KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

PMO Bisa Bikin Gonore? Jangan Salah Paham!

PMO Menyebabkan Gonore? Jangan Percaya Mitos Ini!

Ilustrasi pmo bisa bikin gonore pada pria?

Bikin banyak pria bertanya-tanya, “Apakah PMO bisa menyebabkan gonore?” Pertanyaan ini cukup wajar, terutama ketika seseorang mengalami keluar cairan dari penis atau rasa perih saat buang air kecil setelah melakukan masturbasi.

Perlu diluruskan bahwa aktivitas PMO mandiri tidak dapat menyebabkan gonore. Gonore merupakan infeksi menular seksual yang dipicu oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Penularannya murni terjadi melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral dengan individu yang terinfeksi.

Jadi, jika seseorang hanya melakukan masturbasi sendiri tanpa adanya paparan dari orang lain yang terinfeksi, aktivitas tersebut bukan penyebab gonore yang lazim.

Apa Itu Gonore?

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menginfeksi uretra, tenggorokan, rektum, dan organ reproduksi.

Pada pria, gejala yang cukup khas adalah keluarnya cairan berwarna putih, kuning, atau kehijauan dari penis serta rasa terbakar atau nyeri ketika buang air kecil. Sebagian infeksi, terutama pada lokasi tertentu seperti tenggorokan, dapat tidak menimbulkan gejala.

Karena gejalanya dapat menyerupai infeksi lain, seseorang tidak sebaiknya memastikan dirinya terkena gonore hanya berdasarkan keluhan.

Tonton juga video Dokter Rio di TikTok:
PMO Bisa Bikin Gonore?Banyak Cowok Salah Paham ...

Apakah Masturbasi Sendiri Bisa Menyebabkan Gonore?

Secara umum, masturbasi sendiri tidak menyebabkan seseorang tiba-tiba terkena gonore.

Alasannya sederhana: gonore disebabkan oleh bakteri yang harus berpindah dari sumber infeksi ke tubuh orang lain. WHO menjelaskan bahwa gonore terutama menyebar melalui hubungan seksual vaginal, oral, atau anal.

Misalnya, seorang pria yang tidak memiliki gonore melakukan masturbasi sendiri di kamar. Tidak ada pasangan seksual, tidak ada kontak dengan cairan atau jaringan dari orang yang terinfeksi, dan tidak ada sumber bakteri N. gonorrhoeae. Dalam kondisi seperti ini, masturbasi itu sendiri bukan penyebab gonore.

Jadi, jika setelah masturbasi muncul cairan dari penis, jangan langsung menyimpulkan bahwa masturbasi menyebabkan gonore. Bisa saja terdapat infeksi yang sudah ada sebelumnya, infeksi saluran kemih, uretritis karena penyebab lain, atau kondisi medis lainnya.

Lalu Mengapa Ada Pembahasan tentang Saliva dan Masturbasi?

Bagian ini sedikit lebih kompleks.

Beberapa penelitian meneliti kemungkinan air liur dari seseorang yang mengalami gonore di tenggorokan dapat menjadi sumber paparan ketika digunakan sebagai pelumas saat masturbasi.

Penelitian tahun 2022 menggunakan pemodelan matematika dan mengusulkan bahwa penggunaan saliva saat masturbasi mungkin berperan dalam transmisi gonore. Namun, penelitian tersebut merupakan studi pemodelan, sehingga hasilnya tidak dapat disamakan dengan bukti langsung bahwa masturbasi biasa merupakan penyebab utama gonore.

Penelitian yang lebih baru pada 3.114 pria yang berhubungan seks dengan pria (MSM) kemudian menemukan bahwa penggunaan saliva sebagai pelumas masturbasi tidak secara signifikan berhubungan dengan gonore uretra setelah analisis statistik. Dalam penelitian tersebut, hubungan seks anal tanpa kondom dengan pasangan merupakan faktor risiko yang lebih jelas.

Artinya, topik saliva dan masturbasi memang sedang diteliti, tetapi tidak tepat mengatakan bahwa “masturbasi menyebabkan gonore.”

Bagaimana Gonore Sebenarnya Menular?

Gonore terutama ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi.

Penularan dapat terjadi melalui:

  • Hubungan seksual vaginal.
  • Hubungan seksual anal.
  • Seks oral.
  • Kontak seksual yang melibatkan area tubuh atau cairan yang terinfeksi.

Gonore juga dapat menginfeksi tenggorokan. Masalahnya, infeksi pada tenggorokan sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga seseorang dapat tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi.

Penelitian menunjukkan bahwa bakteri N. gonorrhoeae dapat ditemukan dalam saliva orang dengan gonore faring, sehingga saliva menjadi salah satu area yang sedang diteliti dalam mekanisme penularan gonore, terutama dalam konteks aktivitas seksual tertentu.

Bagaimana Jika Masturbasi Dilakukan Bersama Pasangan?

Ini berbeda dengan masturbasi sendiri.

Jika aktivitas seksual dilakukan bersama pasangan, terdapat kemungkinan terjadinya kontak dengan area tubuh atau cairan yang terinfeksi. Risiko tersebut bergantung pada aktivitas yang dilakukan dan lokasi infeksinya.

Contohnya, jika tangan, mulut, alat kelamin, atau bagian tubuh lain melakukan kontak dengan area yang mengalami infeksi, maka situasinya sudah bukan sekadar masturbasi pribadi.

Karena itu, istilah “masturbasi” tidak otomatis berarti tidak ada risiko IMS. Yang perlu dilihat adalah apakah terdapat kontak seksual dengan orang lain dan bagaimana aktivitas tersebut dilakukan.

Bagaimana dengan Sex Toys?

Penggunaan sex toys juga perlu diperhatikan apabila digunakan bersama pasangan.

Jika alat seksual digunakan secara bergantian tanpa dibersihkan dengan benar atau tanpa pengaman yang sesuai, terdapat potensi perpindahan mikroorganisme antara pengguna. Namun, penularan gonore paling utama tetap berkaitan dengan kontak seksual dan paparan langsung terhadap lokasi yang terinfeksi.

Jika menggunakan sex toys bersama pasangan, kebersihan alat dan penggunaan pengaman yang sesuai dapat membantu mengurangi risiko penularan IMS.

PMO Bukan Berarti Aman dari Semua Masalah Kesehatan

Walaupun masturbasi sendiri bukan penyebab gonore, bukan berarti semua keluhan setelah masturbasi boleh diabaikan.

Masturbasi yang dilakukan terlalu kasar atau berulang dapat menyebabkan iritasi mekanis pada kulit atau jaringan penis. Kondisi tersebut dapat menimbulkan rasa tidak nyaman yang kemudian disalahartikan sebagai tanda penyakit menular seksual.

Namun, keluar cairan seperti nanah dari penis, rasa terbakar saat buang air kecil, atau pembengkakan testis bukan keluhan yang sebaiknya dianggap hanya akibat masturbasi.

Keluhan tersebut perlu diperiksa karena dapat disebabkan oleh gonore maupun infeksi lain.

Jika Keluar Nanah Setelah PMO, Apa Artinya?

Jika seseorang menemukan cairan putih, kuning, atau kehijauan dari penis setelah masturbasi, jangan langsung menyimpulkan bahwa masturbasi menyebabkan gonore.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apakah sebelumnya terdapat aktivitas seksual dengan pasangan?

Jika pernah melakukan hubungan seksual tanpa kondom, menerima atau melakukan seks oral, atau memiliki pasangan yang diketahui mengalami IMS, kemungkinan infeksi menular seksual perlu dipertimbangkan.

CDC menyebutkan bahwa pria dengan gonore dapat mengalami sensasi terbakar saat buang air kecil dan keluarnya cairan dari penis. Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan penyebabnya.

Apakah Gonore Bisa Sembuh?

Gonore dapat diobati dengan antibiotik yang tepat. Namun, pengobatan sebaiknya dilakukan berdasarkan pemeriksaan dan rekomendasi tenaga medis.

WHO menyebut gonore sebagai IMS yang dapat disembuhkan, tetapi resistensi antibiotik N. gonorrhoeae menjadi masalah yang semakin serius dan membuat pilihan pengobatan semakin terbatas.

Karena itu, jangan membeli antibiotik sendiri hanya karena menduga terkena gonore. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat dapat memperburuk masalah resistensi.

Jika gonore terdiagnosis, pasangan seksual juga perlu diberitahu dan mendapatkan pemeriksaan atau pengobatan yang sesuai untuk mencegah terjadinya infeksi ulang. WHO juga menganjurkan menunggu setidaknya 7 hari setelah pengobatan sebelum kembali berhubungan seksual.

Kapan Harus Memeriksakan Diri?

Segera periksa ke dokter jika mengalami:

  • Cairan seperti nanah dari penis.
  • Rasa terbakar atau nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri atau pembengkakan testis.
  • Keluhan pada tenggorokan setelah aktivitas seksual oral.
  • Pasangan diketahui menderita gonore atau IMS lainnya.
  • Riwayat hubungan seksual berisiko.

Pemeriksaan penting karena banyak IMS dapat tidak menimbulkan gejala. WHO menyebutkan bahwa sebagian besar IMS tidak bergejala, sehingga pemeriksaan menjadi penting bagi orang yang memiliki risiko paparan.

Kesimpulan

PMO atau masturbasi sendiri bukan penyebab utama gonore. Gonore terutama menular melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Namun, aktivitas seksual yang melibatkan pasangan, saliva dari orang dengan infeksi tenggorokan, atau penggunaan alat seksual bersama dapat memiliki konteks risiko yang berbeda.

Jika setelah PMO muncul nanah dari penis atau nyeri saat buang air kecil, jangan langsung menyalahkan masturbasi. Terutama jika sebelumnya ada hubungan seksual berisiko, pemeriksaan IMS diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

📢 Mengalami Keluhan Berbahaya pada Organ Vital atau Gejala Infeksi Menular Seksual?

Jangan biarkan rasa malu dan takut menghambat Anda untuk sembuh! Jika Anda mengalami gejala seperti keluar nanah saat buang air kecil, luka tanpa rasa sakit pada organ vital, rasa terbakar, atau ruam kulit—bisa jadi itu adalah indikasi infeksi menular seksual (IMS) seperti gonore (kencing nanah), klamidia, atau sifilis.

Infeksi ini membutuhkan penanganan antibiotik yang tepat dari tenaga medis profesional, bukan pengobatan asal-asalan yang justru bisa memperparah kondisi Anda.

Dapatkan layanan Konsultasi Online GRATIS bersama Klinik Lelaki Indonesia yang ditangani langsung oleh pakar kesehatan pria, Dokter Rio.

Privasi Anda dijamin aman 100% dan penanganan dilakukan secara profesional, cepat, dan rahasia.

👉 [Klik di Sini untuk Konsultasi Online Gratis dengan Dokter Rio di Klinik Lelaki Indonesia] (Hubungi Hotline kami sekarang!)

Baca juga: Risiko HIV Setelah Kencing Nanah!