KLINIK LELAKI INDONESIA Solusi Kesehatan Pria Sejak 2010

Ejakulasi Dini Karena Faktor Genetik? Benarkah?

Ejakulasi Dini karena Faktor Genetik? Ketahui Fakta Medis!

Ilustrasi ejakulasi dini karena genetik yang diturunkan oleh orang tua

Selama ini, banyak orang beranggapan kalau ejakulasi dini karena disebabkan oleh stres, kecemasan, atau kurangnya pengalaman seksual. Padahal, penelitian menunjukkan bahwa ejakulasi dini karena faktor genetik juga mungkin terjadi pada sebagian pria. Artinya, faktor keturunan dapat berperan dalam meningkatkan risiko seseorang mengalami ejakulasi dini, meskipun bukan menjadi satu-satunya penyebab.

Namun, memiliki riwayat keluarga dengan ejakulasi dini bukan berarti seseorang pasti akan mengalami kondisi yang sama. Berbagai faktor lain, seperti kesehatan fisik, kondisi psikologis, gaya hidup, hingga penyakit tertentu, juga dapat memengaruhi kemampuan mengendalikan ejakulasi. Lantas, bagaimana hubungan antara genetik dan ejakulasi dini? Simak penjelasan medis berikut.

Apa Itu Ejakulasi Dini?

Ejakulasi dini adalah kondisi ketika seorang pria mengalami orgasme dan mengeluarkan sperma lebih cepat dari yang diinginkan serta sulit mengendalikan waktu ejakulasi. Menurut pedoman medis, kondisi ini umumnya ditandai dengan:

  • Ejakulasi terjadi sebelum atau sekitar satu menit setelah penetrasi.
  • Sulit menunda ejakulasi pada hampir setiap hubungan seksual.
  • Menimbulkan rasa frustrasi, stres, atau ketidakpuasan bagi diri sendiri maupun pasangan.

Sesekali mengalami ejakulasi lebih cepat masih dapat dianggap normal, terutama saat kelelahan, cemas, atau sudah lama tidak berhubungan seksual. Namun, jika keluhan terjadi secara berulang dan mengganggu kualitas hidup, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Benarkah Ejakulasi Dini Bisa Dipengaruhi Faktor Genetik?

Jawabannya adalah ya, faktor genetik diduga memiliki peran, tetapi bukan sebagai penyebab tunggal.

Sejumlah penelitian menemukan bahwa pria yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat ejakulasi dini cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami kondisi serupa. Hal ini diduga berkaitan dengan variasi gen yang memengaruhi kerja sistem saraf dan zat kimia di otak yang berperan dalam mengontrol proses ejakulasi.

Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa hubungan antara faktor genetik dan ejakulasi dini masih terus diteliti. Artinya, genetik hanya merupakan salah satu faktor risiko, bukan penentu pasti seseorang akan mengalami ejakulasi dini.

Bagaimana Genetik Dapat Memengaruhi Ejakulasi?

Para peneliti menduga bahwa beberapa variasi gen dapat memengaruhi kadar serotonin, yaitu zat kimia di otak yang berperan dalam mengatur suasana hati dan refleks ejakulasi.

Serotonin membantu mengendalikan waktu terjadinya orgasme. Bila sistem serotonin bekerja kurang optimal akibat faktor genetik tertentu, proses ejakulasi dapat terjadi lebih cepat.

Namun, kondisi ini biasanya dipengaruhi pula oleh faktor lain, sehingga tidak semua pria dengan variasi gen tersebut mengalami ejakulasi dini.

Faktor Lain yang Lebih Sering Menyebabkan Ejakulasi Dini

Selain faktor genetik, terdapat beberapa penyebab yang lebih sering ditemukan.

1. Faktor Psikologis

Gangguan emosional merupakan salah satu penyebab paling umum, seperti:

  • Stres.
  • Kecemasan saat berhubungan seksual.
  • Depresi.
  • Trauma seksual.
  • Masalah dalam hubungan dengan pasangan.

2. Gangguan Hormon

Ketidakseimbangan hormon tertentu dapat memengaruhi fungsi seksual pria, termasuk kemampuan mengontrol ejakulasi.

3. Gangguan pada Prostat

Peradangan prostat (prostatitis) dapat menyebabkan gangguan ejakulasi dan menimbulkan rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual.

4. Gangguan Saraf

Penyakit yang memengaruhi sistem saraf juga dapat mengganggu mekanisme ejakulasi.

5. Disfungsi Ereksi

Sebagian pria dengan disfungsi ereksi cenderung terburu-buru mencapai orgasme karena khawatir ereksi akan menghilang. Kebiasaan ini dapat memicu ejakulasi dini.

Apakah Ejakulasi Dini karena Faktor Genetik Bisa Diobati?

Ya. Meskipun terdapat faktor keturunan, ejakulasi dini tetap dapat ditangani.

Karena genetik bukan satu-satunya penyebab, dokter akan mencari faktor lain yang dapat diperbaiki sehingga terapi menjadi lebih efektif.

Penanganan dapat meliputi:

  • Edukasi mengenai kesehatan seksual.
  • Latihan mengontrol ejakulasi.
  • Terapi perilaku.
  • Konseling bila terdapat faktor psikologis.
  • Pengobatan sesuai indikasi medis apabila ditemukan gangguan tertentu.

Tujuan terapi adalah membantu meningkatkan kontrol ejakulasi sekaligus memperbaiki kualitas hidup pasien.

Ciri-ciri Ejakulasi Dini yang Perlu Diwaspadai

Beberapa tanda yang sering dialami meliputi:

  • Ejakulasi selalu terjadi terlalu cepat.
  • Sulit menahan orgasme.
  • Terjadi hampir setiap kali berhubungan seksual.
  • Menimbulkan rasa malu atau frustrasi.
  • Mengganggu hubungan dengan pasangan.
  • Mengurangi kepuasan seksual.

Jika keluhan berlangsung lebih dari tiga bulan, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.

Bagaimana Dokter Menentukan Penyebab Ejakulasi Dini?

Dokter akan melakukan evaluasi secara menyeluruh, meliputi:

Wawancara Medis

Dokter akan menanyakan:

  • Sejak kapan keluhan muncul.
  • Apakah terjadi sejak pertama kali aktif secara seksual atau baru muncul kemudian.
  • Frekuensi hubungan seksual.
  • Riwayat penyakit.
  • Penggunaan obat-obatan.
  • Kondisi psikologis.

Pemeriksaan Fisik

Tes yang dilakukan untuk mencari kemungkinan gangguan pada organ reproduksi atau penyakit lain yang berkaitan.

Pemeriksaan Penunjang

Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan pemeriksaan hormon, gula darah, atau pemeriksaan lain sesuai kondisi pasien.

Cara Menjaga Fungsi Seksual Tetap Sehat

Meskipun faktor genetik tidak dapat diubah, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu menjaga kesehatan reproduksi:

  • Berolahraga secara teratur.
  • Tidur yang cukup.
  • Mengelola stres.
  • Berhenti merokok.
  • Membatasi konsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi makanan bergizi.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengontrol penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi.

Gaya hidup sehat dapat membantu mengurangi faktor risiko yang memperburuk ejakulasi dini.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter apabila:

  • Ejakulasi terlalu cepat terjadi hampir setiap kali berhubungan seksual.
  • Sulit mengendalikan ejakulasi.
  • Keluhan berlangsung lebih dari tiga bulan.
  • Menimbulkan stres atau kehilangan kepercayaan diri.
  • Mengganggu hubungan dengan pasangan.
  • Disertai gangguan ereksi atau nyeri saat ejakulasi.

Semakin cepat penyebab diketahui, semakin besar peluang keberhasilan terapi.

Konsultasikan di Klinik Lelaki Indonesia

Apabila Anda mengalami ejakulasi dini yang terjadi berulang, jangan menunda untuk mencari bantuan medis. Pemeriksaan sejak dini dapat membantu mengetahui apakah keluhan dipengaruhi oleh faktor psikologis, kondisi medis tertentu, atau kemungkinan faktor genetik sehingga penanganan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Di Klinik Lelaki Indonesia, Anda akan mendapatkan pemeriksaan yang nyaman, profesional, dan menjaga kerahasiaan pasien. Penanganan dilakukan langsung oleh Dokter Rio, yang akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kesehatan seksual Anda. Berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter akan menentukan terapi yang sesuai untuk membantu meningkatkan kontrol ejakulasi dan kualitas hidup secara keseluruhan.

Kesimpulan

Ejakulasi dini karena faktor genetik memang mungkin terjadi, tetapi genetik bukanlah satu-satunya penyebab. Faktor psikologis, gangguan hormon, penyakit prostat, disfungsi ereksi, dan kondisi medis lainnya juga dapat berperan dalam munculnya ejakulasi dini.

Karena penyebabnya dapat berbeda pada setiap orang, pemeriksaan oleh dokter sangat penting untuk menentukan diagnosis dan terapi yang tepat. Jika Anda mengalami ejakulasi dini secara berulang, segera konsultasikan ke Klinik Lelaki Indonesia agar mendapatkan pemeriksaan dan penanganan langsung oleh Dokter Rio.

Baca juga: Penyebab Suami Cepat Keluar? Kenali Penyebabnya!