Beberapa Tes Untuk Mendiagnosis Impoten

impoten

Ada beberapa tes yang biasa digunakan dokter untuk bisa mendiagnosis impoten. Biasanya dokter menggunakan cara ini untuk mengetahui masalah mendasar yang menyebabkannya yang memerlukan perawatan tambahan.

Impoten atau disfungsi ereksi adalah suatu gangguan yang dimana tidak mampunya mempertahankan ereksi pada penis.

Pada umumnya impoten dapat disebabkan oleh dua faktor. Faktor penyakit fisik contohnya seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, jantung. Dan juga disebabkan oleh faktor psikologis contohnya seperti stress, tertekan, ketakutan, cemas.

Sekarang banyak pria menganggap mengkonsumsi obat-obatan yang dijual dipasaran sudah cukup untuk mengatasi impoten, akan tetapi sekarang dokter sudah banyak menggunakan beberapa tes untuk mendiagnosis yang digunakannya untuk mengetahui masalah mendasar yang menyebabkannya dan dilanjutkan dengan perawatan tambahan yang semestinya.

Berikut beberapa tes yang biasa dilakukan dokter untuk mendiagnosis impoten :

  • Tes hormon

Memeriksa hormon testosteron merupakan tes pertama yang dilakukan dokter terhadap pria yang mengalami kesulitan ereksi, tetapi sebelum dokter menyadari bahwa kekurangan hormon testosteron menjadi sumber penyebabnya. Biasanya pengujian hormon dilakukan terhadap pria yang memiliki masalah endokrin dan yang telah mengalami kehilangan hasrat seksual.

Dokter juga akan memeriksa kadar prolaktin darah (hormon hipofisis yang bisa menghambat hormon testosteron) atau hormon perangsang tiroid (indikator yang baik dari kelenjar tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif). Tes ini dilakukan bila dokter menganggap penyebabnya adalah kekurangan atau ketidakseimbangan hormon.

  • Tes aliran darah

Ultrasonografi doppler dupleks warna, teknik pencitraan dapat mengungkapkan permasalahan aliran darah melalui arteri atau vena penis, versi yang terbaru yaitu doppler penis. Jika anda sudah mencoba menggunakan pil untuk impoten namun belum merasakan khasiatnya, biasanya dokter akan menyuntikan prostaglandin yaitu asam lemak yang dapat memperlebar pembuluh darah ke penis untuk mengetahui apakah nantinya terjadi ereksi. Bila terjadi ereksi maka kemungkinan anda akan merespon beberapa suntikan obat untuk mengatasinya.

  • Tes tumit nokturnal

Jika penyebab yang anda alami tidak begitu jelas yaitu faktor fisik atau psikologis. Biasanya dokter akan melakukan tes tumit pada penis nokturnal. Faktor psikologis yang berperan terhadap tercapainya ereksi tetapi jiwa tidak mempengaruhi ereksi nokturnal, yang biasa terjadi tanpa sengaja pada saat tidur.

Ada beberapa cara untuk menguji ereksi nokturnal. Alat medis yang ditempelkan pada penis untuk memantau sepanjang malam. Dan ada alternatif lain yaitu dengan tes perangko, dengan mensisipkan strip perangko pada penis sebelum tidur. Jika strip selesai pada pagi hari, berarti anda sudah memiliki satu ereksi malam hari. Hal tersebut menunjukan bahwa ereksi secara fisik menunjukan dan bahwa masalah yang mempengaruhinya adalah faktor psikologis.

Itulah beberapa tes yang biasa dilakukan dokter untuk mendiagnosis impoten. Bila anda ingi mengatasi disfungsi ereksi, anda bisa berkonsultasi dengan dokter profesional di kliniklelaki.com melalui nomer telpon yang tertera pada halaman depan situs ini.

Sumber :

http://id.wikipedia.org

Gagah Kembali dalam 3 Hari Saja!

Jika Anda mengalami penyakit Impotensi atau Ejakulasi Dini segerakan Konsultasi dengan Dokter yang sudah berpengalaman hanya di Klinik Lelaki GRATIS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Update Official