Waktu yang Tepat untuk Bercinta bagi Ibu Hamil

waktu bercinta ibu hamil, klinik lelaki

waktu bercinta ibu hamil, klinik lelaki

Bercinta saat hamil boleh-boleh saja. Kapan pun waktunya, selama ibu hamil dalan kondisi sehat dan bersedia, suami tak perlu khawatir.

Tak ada waktu-waktu yang direkomendasikan untuk bercinta di masa kehamilan. Dokter spesialis kandungan RSPI, Muhammad Fadli mengatakan bahwa bercinta bisa dilakukan di trimester pertama kehamilan, kedua, bahkan ketiga.

“Tenang saja, melakukan hubungan seksual tetap bisa dilakukan saat hamil. Tidak ada larangan mengenai ini,” kata Fadli saat berbincang dengan CNNIndonesia.com di RSPI Jakarta, beberapa waktu lalu.

Meski demikian, suami tetap harus memastikan ibu hamil dalam kondisi baik dan menginginkan sesi bercinta. Jangan sampai, ibu hamil yang sedang dalam keadaan stres lalu ‘terpaksa’ bercinta demi memenuhi keinginan suami.

Jika dipaksa, justru akan berpengaruh pada janin dan kesehatan ibu hamil. Suami harus aktif bertanya tentang perasaan istri sebelum sesi bercinta dimulai.

Hal-hal yang perlu diperhatikan seks saat hamil
Selain soal mood, suami juga perlu tahu letak plasenta atau ari-ari bayi sebelum memutuskan untuk berhubungan seks saat hamil.

Fadli mengatakan, jangan sampai letak plasenta berada dekat lubang lahir. Pasalnya, kondisi ini bisa menimbulkan pendarahan parah hingga anemia pada ibu hamil.

“Untuk memastikan ini, bisa dilakukan dengan pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter, biasanya letak plasenta sudah bisa dilihat di trimester dua awal,” kata dia.

Selain itu, ibu hamil juga harus dipastikan dalam kondisi sehat dan tidak memiliki gejala atau risiko keguguran. Jika ibu sempat mengalami gejala keguguran di trimester awal, maka sebaiknya hubungan seks ditunda dulu.

Hubungan intim juga tetap bisa dilakukan saat usia kehamilan matang atau usia 9 bulan. Bahkan, beberapa dokter kerap menyarankan agar suami-istri rutin bercinta jelang waktu kelahiran.

Hal ini, kata Fadli, perlu dilakukan untuk merangsang kontraksi pada ibu hamil. Sebab, sperma mengandung zat prostaglandin yang memicu reaksi kontraksi pada rahim.

“Jadi biasanya dokter akan menganjurkan untuk rutin bercinta. Agar rahimnya bisa terpancing oleh zat yang ada di sperma ini,” kata dia.

Tinggalkan Balasan