diagnosis serta memberikan terapi yang tepat sesuai kondisi Anda.
Baca juga: Ciri-Ciri Gonore Yang Sering Dialami